Wahai Ayah, Bermainlah Bersama Anak-Anakmu

MuslimahZone.com – Seorang ayah memang memiliki tanggung jawab nafkah bagi keluarga, sehingga wajar jika umumnya para ayah sangat sedikit memiliki waktu di rumah. Apalagi yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan lainnya. Tentu selain sedikit, mungkin kondisi fisik kala di rumah sudah sangat lelah.

Namun demikian, seorang ayah tidak boleh terbawa keadaan. Ada satu kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan yang dipesankan Nabi Muhammad Shallallahu Alayhi Wasallam, terutama ketika anak-anak masih balita. Yakni bermain bersama anak-anak.

Sekalipun terkesan sederhana, jika tidak disadari dengan baik, seorang ayah akan sangat kecil kemungkinan mengagendakan waktunya bermain bersama anak-anak. Padahal, bermain bersama anak-anak, terutama kala balita sangat baik untuk menguatkan hubungan batin antara ayah dan anak.

Tauladan Rasulullah

Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam sendiri di tengah kesibukannya memimpin umat masih menyempatkan waktu untuk bermain bersama anak-anak.

Suatu riwayat menyebutkan Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam menyuruh Abdullah, Ubaidillah, dan lain-lain dari putra-putra pamannya Al-Abbas Radhiyallahu anhu, untuk berbaris lalu berkata, “Siapa yang terlebih dahulu sampai kepadaku akan aku beri sesuatu (hadiah).”

Anak-anak itu pun bergegas berlomba-lomba menuju beliau, kemudian duduk di pangkuan Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam, lalu Rasulullah menciumi mereka dan memeluknya.

Dengan demikian para ayah jangan sampai tidak mengagendakan waktunya untuk bermain bersama putra-putrinya. Tidak mesti ke taman bermain sebagaimana umumnya orang melakukannya. Cukup di rumah saja; dengan bermain kuda-kudaan, kejar-kejaran atau pun sekedar berjalan-jalan di sekitar rumah sambil mengenalkan anak pada lingkungan sekitar.

Mengubah Emosi

Selain itu, bermain bersama anak bisa mengubah emosi anak. Misalnya, seorang anak marah karena mainannya dipinjam oleh adik atau kakaknya. Kemudian dia menjadi rewel dan mencari perhatian. Dalam kondisi itu bermain bisa membuat emosi anak berubah seketika.

Ajak saja anak untuk berlari-lari, atau bersama anak masuk dalam selimut untuk menutup badan bersama. Atau dengan bermain apa yang disukai sang anak, insya Allah anak akan segera terpancing untuk ikut bermain dan merelakan apa yang sebelumnya membuatnya tidak nyaman.

Tidak Monoton

Seorang ayah yang memiliki kebiasaan bermain dengan anak-anaknya akan memiliki kemampuan komunikasi yang luwes, sesuai dengan tabiat anak-anak. Tidak kaku sebagaimana orang dewasa. Hal ini tentu akan sangat menyenangkan hati anak-anak.

Seperti yang Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam lakukan ketika memanggil Anas bin Malik Radhiyallahu anhu. “Nabi Shallallahu Alayhi Wasallam memanggilku : ‘Wahai pemilik dua telinga’ (HR Ahmad dalam al-Musnad 3/127, Abu Dawud dalam sunannya no. 4994, at-Tirmidzi dalam sunannya no. 2059).

Di sini tentu sangat menarik apa yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam. Bagaimana cara beliau bermin-main dan bercanda dengan memanggil Anas dengan sebutan ‘pemilik dua telinga.’

Tentu panggilan semacam itu sangat aneh dan mengundang kelucuan, sebab bagaimana mungkin Anas tidak memiliki dua telinga. Namun, kala dewasa ternyata dari candaan ringan itu Anas Radhiyallahu Anhu benar-benar mampu menggunakan telinganya sebagai alat penerima pesan penting dari apa yang Rasulullah ucapkan. Jadi, tidak heran jika Anas menjadi sahabat yang termasuk banyak meriwayatkan hadits.

Jika para ayah mau meluangkan waktu bermain bersama anak-anaknya, insya Allah anak-anak tidak akan merasa ‘gerah’ apalagi sampai tidak betah berada di rumah. Ia akan senang dan nyaman di rumah bersama ayah yang suka mengajaknya bermain.

Dan, dalam kondisi seperti itu, insya Allah anak lebih siap mendengar nasehat dan lebih bisa merasuk dalam qalbunya. Seperti yang Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam teladankan kepada Anas Radhiyallahu Anhu. Jika demikian, kenapa tidak kita lakukan? Wallahu A’lam.

(fauziya/hidayatullah/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
Secular Radicalism, The Real Blasphemy
Biasakanlah Anak Minta Izin Ketika Masuk Kamar Orangtua
Meraih Sifat Qana’ah
Hati-hati Terjebak Syirik Kecil
Babak Final Perjuangan Islam
Akhir Hidup Para Tiran
Jangan Sembarangan Menuduh Muslimah Sebagai Pelacur !
Memurnikan Keikhlasan
Ketika Istri Marah
Mengukur Kembali Rasa Cinta
Agar Bahagia, Sesuaikan Harapan Pernikahan Anda
Tips Menjalani LDM Bagi Suami Isteri
Mengapa Ayah Lebih Sabar daripada Ibu
Belajar Matematika Untuk Anak Usia Dini, Apa Dulu yang Diajarkan?
Pameran Kehebatan Anak
Apakah Pembicara Parenting Tak pernah Bermasalah dengan Anaknya?
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Mengenal Ulama Hadits Syu’bah bin Al-Hajjaj
Abdurrahman bin Auf ‘Manusia Bertangan Emas’
Ketika Bayi Menendang Perut Ibu
Menikmati Pengalaman Sebagai Ibu Menyusui
Dibalik Ketenaran Blewah di Bulan Ramadhan
Tetap Sehat Berpuasa Ketika Hamil
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Tips Merebus Telur yang Baik
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk