Tantangan Dakwah Muslimah

Muslimahzone.com – Dalam kehidupan saat ini, kita sering menjumpai keterpurukan di berbagai aspek kehidupan. Kemiskinan meningkat, korupsi merajalela, pendidikan dan kesehatan mahal, pergaulan bebas remaja merupakan hal biasa, dan masih banyak lagi permasalahan mendera umat saat ini.

Situasi dan kondisi saat ini disebabkan oleh sistem kapitalisme dan liberalisme yang diterapkan. Ide sekuler yang telah menjadikan hukum-hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala terkalahkan oleh hukum buatan manusia. Hukum Allah hanya dipakai pada saat masalah peribadatan mahdhah saja.

Perempuan Muslim Asia Tenggara dikenal moderat karena nilai-nilai Asia-nya, yang tentu dihadapkan pada tantangan identitas saat berhadapan dengan dunia lainnya. Jika di negeri Barat, tantangan besarnya adalah pelarangan Busana Muslimah yang identik dengan identitas Islam, di negeri ini justru menggeser nilai busana muslimah dari sebuah kewajiban menjadi trend/gaya hidup yang sejalan dengan budaya permisif dan pluralis.

Perempuan muslim saat ini menghadapi tekanan ekonomi dan sosial akibat penerapan sistem ekonomi sekuler. Negara-negara di Asia Tenggara pada umumnya negara berkembang dengan jumlah populasi besar yang masih dihadapkan pada kemiskinan. Karena itulah banyak kaum perempuan yang dipekerjakan sebagai  buruh migran ke luar negaranya atau yang lebih di kenal dengan sebutan TKW. Buruh migran tidak pernah sepi dari masalah kejahatan dan kekerasan, dan pada akhirnya semua ini menjadi hal yang biasa.

Semua tantangan di atas membutuhkan solusi dakwah dengan visi baru yang berbeda dari pergerakan perempuan sekuler dengan nilai-nilainya yang menyesatkan. Dibutuhkan gerakan dakwah perempuan yang memiliki visi yang lurus, serta menawarkan solusi tajam pada persoalan-persoalan perempuan muslim. Dengan dakwah, kaum perempuan akan semakin cerdas dan memahami ajaran Islam Kaffah lebih mendalam.

Dengan dakwah kaum perempuan dapat memberikan kontribusi dengan cara mendidik anak-anak kita menjadi generasi penerus Islam yang akan melakukan perubahan di tengah-tengah umat.

Gerakan dakwah perempuan ini harus mengarah pada terwujudnya penerapan Islam secara sempurna, baik di bidang ekonomi, sosial, budaya, politik, termasuk hukum-hukum tentang perempuan. Sistem Islam akan memberikan hak-hak yang sama pada perempuan seperti halnya pada laki-laki. menjaga kemuliaan, dan melindungi keamanan dan memberdayakan potensinya bagi peradaban.

Dalam perjuangan dakwah pastilah kita menghadapi berbagai hambatan, kendala itu bisa dalam bentuk masyarakat yang sulit di ajak menuju perubahan yang lebih baik, dalam hadits dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu  Rasulullah Shslallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seseorang tertimpa kegundahan dan kesedihan lalu berdoa : “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu dan anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Hukum-Mu berlaku pada diriku. Ketetapan-Mu adil atas diriku. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya,atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada disisi-Mu, agar engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku dan pelipur kesedihanku serta pelenyap bagi kegelisahanku.”

Kesulitan dalam dakwah itu adalah hal yang pasti akan terjadi sebagaimana yang telah dilalui oleh para pendahulu kita, yakni Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Karena itu dibutuhkan keikhlasan, karena dengan hati yang ikhlas dan jujur Allah akan meneguhkan langkah-langkah kita.

Dalam hal ini, kaum laki-laki harus memberikan kesempatan dan menyediakan fasilitas yang lebih luas (tanpa melewati batas-batas syari’at) bagi kaum perempuan untuk belajar mendalami ilmu, selain ilmu agama, seperti ilmu keterampilan dan ilmu pengetahuan umum, untuk menjadi bekal dalam menjalankan strategi dakwah. Sehingga target dakwah pun akan semakin luas.

Wallahu a’lam bishshawab

Penulis: Ummu Ghiyas Faris – Kontributor

Editor: Zafaran

(zafaran/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Tips Kecantikan ala Aisyah Istri Nabi
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk