Teror Razia dan Seruan Pelarangan Burqa di Australia, Serangan terhadap Muslimah

MuslimahZone.com – Perempuan Muslim di Australia terus menjadi korban kebijakan teror yang tidak bertanggung jawab mengikuti teror penggerebekan  terbesar ASIO pekan ini di Sydney dan Brisbane dimana terlihat lebih dari 800 petugas keamanan dan polisi menyerang 25 rumah Muslim.

Pemerintahan Tony Abbot terus menerapkan strategi kontra terorisme Pemerintah Liberal sebelumnya yang dirancang untuk mempolitisasi keamanan dengan mengkambinghitamkan komunitas Muslim Australia.

Dengan menggunakan terorisme sebagai alasan, konsekuensinya adalah wanita Muslim menjadi korban yang ditargetkan. Muslimah dalam batas-batas rumah mereka sendiri telah ditolak dan diperlakukan brutal oleh petugas ASIO dan AFP pada penggerebekan tersebut seperti dilaporkan oleh anak-anak mereka yang ketakutan.

Seorang remaja, anak dari seorang wanita Muslim menggambarkan bagaimana polisi telah merusak pintu pada pagi hari sekali. “Aku terbangun oleh jeritan ibuku. Pria ini mencoba untuk mengambil selimut dari ibuku ketika dia sedang berpakaian seperti wanita mana pun yang tengah berdandan untuk suaminya,” katanya seperti dilansir oleh Qanitat.

“Mereka mengenakan baju besi, helm, dan balaclava. Mereka bahkan tidak mengetuk pintu bahkan mereka membongkarnya,” lanjutnya. Laporan mengungkapkan bahwa ibu Muslim itu memerlukan perawatan medis setelah ia dipaksa secara brutal dan tetap berusaha melindungi kehormatan dan menutupi tubuhnya.

Muslimah di jalan-jalan ibu kota Australia juga mengalami peningkatan tindakan permusuhan dan pelecehan verbal oleh orang asing yang telah mengancam dan mengintimidasi mereka di mobil, pusat perbelanjaan dan lingkungan lainnya.

Selain itu, politisi oportunistik juga telah menggunakan serangan teror ini untuk mengambil keuntungan politik mereka sendiri dengan menghubung-hubungkan aksi terorisme dengan pelarangan burqa yang dikenakan oleh para wanita muslim yang rumahnya digerebek. Pada pagi hari saat serangan terjadi, senator Liberal Cory Bernadi men-tweet, ” Catatan, pemakai burqa di beberapa rumah digerebek pagi ini? Kain kafan dari penindasan dan bendera fundamentalisme tidak tepat di Aust (ralia).”

Menurut laporan media Palmer Partai Persatuan, senator Jacqui Lambie juga bergabung dengan barisan anti-Islam dengan menyatakan bahwa hukum Islam “melibatkan terorisme” dan mengatakan burqa merupakan resiko “keamanan nasional”. Dia berkata “Saya percaya ini adalah masalah keamanan nasional dan masalah keamanan ini seperti masalah keamanan nasional lainnya. Ini seperti masalah helm sepeda motor atau seperti balaclava. Anda tidak bisa memakainya. Saya tidak akan mungkin mengizinkan Anda untuk memakainya ke kantor saya karena itu mengandung resiko keamanan, ”

Perwakilan PUP Tasmania juga mengatakan bahwa setiap Muslim Australia yang mendukung syariah harus keluar dari negara itu. Dalam laporan ABC pada Minggu, Senator Lambie ditanya apakah itu berarti dia mengerti syariah. “Ketika membicarakan hukum syariah, bagi saya, itu jelas melibatkan terorisme,” kata Senator Lambie.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam memberitahu kami dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi:.. “Setelahku akan ada hari yang penuh kesabaran. Kesabaran selama waktu itu adalah seperti mencengkeram bara panas. Selama hari-hari itu pahala untuk orang yang mentaati perintah Allah akan setara dengan pahala lima puluh orang yang melakukan tindakan seperti itu.”

Jelaslah bahwa Pemerintah Australia sedang menguji keteguhan wanita Muslim melalui serangan-serangan yang tidak adil atas mereka. Mereka telah meremehkan betapa besarnya perempuan Muslim mencintai Deen mereka, jalan hidup mereka dan keyakinan mereka dalam peradaban Islam dan betapa sabarnya perempuan Muslim dan mereka akan terus istiqamah dalam menghadapi kesulitan tersebut.

Perempuan Muslim di Australia juga sadar bahwa ada benturan peradaban. Bentrokan saat ini di Australia merupakan refleksi jelas akan hal itu. Perempuan Muslim di Australia juga menyadari politik kotor yang dimainkan oleh pemerintah saat ini yang diwujudkan dalam “Tim Australia” yang bermain di satu sisi masyarakat terhadap masyarakat “yang lain” yang dalam hal ini adalah komunitas Muslim. Perempuan Muslim, sebagai konsekuensinya telah menjadi pemain sukarela dengan sangat jelas, dimana kekerasan diskriminatif dipamerkan dan meningkatnya serangan dari masyarakat terhadap identitasnya.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
Keutamaan Ilmu
Tata Cara Mandi Haid dan Mandi Junub
Peran besar muslimah dalam dakwah Islam
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
Neraka Jahannam Sepanjang Hidup, Surga Sepanjang Hidup
Rizki di Tangan Allah
Pada Suatu Titik
Mencari Jalan Pulang
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
Kenapa Anakku Susah Banget Sih Disuruh Sholat?
Aku Peduli Iman Anakku
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Cara Mengatasi Anak Susah Makan
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
Tips Merebus Telur yang Baik
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
7 Tips Menyapih Anak
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
Tips Merebus Telur yang Baik
Resep Aneka Olahan Singkong
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga