Wahai Para Suami, Dengarkanlah Nasihat Istri-istrimu

MuslimahZone.com – Sering kali karena merasa sebagai suami, seorang lelaki enggan menerima saran kebaikan dari wanita yang telah menjadi istrinya. Alasannya bisa lantaran gengsi, keras kepala, atau kebodohan diri. Padahal, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang merupakan suami terbaik di dunia ini pun mendengarkan dan mempraktikkan nasihat istrinya.

Dalam peristiwa Hudaibiyah, beberapa sahabat terpukul kejiwaannya. Mereka kecewa sebab Nabi Shallalahu ‘alaihi wa Sallam tampak memenangkan kaum kafir Makkah. Alhasil, saat Nabi perintahkan kepada mereka untuk menyembelih hewan qurban dan bercukur, para sahabat tak menghiraukan perintah Nabi.

Maka masuklah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ke tenda salah satu istrinya, Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha. “Celakalah orang-orang. Aku telah memerintahkan mereka dengan suatu perintah, tapi mereka tidak menjalankannya,” tutur Nabi sebagaimana diriwayatkan Imam al-Bukhari.

Kepada suami yang amat disayanginya itu, Ummu Salamah sampaikan usul. Ia mengatakan agar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mendatangi sahabatnya, menyembelih hewan qurbannya, dan mencukur rambutnya, tanpa menyampaikan satu kalimat pun.

Kemudian, dengan hati lapang, sang Nabi melakukan usul istrinya itu. Beliau mendatangi para sahabat, mengambil posisi di tengah kumpulan sahabat, kemudian menggiring dan menyembelih hewan qurbannya, diakhiri dengan mencukur rambut.

Benarlah. Nasihat yang disampaikan dengan tulus akan dilakukan dengan ikhlas, dan hasilnya pun kebaikan. Melihat itu, para sahabat pun bergegas melakukan apa yang dikerjakan Nabi. Mereka langsung meneladaninya. Dan, itulah kekuatan teladan; ia lebih bermakna dari jutaan kalimat yang tak diikuti dengan laku.

Wahai para suami, adakah kau campakkan nasihat yang berasal dari istri-istrimu? Adakah kau menganggapnya remeh dan tak berharga? Apakah kau picingkan mata kemudian melemparkan nasihatnya ke tong sampah sebab menganggap nasihat istrimu sebagai sesuatu yang tak bermakna?

Maka bersikap rendah hatilah. Dengarkan nasihat istri-istrimu dengan cinta. Terimalah dengan lapang hati. Dengarkan sepenuh cinta. Dan, lakukanlah jika muatannya baik. Serta, ingatkan dan luruskan jika buruk makna dan dampaknya.

Sungguh, jika Nabi yang mulia saja menerima nasihat kebaikan dari istrinya, maka kita yang jauh dari sebutan mulia jauh lebih layak untuk mendengarkan dan mengerjakan nasihat kebaikan dari istri-istri yang kita cintai dan telah sampaikan nasihat dengan sepenuh hati.

Sumber: keluargacinta.com

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk