Terjebak Kepalsuan

Muslimahzone.com – Dunia sering kali menyilaukan manusia yang memandangnya. Banyak dari manusia yang akhirnya terjebak dalam kepalsuannya tanpa mereka sadari.

Kiranya nasehat dari Tere Liye berikut ini bisa kita renungkan:

Di dunia ini, barang-barang palsu amat menipu. Kita pergi membeli HP, misalnya, bawa pulang itu HP, di rumah ada teman yang bilang, eh, ini palsu loh, bukan yang asli, teman ngomong meyakinkan sekali, kita jadi kepikiran. Yang awalnya merasa keren, jadi ilfil dan nggak hepi lagi lihat HP barunya. Ternyata palsu–padahal teman kita tadi cuma bercanda.

Sungguh hal-hal yang berbau palsu membuat bete. Janji palsu, ijasah palsu, cinta palsu, bahkan bakso palsu (isinya formalin dan sebagainya), membuat tidak hepi.

Tapi di luar kepalsuan yang gampang dilihat tersebut, pernahkah kita berpikir, jangan-jangan hidup kita juga dipenuhi kepalsuan (yang tidak kita sadari).

Saat kita sibuk menunjukkan betapa mesra dan bahagianya hidup kita misalnya, tidakkah kita sejenak mau berhenti satu-dua detik, hei, apakah ini adalah asli sesungguhnya? Atau semua adalah kepalsuan. Saat kita sibuk memperlihatkan hal-hal hebat, prestasi-prestasi terbaik, apakah semua ini asli atau palsu? Sesungguhnya demikian?

Karena kalaupun kita merasa yakin sekali itu asli, memang nyata, memang kita, ada satu fase lagi yang lebih serius lagi: apakah KEYAKINAN kita tersebut asli atau palsu?

Apakah tujuan hidup kita itu sesungguhnya asli? Memang itulah sejatinya. Atau jangan-jangan, yang kita kejar selama ini adalah kepalsuan dunia. Hakikat hidup kita, prinsip2 hidup kita, jangan-jangan semuanya adalah kepalsuan saat ukuran-ukuran manusia berbeda sekali dengan ukuran-ukuran Tuhan. Saat kebahagiaan, definisi kesuksesan, definisi kekayaan milik manusia, semuanya ternyata bertolak-belakang dengan definisi yang sejatinya.

Tidak pernahkah kita memikirkan hakikat kehidupan ini. Apa yang kita kejar? Apa yang kita tunjukkan? Apa yang kita anggap hebat, heboh, jangan-jangan adalah kepalsuan terbesar. Kekayaan, jabatan, posisi, nama tenar, ini-itu, sana-sini, dan sebagainya, dan sebagainya, itu beneran hal sejati yang akan kita kejar habis-habisan? Semuanya akan kita bawa mati? Kita bangga dengan keramaian, sanjung, puja, apakah itu milik kita selama-lamanya? Atau bukan?

Mungkin menarik jika dipikirkan. Semoga hidup kita bukan seperti sepatu KW-2, terlihat gagah dan keren, tapi baru dipakai sebentar langsung robek, semua yang kita perlihatkan, semua pemahaman kita adalah kepalsuan.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk