Waktu Yang Barokah

Muslimahzone.com – Menunggu adalah sesuatu yang menjemukan. Mungkin itu ungkapan yang sering kita dengarkan atau kita rasakan ketika sedang menunggu. Apalagi menunggu dalam keadaan penuh ketidakpastian. Misalkan kita menunggu antrian loket, antrian dokter, atau mungkin ketika sedang menunggu panggilan wawancara kerja. Bosan dan sangat menjemukan akan selalu kita rasakan ketika kita sedang dalam posisi menunggu.

Banyak cara yang dilakukan untuk mengisi waktu menunggu tersebut. Dari bersosmed ria di smartphone, membaca koran, membaca buku, atau sekedar ngobrol dan lain sebaginya. Tentu apa yang dilakukan ketika menunggu itu sangat tergantung dengan kebiasaan orang tersebut. Dan bisa jadi waktu menunggu itulah justru menjadi waktu yang sangat bermanfaat untuk pengembangan diri kita, pengembangan usaha yang kita lakukan dan membangun relasi dengan orang lain. Tetapi tidak sedikit pula yang mengisi waktu menunggu itu dengan sesuatu yang sia-sia. Hanya melamun benggong tak jelas apa yang dibayangkan, atau hanya bercanda, ngerumpi dan lain sebagainya. Dan pasti apa yang kita lakukan itu akan memberikan dampak kepada pada kita baik disadari ataupun tidak.

Akan tetapi tidakah kita tahu? Sebenarnya semua orang di dunia ini sedang menunggu sesuatu yang pasti menemui kita? Sesuatu yang sangat rahasia tetapi semua orang memahaminya walau tidak tahu kapan akan ditemuinya. Ya, kita sedang menunggu datangnya kematian. Datangnya malaikat Izrail yang bertugas mencabut nyawa kita.

Lantas apa yang sudah kita lakukan untuk mengisi waktu dalam menunggu datangnya kematian tersebut? Mengisinya dengan hal hal yang positifkah? Atau jangan-jangan kita justru termasuk orang yang suka menelantarkan waktu? Kembali lagi semua itu akan sangat tergantung dengan pemahaman dan kebiasaan kita seperti apa.

Coba kita renungkan nasehat yang sangat bermanfaat dari orang yang paling kita cintai, orang yang menjadi tauladan hidup bagi kita semua. Dialah Rasulullah Muhammad SAW.

Dari Ibnu Abas ra dia berkata: Rasulullah SAW bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua nikmat yang kebanyakan orang tertipu padanya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari No. 6412)

لاَ تَزُوْلُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَ أَفْنَاهُ, وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَ أَبْلاَهُ, وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَ أَنْفَقَهُ, وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ؟

“Tidak akan bergerak kaki anak Adam pada hari kiamat dari sisi Rabb-nya sampai dia ditanya dengan lima pertanyaan: Tentang umurnya kemana dia habiskan, tentang masa mudanya dimana dia usangkan, tentang hartanya dari mana dia mendapatkannya dan kemana dia belanjakan, dan apa yang sudah dia amalkan dari ilmunya?” (HR. At-Tirmizi no. 2416 dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ No. 7299)

Artinya waktu itu adalah sangat berharga. Waktu adalah kehidupan. Menyia-nyiakan waktu sama dengan kita menyia-nyiakan kehidupan kita. Umur manusia terdiri dari kumpulan hari. Jika berlalu satu hari berarti telah berlalu pula bagian dari umurnya. Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata,

يَا ابْنَ آدَمَ, إِنَّمَا أَنْتَ أَيَّامٌ, إِذَا ذَهَبَ يَوْمٌ ذَهَبَ بَعْضُكَ

“Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau adalah (kumpulan) hari-hari, apabila berlalu satu hari maka berlalu pula bagian darimu.” (Al Hilyah: 2/148 dan dalam Siyar A’lam Nubala: 4/585).

Tidaklah ada satu hari dari hari-hari dunia kecuali ia berbicara dan berkata: Wahai manusia, sesungguhnya aku ini hari baru. Aku menjadi saksi atas apa yang engkau kerjakann padaku. Sesungguhnya jika matahariku telah terbenam, maka aku tidak akan kembali lagi kepadamu sampai hari kiamat.” (HR Imam Ahmad)

Sekarang pilihan ada ditangan kita. Akan kita sia-siakan waktu kita dan kita pasti menyesal di belakang hari, baik di dunia terlebih di akhirat kelak? Ataukah kita memanfaatkan waktu kita agar waktu yang kita miliki ini menjadi waktu yang barokah. Waktu yang mendatangkan keridhoan Allah SWT. Waktu yang akan menjadikan kita menjadi orang orang yang beruntung karena dikumpulkan di Syurga-Nya. Semoga kita bisa menggapainya. Aamiin.

Sigit Nur Setiyawan

(bogoraya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk