Waktu, Kerugian dan Amal Shalih

MuslimahZone.com – Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran, dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al Ashr : 1-3)

Imam Fakhruddin Ar Razi, dalam tafsirnya, Mafatihul Ghaib memberikan penjelasan menarik tentang hubungan masa /waktu dengan kerugian, beliau menyatakan:

Karena sesungguhnya kerugian itu adalah hilangnya modal, dan modalnya manusia adalah umurnya, dan modal tersebut terus berkurang seiring dengan hilangnya umurnya.

Di sisi lain, modal yang berupa waktu kehidupan yang dimiliki manusia, sangat pendek, terbatas dan tidak kekal. Ketika Allah bertanya” ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?”

Mereka menjawab: “kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari. Maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung. Allah berfirman, “kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, jika kamu sungguh mengetahui.” (QS. Al Mu’minuun : 113-114)

Seandainya modalnya kekal, misalnya bermodal 100 juta, dia hamburkan 50 juta, tetap saja modalnya 100 juta, dia keluarkan 100 juta lagi, tetap dia miliki 100 juta, tentunya tidak terlalu bermasalah kalau sembarangan menghambur modal.

Namun jika modalnya sedikit dan tidak kekal maka merupakan kerugian kalau dihamburkan-hamburkan tanpa menghasilkan sesuatu. Begitu juga akan rugi jika modal tersebut hanya menghasilkan sesuatu yang fana pula, yakni kehidupan dunia ini, karena nanti akan lenyap bersama lenyapnya usia.

Katakanlah: kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS An. Nisaa: 77)

Sungguh keberuntungan hanya diperoleh kalau seseorang mendapatkan ganti yang jauh lebih besar dari modalnya yang telah hilang, ganti ini hanya akan diperoleh dengan melakukan amal shalih.

Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya, dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan).” (QS Al An’am: 160)

Demikian juga pahala berinfak di jalan Allah swt, kepada pelakunya dijanjikan akan mendapatkan balasan tujuh ratus kali lipat dari harta yang diinfakkan itu. (QS Al Baqarah : 261)

Di antara amal shalih yang menjanjikan keuntungan lebih besar, dan masih mengalir walaupun modal usia telah habis, adalah dengan saling berwasiat untuk menaati kebenaran dan menetapi kesabaran. Dia bukan hanya mendapatkan balasan berlipat, namun juga mendapatkan balasan sebagaimana balasan orang yang mengerjakannya. Rasulullah sawa bersabda:

Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sama dengan yang mengerjakan.” (HR Muslim)

Mungkin usianya pendek, namun dengan mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran, seolah dia hidup lebih lama dari umur yang sebenarnya. Sebab, kematian –yang lazimnya menghalangi seseorang untuk beramal dan mendapatkan pahala dari amal tersebut—masih memberikan peluang baginya untuk memperoleh pahala.

Sungguh modal usia yang kita miliki sangat sedikit, mau kita gunakan untuk kebaikan atau kejahatan, maupun tidak dipakai sekalipun, modal itu pasti akan habis. Bila kita bertekad menginvestasikan waktu hidup kita untuk kebaikan, sesungguhnya resiko penderitaan yang mungkin kita alami sangat sebentar, yakni hanya di dunia ini, sedangkan keberuntungan di akhirat sungguh tiada batasnya.

Sebaliknya, bila modal usia ini kita gunakan untuk maksiat, maka kemungkinan kenikmatan yang diperoleh sangat sedikit, yakni hanya kenikmatan di dunia yang fana ini, sementara siksa yang bakal diterima di akhirat sangat berat.

Begitu juga jika modal usia ini lebih banyak kita gunakan untuk bermain-main, atau mengejar kenikmatan dunia, walaupun halal sekalipun, maka sungguh kerugian juga yang akan kita jumpai, karena modalnya habis, begitu juga kenikmatan yang diperoleh juga akan habis.

Semoga kita dimudahkan Allah untuk mengisi hari-hari kita dengan ketaatan yang dilandasi keimanan, karena tanpa landasan iman, semua kebaikan akan sia-sia.

Dan orang-orang yang kafir, amal mereka laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi didatanginya air itu dia tidak mendapatinya apapun.” (QS An Nuur: 39).

Sumber: Kumpulan Ceramah Ramadhan

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk