Wanita yang Diberi Minum Dari Langit

MuslimahZone.com –  Membicarakan para shahabat Rasulullah saw. memang tidak akan pernah usai. Kehidupan mereka dihiasi dengan berbagai macam keistimewaan. Mereka adalah generasi awal yang hidup bersama Rasulullah saw. Mereka adalah sebaik-baik generasi sebagaimana sabda Rasulullah saw. :
خَيْرُ أُمَّتِيْ قَرْنِيْ ثُمَّ الَذِيْ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْ يَلُوْنَهُمْ

Sebaik-baik umatku adalah masaku, kemudian orang-orang setelah mereka, kemudian orang-orang setelah mereka” (Muttafaq ‘alaih)

Termasuk di antara para shahabat dari kalangan wanita adalah Ummu Syuraik.

Ummu Syuraik Al-Quraisyiyah adalah kunyah (panggilan) bagi Ghaziyah binti Jabir bin Hakim. Beliau adalah seorang wanita Quraisy dari Bani Amir bin Lu’ai. Ia pernah menjadi istri Abu al-Akr ad-Dausi. Beliau masuk Islam ketika Rasulullah saw. berdakwah di Mekah. Ia merasa simpati dengan agama baru yang dibawa oleh Muhammad, seorang Rasul bergelar al-Amin. Hingga ketika iman telah merasuk di hatinya dan mengerti konsekuensi yang harus ditanggung oleh seorang Muslimah, iapun bergerak untuk menyebarkan agama baru itu, agama yang mengajarkan Laa Ilaaha Illallah, Muhammad Rasulullaah , agama yang sesuai dengan fitrah dan memuaskan akal manusia.

Secara diam-diam, Ghaziyah menjumpai para wanita Quraisy, mengajak mereka untuk mengikuti langkahnya, menganut agama Tauhid. Ia datangi rumah-rumah mereka tanpa bosan ataupun merasa lelah. Ia sadar benar bahwa agama baru ini harus disebarkan. Masyarakat Mekah yang saat itu hidup bergelimang dengan maksiyat, harus segera dibangunkan dari tidur panjangnya, untuk segera menyambut agama yang penuh rahmat bagi alam semesta. Masyarakat Mekah yang jahiliyah harus segera dibangkitkan, untuk menyongsong cahaya Islam yang akan menerangi kehidupan mereka

Ghaziyah juga sadar bahwa aktivitas ini menuntut pengorbanan dan kesiapan menanggung resiko dakwah yang dilakukannya. Betapa tidak, dakwah Islam yang dijalaninya seakan menantang arus. Masyarakat Mekah yang musyrik tentu tidak akan begitu saja membiarkan agama nenek moyang mereka diinjak-injak, kebiasaan hidup mereka dicela, bahkan Tuhan-Tuhan mereka dihina. Hingga pada akhirnya Ghaziyah mendapati realita penentangan hingga penyiksaan dari para pemuka Mekah. Inilah ujian dan cobaan yang menuntut kesabaran dan tawakal kepada Allah SWT.

Ibnu Abbas ra. menuturkan, “Hati Ummu Syuraik tersentuh Islam sejak masih tinggal di Mekah, maka iapun memeluknya. Setelah itu, ia mulai menemui wanita-wanita Quraisy secara diam-diam untuk mengajak mereka memeluk Islam. Tapi, aktivitasnya terendus oleh para pemuka Mekah, sehingga mereka menangkapnya dan berkata, ‘Seandainya tidak mempertimbangkan kaum kerabatmu, maka kami tidak akan segan-segan mempermalukanmu. Kami akan mengembalikanmu kepada mereka.’”

Demikianlah ujian dan cobaan dakwah telah dimulai, dan Ummu Syuraik telah siap menghadapinya.

Ummu Syuraik, Wanita yang Diberi Minum dari Langit

Ketika para pemuka Mekah mulai mengetahui aktivitas beliau, mulailah mereka menyiksanya. Ummu Syuraik menuturkan pengalaman penyiksaan itu. Ia berkata, “Mereka menaikkanku ke atas unta yang tidak dilengkapi dengan pelana atau lainnya. Lalu membawaku selama tiga hari tiga malam tanpa memberiku makan atau minum. Pada suatu hari, mereka beristirahat. Biasanya, jika beristirahat, mereka membiarkanku kepanasan sedangkan mereka berteduh. Mereka juga tidak memberi makan atau minum, sampai tiba waktu perjalanan. Akan tetapi, dalam kesempatan istirahat kali ini, tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang menetes di tubuhku, lalu menetes kembali. Setelah kuraba, ternyata itu adalah tetesan air dari sebuah ember. Maka aku segera minum sedikit, lalu ember terangkat dan kembali lagi, aku mengambilnya lagi dan minum sedikit . Lalu ember itu terangkat dan kembali lagi. Kejadian itu terus berulang beberapa kali dan aku meminumnya sedikit demi sedikit sampai puas. Kemudian aku membasuh seluruh tubuh dan pakaianku. Ketika orang-orang yang membawaku terbangun, mereka terkejut karena melihat tumpahan air ada di mana-mana dan mendapatiku tampak lebih segar dari sebelumnya. Mereka menudingku, ‘Engkau telah membuka ikatan, lalu mengambil wadah air kami dan meminumnya!’ Aku menjawab, “Demi Allah, aku tidak melakukannya. Melainkan yang terjadi adalah begini dan begini”. Mereka berkata polos, ‘Jika pengakuanmu itu benar, maka agamamu lebih baik daripada agama kami.’ Untuk membuktikan pengakuanku, mereka memeriksa wadah-wadah air yang mereka bawa, ternyata semuanya tetap seperti semula. Maka, saat itu juga, orang-orang musyrik yang membawaku itu menyatakan diri masuk Islam.”

Demikianlah, sebagaimana disampaikan dalam kitab yang lain, Ummu Syuraik diberi minum dari sebuah ember yang menggantung antara langit dan bumi, yang berulangkali menjulur untuk memberi minum dan menghilangkan panas di tubuhnya. Itulah rezeki dari Allah kepada Ummu Syuraik sekaligus keutamaan yang Allah berikan kepadanya.

Pelajaran yang Bisa Diambil dari Kiprah Ummu Syuraik

Ada pelajaran yang sangat berharga dari apa yang dilakukan oleh Ummu Syuraik Al-Quraisyiyah ini, yaitu tentang peran wanita dalam dakwah. Bagi sebagian orang boleh jadi dakwah bagi wanita menjadi perkara yang tabu, atau menganggap bahwa dakwah cukup dilakukan oleh para laki-laki atau menganggap bahwa dakwah hanya bisa dilakukan oleh pihak-pihak tertentu saja.

Dakwah yang dilakukan Ummu Syuraik mematahkan semua anggapan tadi. Ia memberikan teladan bahwa wanita pun mempunyai peran besar dalam merubah masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat yang diliputi dengan keimanan. Ia melakukannya jauh sebelum ayat-ayat yang memerintahkan berdakwah -terlebih bagi wanita- diturunkan.

Namun, teladan Rasulullah saw. yang secara langsung ia dengar dan ia lihat telah begitu kuat mendorongnya untuk menyebarkan hidayah Allah, menebarkan cahaya Islam ke tengah-tengah masyarakat Jahiliyah yang hidup dalam kegelapan. Tidak ada yang membuatnya bahagia, melainkan tersebarnya hidayah itu, sebagaimana Rasulullah saw. bersabda, 
لَأَنْ يَهْدِيَ اللهُ بِكَ رَجُلًا وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ

“Sungguh, jika Allah memberi petunjuk kepada satu orang dengan perantaraanmu, maka itu lebih baik bagimu daripada mendapatkan unta merah” (Muttafaq ‘Alaih)

Bahkan, pahala yang Allah sediakan bagi orang yang memberi petunjuk, sejatinya tidak akan mengendorkan aktivitasnya, bahkan semangatnya terus menggelora, sekalipun harus menghadapi berbagai halangan dan rintangan. Rasulullah saw. bersabda, 
من دعا إلى هدًى كان له من الأجر مثلَ أجورِ مَنْ تَبِعَه لا ينْقص ذلك من أجوْرهم شيْئًا و من دعا إلى ضلالة كان عليه من الإثم مثل أثام مَنْ تبعه لا ينقص ذلك من أثامهمْ شيْئًا
Siapa yang mengajak kepada petunjuk, maka ia akan mendapat pahala yang sama seperti pahala orang-orang yang mengikuti petunjuknya, tanpa mengurangi sedikit pun pahala-pahala mereka. Dan siapa yang mengajak kepada kesesatan, maka ia akan mendapat balasan dosa yang sama seperti dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi sedikitpun dosa-dosa mereka.” (HR Muslim)

Allah SWT pun memberikan pujian kepada para penyeru kebaikan, penyeru kepada Allah Rabb semesta alam,
ومنْ أحْسنُ قولا ممّنْ دعا إلى الله و عمِل صالحا و قال إنّنيْ من المسْلميْن
Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebaikan dan berkata, ‘Sungguh, aku termasuk orang-orang yang berserah diri’?” (TQS. Fushilat: 33)

Oleh karena itu, selayaknya apa yang dilakukan oleh Ummu Syuraik al-Quraisyiyah memberi inspirasi kepada para Muslimah untuk bersegera menyambut perintah Allah SWT yang bertebaran dalam al-Qur’anul Karim yang secara nyata menuntut seluruh kaum Muslimin untuk berdakwah. Allah SWT berfirman:
و لتكن منكم أمة يدعون إلى الخير يأمرون بالمعروف و ينهون عن المنكر و أولئك هم المفلحون
Dan hendaklah ada di antara kalian sekelompok orang yang menyeru kepada kebaikan (Islam), menyuruh yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (TQS. Ali Imran : 104)

Bahkan, secara khusus Allah menyebut satu persatu (tidak hanya laki-laki, tapi juga wanita) agar mereka bahu membahu dalam berdakwah, sebagaimana firman-Nya :
و المؤمنون و المؤمناتُ بعضهم أولياء بعضٍ يأمرون بالمعروف وينهون عن المنكر و يقيمون الصلاة ويؤتون الزكاة و يطيعون الله و رسوله أولئك سيرحمهم الله إنّ الله عزيزٌ حكيمٌ
Dan orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang munkar, melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana (TQS. at-Taubah : 71)

Dengan demikian, wanita sebagaimana laki-laki memiliki kewajiban yang sama dalam mengubah masyarakat sebagaimana yang dilakukan oleh Ummu Syuraik bersama dengan para lelaki. Mereka satu sama lain saling membantu dalam menegakkan kalimatullah, hingga Islam bisa tegak di Madinah dan terus membesar dan menyebar hingga 2/3 dunia di bawah naungan Khilafah. 

Namun sayang, saat ini kondisi telah berbalik. Islam yang dulu pernah berjaya hingga lebih dari 13 abad lamanya, kini mengalami kemunduran. Umat Islam terpecah belah. Syariah Islam pun sebagian besar hanya tersimpan dalam kitab-kitab fiqh. Al-Qur’an hanya sekedar dijadikan bacaan dan perlombaan, sedang isinya sekedar dipakai jika dipandang mudah, sementara yang lain cukup dijadikan sebagai hapalan. Lebih menyedihkan lagi manakala al-Qur’an dihinakan, dijadikan alat bukti tindakan terorisme.

Cukuplah kiranya kesedihan Rasulullah saw. yang diabadikan dalam al-Qur’an mengingatkan kita semua,
و قال الرسولُ يربّ إنَّ قومي اتخذوا هذا القرأن مهجورا
Dan Rasul (Muhammad) berkata, ‘Ya Tuhan-ku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan al-Qur’an ini diabaikan” (TQS. Al-Furqan: 30)

Oleh karena itu, sudah saatnya para Muslimah mengambil bagian dalam dakwah kepada tauhid, dakwah untuk mengembalikan kehidupan Islam yang dulu pernah diterapkan dalam rentang sejarah dari masa Rasulullah sw. hingga masa kekhilafahan Turki Usmani berakhir pada tahun 1924.

Agar Dapat Istiqamah dan Tegar Menghadapi Ujian dalam Dakwah 

Jika kita merujuk kepada apa yang terjadi pada Ummu Syuraik, maka keyakinan akan kebenaran Islamlah yang menjadikan beliau istiqamah di jalan dakwah. Keyakinan bahwa Islam adalah agama yang diridhai di sisi Allah bahkan karena kesempurnaannya, Islam menjadi solusi bagi setiap masalah yang dihadapi oleh manusia. Mari kita simak firman Allah SWT,
إنَّ الدِّيْنَ عنْد اللهِ الإسلامُ
Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam” (TQS. Ali Imran : 19)

اليوم أكملت لكم دينكم و أتممت عليكم نعمتي و رضيت لكم الإسلام دينا…
Pada hari ini telah Aku sempurnakan agama kalian untuk kalian, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagi kalian dan telah Aku Ridhai Islam sebagai agama kalian” (TQS. al-Maidah : 3)

Begitulah, Allah telah menjadikan Islam sebagai agama yang diridhai di sisi Allah, sehingga kebaikan Islam harus disampaikan ke seluruh masyarakat. Terlebih ketika saat ini kita berada dalam situasi serba krisis. Mulai krisis moral seperti seks bebas, aborsi, miras, narkoba hingga krisis ekonomi yang mengakibatkan masyarakat merasakan dampak naiknya berbagai harga kebutuhan pokok, pendidikan dan juga kesehatan, hingga merembet pada kasus kriminalitas yang semakin hari semakin mengkhawatirkan.

Semuanya bermuara pada tidak diterapkannya aturan al-Khaliqul Mudabbir dalam semua lini kehidupan. Oleh karenanya, upaya untuk mengembalikan Islam dalam kancah kehidupan sebagai way of life harus terus digencarkan. Dan tidak ada cara yang dicontohkan Rasulullah saw., kecuali dengan dakwah untuk mengembalikan kehidupan Islam.

Selain yakin akan kebenaran Islam, kita juga harus yakin terhadap janji dan pertolongan dari Allah SWT. Berbagai ujian dan cobaan itu tidak akan ada nilainya jika dibandingkan dengan janji Allah berupa pahala yang besar hingga surga sebagaimana dijanjikan Allah kepada keluarga Yasir ketika mendapatkan penyiksaan dari orang-orang Quraisy. Rasulullah saw. bersabda, 
صبرا أل ياسر فإنّ موعدكم الجنة…
Bersabarlah wahai keluarga Yasir. Sungguh yang dijanjikan Allah kepada kalian adalah surga…

Allah SWT pun menjanjikan pertolongan-Nya kepada orang-orang yang menolong agama Allah.
إن تنصروا الله ينصركم و يثبت أقدامكم يأيها الذين أمنوا
Wahai orang-orang yang beriman, Jika kalian menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian” (TQS. Muhammad : 7)

Sebagaimana pertolongan yang Allah berikan kepada Ummu Syuraik, semoga pertolongan Allah dan kemenangan yang dekat juga Allah limpahkan kepada kita semua yang secara nyata terlibat dalam dakwah. Wallahu musta’aan…

oleh :
Ir.Hj.Rina Komara
(Koordinator Lajnah Khusus Ustadzah dan Mubalighah Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Jawa Barat) 

(fauziya/muslimahzone.com)

No Responses

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk