Wanita Muslimah yang Tangguh

Muslimahzone.id – Setelah Shollahuddin Al-Ayyubi mengalahkan pasukan salib dengan telak pada serangan di Hitthin, mereka  ingin menuntut balas atas kekalahan besar masa lalu itu. Maka raja Prancis Louis IX  menyiapkan delegasi baru salib untuk menyerang umat islam di Timur untuk kedua kalinya dan mengirim surat ancaman kepada raja Sholih di Mesir dengan menakut-nakutinya sebagaimana yang telah dilakukan Spanyol terhadap bangsa arab di Andalusia. Maka Bahauddin, qodhi yang cerdas membalas suratnya, dia berkata:

 ((”Amma ba’du, telah sampai suratmu. Kamu mengancam dengan besarnya pasukanmu dan jumlah tentaramu akan tetapi kamu lupa satu hal bahwa kami adalah kumpulan pemegang pedang, tiada seorangpun dari kami yang terbunuh melainkan ada penggantinya. Tidaklah seseorang berlaku dholim terhadap kami kecuali kami menghancurkannya. Andai kau tahu wahai orang yang tertipu, betapa tajamnya pedang-pedang kami dan hebatnya serangan kami menaklukkan benteng-benteng dan pantai-pantai kalian, maka kamu pasti akan menggigit jari karena menyesal. Pada suatu hari , awalnya bagi kami dan akhirnya musibah bagimu,  Orang-orang dholim akan mengetahui siapa yang akan menyesal”)).

Delegasi salib datang atas perintah raja Prancis dan mereka berhasil menguasai Dimyath. Raja menetap di sana selama enam bulan untuk menyempurnakan persiapan penyerangan sebelum perang dimulai. Maka orang-orang Mesir menghimpun kekuatan, menyatukan tekad, dan menunggu saat untuk berjihad dan berjuang.

Ketika pasukan salib menyiapkan serangan ke Mansyurah, raja Sholih (raja negeri itu) wafat secara mendadak. Musibah pada saat yang genting itu mengejutkan Syajarotuddur, permaisurinya dan ia bertanya pada dirinya sendiri:

“Apa yang akan kulakukan di hadapan serangan Prancis? Apa yang kulakukan di saat yang sempit dan genting ini?” Dia dapat menguasai dirinya dan berkata:

“Seandainya para perwira dan tentara mengetahui kematian raja dan pemimpin mereka, maka hal ini pasti akan melemahkan nyali dan berakibat perpecahan dalam barisan mereka. Maka pasti berakhirlah dengan kekalahan.”

Syajarotuddur memutuskan untuk merahasiakan kematian raja Sholih dari semua orang sehingga tiada seorangpun yang mengetahuinya. Dialah yang mengurus semua perkara jenazah dan perang, dikeluarkannya komando-komando atas nama suaminya kepada pemimpin pasukan sampai putranya, Tauransyah sang pewaris tahta kembali dari bepergiannya. Dia mengumumkan bahwa raja sedang sakit dan tidak bisa menemui seorangpun. Dia mengurus jenazahnya, memasukkannya ke dalam peti yang terbuat dari kayu cendana, dan membawanya ke Mesir dengan kapal yang melalui sungai Nil, tak seorangpun dari awak kapal mengetahui apa yang dibawanya, kapal itu berlabuh di pantai pulau Raudhah, peti yang tertutup dengan segala rahasianya dibawa ke istana, kehidupan yang tenang mengalir di istana raja Mansyurah.

Surat-surat dikirim kepada raja, Syajaratuddur mangeluarkan suratnya dengan stempel raja tanpa ada seorangpun yang curiga akan hal itu.

Syajaratuddur mengawasi sendiri keadaan pasukannya, menyusun langkah-langkah perang, mengawasi gerakan musuh, menyusun pasukan gerilyawan yang akan menyerang benteng-benteng salib, meruntuhkan bangunan-bangunan, membakar kemah-kemah, membinasakan pasukan mereka, dan menjadikan ketakutan dan kebingungan ada pada diri musuh.

Perang besar berkobar, rakyat dan pasukan berjuang bersama. Penduduk Mansyurah baik besar maupun kecil turut keluar memerangi raja Perancis beserta pasukannya di sepanjang jalan, lorong, dan gang. Mereka berperang dengan tombak dan pedang, melemparkan batu-batu dan kerikil dari atas rumah, setelah membentengi dalam kota dengan mendirikan pagar-pagar dan kemah-kemah.

Pasukan Perancis yang besar kalah pada penyerangan lain yang dilakukan secara tiba-tiba, hingga pasukan kocar-kacir sampai ke utara, hingga pasukan Mesir mengusir mereka dan menangkap raja Louis kemudian memenjarakanya, itulah yang diinginkan oleh pasukan Mesir, maka digiringlah raja Louis dengan ikatan besi keliling Mansyurah, Syajaratuddur memenjarakannya di penjara Dar Ibnu Luqman, dia dilepaskan dengan tebusan yang tinggi sebagai ganti rugi atas penghinaan dan kerusakan yang ditimbulkan pasukannya di negeri ini.

Subhaanallah! Demikianlah ketangguhan Syajaratuddur dengan kecemerlangan akalnya dan pertolongan Alloh, dia mampu merahasiakan sesuatu dan menuntaskan samua urusannya….. Demikianlah kepiawaiannya menyatukan tekad dalam satu tujuan dan satu barisan pada saat yang sempit dan genting hingga diraihnya kemenangan cemerlang yang terukir dalam sejarah dengan tinta emas.

Oleh: Sufikusuma Wardani

Komentar Anda

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Menikah Muda Why Not ?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Anak-anak dan Membaca
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Wanita Muslimah yang Tangguh
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Tips Kecantikan ala Aisyah Istri Nabi
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk