Tantangan Al Qur’an

MuslimahZone.com – Diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebagai rahmat bagi seluruh alam. Ini merupakan salah satu nikmat Allah ‘Azza wa Jalla yang terbesar kepada manusia. Kebutuhan manusia untuk beriman dan mengikuti agama yang dibawa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi kebutuhan mereka terhadap makan, minum, atau nafas. Karena ketiadaan makanan, minuman dan udara akan menyebabkan kematian jasmani, sedangkan ketiadaan iman kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebabkan kecelakaan abadi dalam neraka.

Semua utusan Allah ‘Azza wa Jalla kepada manusia pasti disertai bukti nyata yang menunjukkan kebenarannya. Demikian pula Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Imam al-Bukhari rahimahullah telah meriwayatkan hadits shahih sebagai berikut :

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada satu nabi-pun dari semua nabi-nabi kecuali telah diberi sesuatu (tanda kebenaran/mukjizat) yang menyebabkan manusia beriman kepadanya. Dan yang telah diberikan kepadaku adalah wahyu yang Allah wahyukan kepadaku. Maka aku berharap menjadi nabi yang paling banyak pengikutnya pada hari kiamat”. (HR. Al-Bukhari).

Dari hadits yang agung ini kita mengetahui bahwa mukjizat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling besar adalah kitab suci Al-quran. Sesungguhnya mukjizat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dari seribu jenis, sebagaimana disebutkan oleh sebagain ulama. Penyebutan kemukjizatan Al-quran secara khusus dalam hadits ini menunjukkan bahwa mukjizat Al-quran adalah mukjizat yang paling agung.

Al-quran merupakan mukjizat dari banyak sisi, dari sisi bahasanya, balaghahnya, hukum-hukumnya, peraturan-peraturannya, berita-beritanya, kisah-kisahnya, berita-berita ghaibnya, ilmu-ilmu pengetahuannya, dan lain sebagainya. Intinya Al-quran merupakan mukjizat dari semua sisi.

Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Al-quran, karena ia adalah kalam (perkataan) Allah. Tidak ada sesuatu apapun yang serupa dengan Allah. Oleh karena itu, juga tidak ada perkataan makhluk yang menyamainya. Oleh karena itu pula, orang yang tidak mempercayai Al-quran sebagai kalam Allah ‘Azza wa Jalla, tidak memiliki alasan sedikit pun.

Sebagian manusia kagum terhadap Al-quran, namun mereka tetap menganggap bahwa Al-quran merupakan karya dan susunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kepada orang-orang semacam ini, baik di zaman turunnya Al-quran ataupun di zaman sekarang, Allah ‘Azza wa Jalla menantang mereka untuk membuat kitab atau perkataan yang semisal Al-quran.

Ketika Al-quran diturunkan, suku Quraisy berada di puncak balaghah dan kefasihah dalam membuat kalimat, banyak orang-orang cerdas di kalangan mereka, memiliki lidah yang lancar, dan bakat yang hebat. Bahkan sebagian mereka menduga bahwa mereka bisa membuat kalimat seperti Al-quran, sebagaimana firman Allah ‘Azza wa Jalla:

Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata, “Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menhendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (Al-quran) ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang purbakala”. (QS. al-Anfal: 31).

Oleh karena itu, tantangan tersebut adalah pantas terhadap mereka. Bahkan tantangan Allah ‘Azza wa Jalla turun beberapa kali kepada mereka. Ini semua membuktikan kebenaran Al-quran yang datang dari sisi Allah yang Maha Agung. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

Ataukah mereka mengatakan, “Dia (Muhammad) membuat-buatnya”. Sebenarnya mereka tidak beriman. Kalau demikian, hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al-quran itu jika mereka orang-orang yang benar.” (QS. ath-Thur/52: 33-34).

Demikian juga Allah ‘Azza wa Jalla menetapkan, bahwa mereka tidak akan mampu membuatnya, walaupun seluruh manusia dan jin berkumpul untuk melakukannya. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

Katakanlah, “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain. (QS. al-Isra’: 88).

Ketika orang-orang kafir tidak ada yang menyambut tantangan Allah ‘Azza wa Jalla untuk membuat kalimat seperti Al-quran, namun mereka tetap berkeras kepala menuduh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam membuatnya sendiri, maka Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan ayat-Nya dengan tantangan yang lebih rendah dari sebelumnya. Yaitu tantangan untuk membuat 10 surat saja seperti Alquran.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

Bahkan mereka mengatakan, “Muhammad telah membuat-buat Alquran itu!” Katakanlah, “(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat yang dibuat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar”. Jika mereka (yang kamu seru itu) tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu, maka ketahuilah, sesungguhnya Al-quran itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan yang haq selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)? (QS. Hud: 13-14).

Sungguh tidak diragukan lagi bahwa Al-quran datang dari sisi Allah Robbul ‘alamin. Bagaimanapun usaha manusia, tidak mungkin bisa membuat kalimat seperti Alquran. Oleh karena itu setelah tantangan Allah ‘Azza wa Jalla kepada orang-orang kafir untuk membuat kalimat seperti Al-quran tidak ada yang menyambut. Demikian juga setelah tantangan diturunkan untuk membuat 10 surat seperti Alquran, juga tidak ada yang menyambut, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan lagi tantangan-Nya menjadi satu surat saja seperti Alquran. Allah‘Azza wa Jalla berfirman,

Tidaklah mungkin Al-quran ini dibuat oleh selain Allah ; akan tetapi (Alquran itu) membenarkan Kitab-Kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Rabb semesta alam. Atau (patutkah) mereka mengatakan, “Muhammad membuat-buatnya.” Katakanlah, “(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat semisalnya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar.” (QS. Yunus: 37- 38).

Allah ‘Azza wa Jalla juga berfirman,

Jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Alquran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya), dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, (neraka itu) telah disediakan bagi orang-orang kafir.” (QS. al-Baqarah: 23-24).

Dari keterangan ini kita mengetahui kebenaran Al-quran yang tidak ada keraguan di dalamnya sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Tidaklah mungkin Alquran ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Alquran itu) membenarkan Kitab-Kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Rabb semesta alam.” (QS. Yunus: 37).

Imam Ash-Shan’ani rahimahullah berkata, “Telah diketahui bahwa termasuk kepastian agama ini, yaitu semua isi Al-quran adalah haq, tidak ada kebatilan (kesalahan/kepalsuan) di dalamnya, beritanya benar, tidak ada kedustaan; petunjuk, tidak ada kesesatan; ilmu, tidak ada kebodohan; keyakinan, tidak ada keraguan. Ini merupakan hal prinsip. Keislaman dan keimanan seseorang tidak sah kecuali dengan mengakuinya. Ini merupakan perkara yang disepakati, tidak ada perselisihan padanya”.

Tantangan Allah ‘Azza wa Jalla yang turun bertubi-tubi kepada orang-orang kafir, dengan penetapan bahwa mereka semua tidak akan mampu membuatnya, padahal mereka sangat membenci dan memusuhi dakwah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam , berusaha keras dengan berbagai cara untuk menghalangi tersebarnya agama Islam, namun tokoh-tokoh mereka bungkam dari tantangan agung ini, semua ini membuktikan kebenaran Al-quran yang datang dari sisi Allah yang Maha Agung. Maka tidakkah manusia mau beriman kepada Al-quran?

Hanya Allah Yang berkuasa memberikan petunjuk. Al-hamdulillahi Rabbil ‘alamin.

Sumber: https://khotbahjumat.com/tantangan-alquran/

(dakwahmedia/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk