Warga Muslim Sydney yang Dilecehkan Tuntut Pelaku

MuslimahZone.com–  Pasangan Muslim asal Brisbane yang dilecehkan secara rasis dalam kereta di Sydney pada pekan lalu, mengatakan, mereka berniat mengajukan tuntutan terhadap sang pelaku.

Polisi New South Wales sedang melakukan penyelidikan setelah rekaman insiden tersebut diunggah secara online dan tersebar luas.

Video singkat yang diunggah oleh Stacey Eden, yang membela pasangan ini, menunjukkan, seorang perempuan tua menganiaya Hafiz Bhatti Ahmed dan istrinya, Khalida, yang bepergian dengan kereta jalur bandara, pada Rabu (15/04/2015) dikutip Radio ABC.

Hafiz Ahmed Bhatti dan Khalida Hafiz mengatakan, mereka ingin mengajukan tuntutan atas serangan verbal tersebut.

Hafiz, yang berasal dari Pakistan, menegaskan ia telah berbicara kepada Polisi Queensland dan sedang mempersiapkan pernyataan resmi mereka.

Ia mengatakan, ia akan meminta polisi untuk menindak perempuan yang menganiaya istrinya.

“Karena kejadian itu, ia menyentuh kepala istri saya, itu salah satu masalah yang akan saya angkat. Lalu dia secara verbal menganiaya istri saya,” ujarnya.

Ia mengatakan, ia dan istrinya masih terguncang oleh kejadian itu dan sangat waspada ketika mereka meninggalkan rumah.

“Kami sangat berhati-hati, terutama ketika kami harus pergi keluar. Saya selalu melihat sekeliling kalau-kalau seseorang memburu kami,” aku Hafiz.

Ia mengatakan, ia telah menerima pesan-pesan positif setelah kejadian itu, tetapi juga menerima beberapa ancaman online, dengan satu profilFacebook bernama “Prajurit Kristen” mengancam untuk membunuhnya.

“Salah satu orang menyumpahi saya dan ia menulis bahwa saya seorang teroris propaganda Islam. Saya akan menunjukkan laman ini ke polisi,” tegasnya.

Hafiz mengungkapkan, ia juga telah menghadapi reaksi orang yang menyebutnya pengecut karena tak berbicara.

“Orang-orang mengatakan saya bukan seorang pemberani karena tak membela istri saya. Dalam bahasa lokal saya, orang-orang memanggil saya seorang pengecut,” tuturnya.

Ia menambahkan, “Saya datang ke Australia, tetapi saya tak tahu bagaimana berbicara bahasa Inggris, jika saya bisa, pasti saya sudah bicara.”

Hafiz mengatakan, ia tetap tenang dan tak ingin salah merepresentasikan agamanya.

“Itu adalah rasa hormat saya untuk perempuan tua itu, bahwa saya tak bersikap agresif dan berkata-kata dengan bahasa yang buruk. Saya mencoba untuk mendidiknya dan pada saat yang sama saya berusaha tenang,” ungkapnya.

(fauziya/hidayatullah/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
Pesta Seks Bukan Nikmat Terbesar di Surga
Secular Radicalism, The Real Blasphemy
Biasakanlah Anak Minta Izin Ketika Masuk Kamar Orangtua
Meraih Sifat Qana’ah
Curahan Hati Petani
Babak Final Perjuangan Islam
Akhir Hidup Para Tiran
Jangan Sembarangan Menuduh Muslimah Sebagai Pelacur !
Nasehat Tere Liye Seputar Jodoh
Ketika Istri Marah
Mengukur Kembali Rasa Cinta
Agar Bahagia, Sesuaikan Harapan Pernikahan Anda
Mengapa Ayah Lebih Sabar daripada Ibu
Belajar Matematika Untuk Anak Usia Dini, Apa Dulu yang Diajarkan?
Pameran Kehebatan Anak
Apakah Pembicara Parenting Tak pernah Bermasalah dengan Anaknya?
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Mengenal Ulama Hadits Syu’bah bin Al-Hajjaj
Abdurrahman bin Auf ‘Manusia Bertangan Emas’
Ketika Bayi Menendang Perut Ibu
Menikmati Pengalaman Sebagai Ibu Menyusui
Dibalik Ketenaran Blewah di Bulan Ramadhan
Tetap Sehat Berpuasa Ketika Hamil
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Tips Merebus Telur yang Baik
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk