Untuk yang Gagal Khitbah, Ini Tips dari Iwan Januar

Muslimahzone.com – Setiap rencana tak selalu berjalan mulus. Termasuk dalam menemukan pendamping hidup. Tidak jarang kegagalan ditemui dan kekecewaan menghantui. Namun, sebagai seorang Muslim, kegagalan itu bukan akhir dari segalanya. Hendaklah tetap berusaha disamping juga berdo’a.

Iwan Januar, penulis buku-buku seputar pernikahan juga pengisi training seputar remaja, memberikan tips bagi antum yang gagal dalam proses khitbah. Berikut tipsnya:

1. Belajar untuk menerima qodlo Allah SWT.

Man proposes, God disposes. Kita punya rencana, tapi Allah punya keputusan. Dialah al-Qadir wal Muqtadir. Kegagalan khitbah itu episode dalam hidup untuk belajar menerima keputusan Allah SWT. Banyak hal dalam hidup yang berada di luar kemampuan kita sebagai manusia. Bisa karena si dia secara sepihak membatalkan khitbah, atau pihak keluarga dia atau justru keluarga kita yang keberatan prosesi khitbah berlanjut, atau karena faktor lain yang di luar kalkulasi kita sebagai manusia, termasuk kematian yang memutuskan ikatan khitbah tersebut.

Menerima qodlo/takdir Allah adalah tanda keimanan kita, bahwa manusia adalah lemah dan hanya Allah yang Mahakuasa.

2. Belajar Menata Komitmen

Di antara sebab gagalnya khitbah karena persoalan komitmen yang tak jelas. Satu pihak menunggu kepastian berlangsungnya khitbah sampai ke akad nikah, sedangkan yang satu lagi tak kunjung memberi kepastian. Ditanya bagaimana tanggapan keluarga, belum memberikan jawaban. Ditanya rencana kapan akad akan dilangsungkan, malah menghindar. Ketika ditanya perkembangannya jawabannya; “Kalau akhi/ukhti merasa keberatan, ya kita udahan saja.” Ini jawaban yang menyebalkan juga menyakitkan.

Bila posisi akhi/ukhti merasa sebagai korban yang di-PHP-kan, saran saya sebaiknya ambil sikap tegas. Cukup sampai disini. Capek menunggu kabar yang tak jelas juntrungannya, sedangkan di pihak sana seperti tak peduli.

Tapi kalau posisi akhi/ukhti sebagai pihak yang memberi PHP, segeralah berubah. Tak ada orang yang senang diulur-ulur janjinya. Manusia itu diikat dengan komitmennya. Khitbah dan pernikahan itu membutuhkan komitmen kuat. Coba rasakan sendiri betapa capeknya menjadi korban PHP oleh orang lain.

3. Lebih giat lagi melobi keluarga

Tidak bisa dipungkiri pernikahan itu pastinya melibatkan keluarga, apalagi untuk akhwat. Dukungan dan persetujuan kedua orang tua menjadi sangat penting. Dan keluarga juga yang bisa menjadi penyebab gagalnya proses khitbah. Tidak cocok dengan calon mantu, tidak match dengan keluarganya, dengan status pendidikannya, sukunya, sampai rencana resepsi pernikahan yang syar’iy.

Kerasnya benturan dengan pihak keluarga menandakan selama ini hubungan kita dengan mereka baru sebatas hubungan ‘senang-senang’, belum sampai kesamaan visi dan misi dan pemahaman Islam. Ketika keluarga ‘menggagalkan’ proses khitbah kita, maka waktunya untuk lebih giat lagi mendekati keluarga dan menyamakan visi misi pernikahan.

4. Belajar positive thinking

Barangkali bagi yang baru sekali merasakan kegagalan cinta (jiaaaa…) bisa dengan cepat belajar berpikir positif, tapi buat yang sudah beberapa kali gagal, ini terasa berat. Namun, inilah ujian bagi kita untuk terus berpikir positif, berprasangka baik pada Allah SWT. Bahwa Allah tak akan pernah menzalimi hambaNya dengan membuatnya merana karena cinta, tapi kegagalan itu skenarioNya untuk membuat kita lebih bahagia di waktu yang lain dengan orang yang memang layak menerima cinta kita.

Bro en sis, lihatlah orang-orang yang lebih berat ujiannya ketimbang sekedar gagal berkhitbah. Ada yang bercerai berkali-kali, ditinggal mati pasangan, ditinggal mati anak, kehilangan pekerjaan, dsb. Banyak dari mereka tetap bisa tegap dan move on. Melangkah menuju babak baru kehidupan. Percayalah, kamu juga bisa.

5. Move on menuju Cinta Baru

Ketika Ummu Salamah ditinggal wafat suaminya, Abu Salamah ra., Rasulullah SAW. mengajarkan doa yang artinya; “Ya Allah jadikanlah pahala atas musibah yang menimpaku, dan gantilah ia dengan yang lebih baik.”

Rasulullah SAW. bukan saja mengajarkan ketabahan dan harapan pada Ummu Salamah ra., tapi juga mengajarkannya untuk siap menerima kehadiran cinta yang baru, calon suami yang lain, yang tak lain adalah Rasulullah SAW.

Pengajaran ini berlaku untuk Anda yang pernah gagal dalam khitbah. Selain kita diminta tetap optimis, juga selalu terbuka akan ada orang lain yang pantas untuk kita cintai. Lupakan si dia yang sudah gagal dalam proses khitbah yang lalu, persiapkan diri untuk menyambut kehadiran cinta yang lain. Insya Allah.

Demikian tipsnya, semoga segera menemukan jodoh terbaiknya.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk