Wanita dengan Kataatan Seharum Parfum

Muslimahzone.com – Ketaatan adalah sesuatu yang mahal harganya. Tidak semua orang konsisten dalam ketaatannya, apalagi kepada ‘sesuatu’ yang tak bisa dilihat dan disentuhnya. Hanya keimanan lah yang menjadi landasan utama.

Tokoh sahabat perempuan (shahabiyah) yang akan dibahas kali ini adalah seseorang yang amat masyhur karena ketaatannya. Dilansir dari republika, inilah gambaran singkat tentang Al-Haula binti Tuwait, wanita dengan ketaatan seharum parfum.

Abu Naim al-Ashbahani, dalam kitabnya yang berjudul “Hilyat al-Auliya’ wa Thabaqat al-Ashfiya’—kitab yang memuat kumpulan para wali dan ahli zuhud—menyebutnya sebagai simbol bagi wanita yang bersungguh-sungguh beribadah kepada Allah SWT dan komitmen menempuh jalan tersebut.

Bahkan, lantaran kegigihan berolah spiritual, shahabiyah itu pun nyaris tak menghiraukan kesehatan dirinya. Semua itu, ia lakukan untuk mencapai rida-Nya. Sosok yang dimaksud al-Ashbahani itu, tak lain ialah Al-Haula’ binti Tuwait.

Tak banyak cerita tentang riwayat perihal kelahiran, keluarga, dan sepak terjang, serta catatan kematian tokoh yang bernama lengkap Al-Haula’ binti Tuwait bin Habib bin Asad bin Abd al-Uzza bin Qushayyi al-Quraisyiyah al-Asadiyah itu. Cerita tentang dirinya, dipenuhi dengan kisah ketaatannya.

Setelah berikrar syahadat dan berbaiat untuk taat kepada Rasulullah SAW pasca peristiwa hijrah, ia mendedikasikan hidupnya bagi agama. Satu hal lagi yang tampaknya disepakati para penulis sejarah, ia adalah teladan gemar ibadah dan cermin ketaatan. Prestasi inilah yang menempatkannya istimewa di sisi Rasulullah.   

Aisyah RA menuturkan, Rasulullah pernah melakukan penyambutan khusus ketika al-Haula’ menghadap. Penyambutan hangat itu mengundang pertanyaan Aisyah. Apa yang membuat al-Haula’ dimuliakan sedemikian rupa?

Menurut Rasulullah, penghormatan itu diberikan lantaran al-Haula telah berkomunikasi baik dengan keluarga Nabi ketika Khadijah masih hidup meskipun al-Haula’ belum memeluk Islam.

Produktif

Produktivitas hidupnya tak diragukan. Siang hari, ia mencari nafkah sebagai penjual minyak wangi di Madinah. Profesinya itu pun tersohor hingga ia dijuluki at-tharah. Kala manusia tertidur lelap, kedua matanya terjaga.

Hatinya terpaku “berkomunikasi” dengan Tuhannya. Sepanjang malam, ia berzikir, bertasbih, bertahmid, dan menegakkan shalat. Hampir saja, ritualnya itu mengalahkan kesehatan fisiknya. Ia beribadah dan urung tidur malam.

(fauziya/muslimahzone.com)

No Responses

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk