Wanita Dengan Sandal Kayu

MuslimahZone.com – Nabi salallahu‘alaihi wasallam menyampaikan khutbah panjang suatu hari yang meliputi urusan dunia dan akhirat.

Beliau juga mengatakan: ‘Sesungguhnya, hal pertama yang menghancurkan Bani Israa’eel adalah perempuan miskin dan membutuhkan, yang memakai pakaian sangat panjang dan berwarna. Mereka mengenakan pakaian warna-warni yang hanya mampu dipakai oleh perempuan kaya.

Dia kemudian menyebutkan salah satu wanita dari Bani Israil yang tubuhnya pendek. Dia memiliki sebuah sandal kayu untuk menyembunyikan tinggi badannya dan membuat untuk dirinya sendiri sebuah cincin dengan alat pembuka yang terkunci dari atas. Dia mengisinya dengan musk. Dia kemudian berjalan dengan wanita tinggi atau wanita gemuk. Orang-orang mengirim seorang pria di belakang mereka dan pria itu mengenali perempuan tinggi tetapi tidak dengan wanita dengan sandal kayu. “[Sahih Muslim]

Nabi salallahu‘alaihi wa sallam memperingatkan para sahabatnya tentang dunia dan kehidupan yang penuh warna, dan mendorong mereka untuk memikirkan akhirat. Beliau menyarankan mereka untuk menahan diri dari melakukan apa yang telah dilakukan Bani Israa’eel yang menyebabkan mereka menjadi terkutuk. Beliau juga menelusuri akar penyebab kehancuran Bani Israa’eel.

Awal kehancuran mereka terletak pada orang-orang kaya dari mereka yang menampilkan kemegahan dalam hal pakaian, perhiasan pribadi, makan dan minum. Mereka boros dan menghabiskan hartanya untuk hal-hal tersebut. Orang miskin terkesan dengan standar orang kaya, istri dari pria miskin bersaing dengan istri orang-orang kaya, berusaha menyesuaikan diri dengan mereka, dan melakukan apa yang mereka lakukan. Hal ini tentu sangat membebani orang-orang miskin.

Ketika orang-orang kaya bertingkah laku dengan cara tertentu, ini secara alami akan menyebabkan orang miskin cepat atau lambat mencoba untuk meniru mereka. Hal ini kemudian akan menambah masalah keuangan untuk mereka.

Allah subhana wa ta’ala tidak memberikan beberapa orang kekayaan sehingga mereka bisa menjadi tuan atas orang lain. Dia memberikannya kepada mereka untuk mendapatkan akhirat dengan kekayaannya itu. Ini adalah sifat manusia yang ingin membedakan dirinya sendiri. Tapi Allah subhana wa ta’ala menempatkan ambisi ini dalam diri kita sehingga kita mencoba untuk mengalahkan satu sama lain dalam perlombaan menuju Jannah dan mencoba untuk mendapatkan tingkat yang lebih tinggi. Ini adalah apa yang diperebutkan oleh para sahabat Rasul .

Kita, di sisi lain, bersaing untuk perbedaan kecil dari dunia ini. Kita mencoba untuk menunjukkan bahwa kita lebih baik daripada yang lain berdasarkan pakaian yang kita kenakan, mobil yang kita kendarai, bahasa kita dalam berbicara, dan teknologi yang kita gunakan. Ini adalah standar palsu yang ditetapkan.

Allah subhana wa ta’ala memerintahkan bagi wanita untuk menggunakan jilbab, menjalankan hidup sederhana, dan menyingkirkan segala kepalsuan.

Tujuan dari seorang Muslim bukan untuk semakin dikenal dalam kehidupan duniawi tetapi untuk mempersiapkan dirinya untuk akhirat dan mencari keridhaan Allah subhana wa ta’ala.

Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami uji mereka dengannya.” (Qur’an 20: 131)

Perumpamaan kehidupan dunia ini adalah seperti seorang musafir yang beristirahat di tengah hari di bawah naungan pohon dan kemudian meninggalkannya.” (Ahmad, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan al-Hakim)

Jadilah di dunia ini seperti orang asing, atau musafir.” (HR Bukhari)

Ketika Allah Azza wa Jall memberikan seseorang apa yang dia cintai dari keuntungan duniawi meskipun dia tidak taat, maka itu merupakan godaan bertahap.” (Ahmad dan al-Baihaqi)

Masanya sudah dekat, sedangkan orang menjadi lebih serakah untuk kehidupan dunia dan lebih jauh dari Allah.” (Al-Hakim)

Yahya Ibnu Mu’ath, semoga Allah merahmatinya, mengatakan:

“Aku tidak memerintahkanmu untuk meninggalkan kehidupan dunia tetapi tinggalkanlah dosa. Meninggalkan kehidupan dunia adalah suatu kebajikan dan meninggalkan dosa adalah wajib, sehingga kebutuhanmu untuk meninggalkan dosa lebih besar dari kebutuhanmu untuk meninggalkan kehidupan dunia.”

Hidup ini penuh dengan manfaat dan kekayaan: Tanah di mana manusia membangun tempat tinggalnya, dan menumbuhkan bahan makanan, minuman, pakaian … dll, semua merupakan makanan bagi tubuh manusia dan jiwa berjalan menuju Allah. Manusia tentu saja tidak bisa melakukan apapun tanpa kebutuhan vital ini. Orang yang mengambil kebutuhan tersebut hanya sesuai dengan kebutuhan pokoknya saja sebagaimana diperintahkan oleh Allah yaitu untuk disimpan dan disyukuri. Tetapi siapapun yang mengambil lebih dari yang diperlukan untuk dirinya sendiri akan jatuh ke dalam ketamakan yang akan membawa dia ke dalam bahaya bukan manfaat, dan akibatnya mengalihkan dia dari jalan yang benar menuju Allah dan akhirat.

Demikian juga, mengambil kurang dari yang dibutuhkan dari manfaat duniawi dapat berbahaya karena tubuh manusia butuh untuk memenuhi kebutuhan dasar tertentu, dan yang akan meningkatkan kemampuan untuk menyembah Allah dengan sempurna.

Umar Ibn Abdil Aziz mengatakan:

“Kehidupan dunia ini bukanlah tempat tinggal yang kekal untukmu karena Allah telah menyatakan bahwa itu akan binasa dan bahwa semua penduduk bumi harus meninggalkannya. Berapa banyak negeri yang akan segera datang keruntuhannya, dan berapa banyak penduduk yang bahagia akan segera meninggalkan kediamannya. Oleh karena itu, kau harusmeninggalkan dunia ini dengan cara yang terbaik yang kau bisa, dan yang terbaik dari ketentuan adalah ketakwaan. Kehidupan dunia ini bukanlah rumah atau tempat tinggal bagi orang beriman, ia harus ada di dalamnya, seperti orang asing yang bertujuan untuk mengambil ketentuan yang dipersyaratkan dan kembali ke rumah, atau wisatawan yang berada di suatu tempat dan orang yang melanjutkan siang dan malam untuk mencapai negara tempat tinggal. ”

Seorang penyair mengatakan:

“Manusia harus mengambil seminimum mungkin dari kesenangan duniawi karena ia meninggalkan sebuah janji; mengubah matanya jauh dari kehidupan ini dan perhiasannya, melakukan semua upaya untuk menjauhkan diri dari nafsu, karena itu adalah tempat kesenangan sementara dan ujian, dan semua orang di dalamnya akan binasa.”

Tidaklah mungkin bagi seorang muslim untuk mendahulukan hiburan dibandingkan tanggung jawab. Mereka yang tidak percaya pada pahala di akhirat mungkin mencoba untuk menunaikan apa pun yang mereka bisa di dunia ini. Tapi seorang Muslim tahu bahwa manfaat akhirat jauh lebih besar. Baginya itu seperti mengambil $ 100 sekarang atau $ 1.000.000 setelah satu bulan. Tunai tidak sama dengan kredit. Jadi dia lebih suka untuk memilih kredit dibandingkan tunai.

Sumber: idealmuslimah

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk