Tanggap terhadap Cerita Buruk dan Baik dari Anak

Muslimahzone.com – Kadang pula terjadi anak melakukan tindakan yang tampak buruk, tetapi ia memaksudkannya untuk kebaikan, hanya saja ia salah dalam bertindak. Dalam hal ini, tanggapan orangtua sangat penting. Orangtua perlu menggali lebih lanjut, memberikan pertanyaan untuk menelusuri sebab tindakan, bagaimana dilakukan, kapan peristiwanya sehingga dengan demikian orangtua tidak tergesa-gesa memberi penilaian.

Iktikad yang baik perlu dihargai, meskipun salah tindakannya. Kita menghargai iktikadnya dan meluruskan, mengoreksi tindakannya. Adapun sikap maupun tindakan yang tidak tepat dapat segera kita perbaiki apabila kita tanggap. Sementara cerita tidak baik untuk memancing perhatian orangtua dapat segera dibenahi dan tidak perlu memancing kepanikan apabila kita memberi umpan balik yang tepat.

Hal yang sama juga berlaku untuk kisah-kisah yang dituturkan anak tentang kebaikannya di sekolah. Kebaikan perlu diapresiasi. Tetapi tidak setiap cerita yang menunjukkan kebaikannya benar-benar menunjukkan bahwa dia berbuat baik. Sikap curiga kepada anak membuat kita cenderung tidak dapat menerima seluruh penuturan anak meskipun benar-benar baik dan sesuai fakta.

Lalu apa yang seharusnya kita lakukan? Sama. Kita berusaha untuk menanggapi, memberi umpan balik, menggali alasan anak melakukan “kebaikan” tersebut (sungguh-sungguh dilakukan karena niat yang baik, dikerjakan hanya untuk mendapat pujian maupun anggapan baik dari orangtua, pun cerita yang hanya mengesankan dirinya baik, padahal tidak dilakukan), bagaimana ia melakukan dan berbagai hal terkait cerita tersebut. Manfaatnya, jika tindakan tersebut benar-benar dilakukan, kita dapat mendidik anak menimbang perbuatannya, menetapkan skala prioritas dan meluruskan niat. Adapun jika anak hanya ingin mengesankan baik kepada orangtua, dapat segera diketahui untuk kemudian diluruskan tanpa mempermalukannya.

Jangan sampai terjadi anak senantiasa bercerita tentang bagaimana ia nyaris setiap hari membagikan makanannya untuk teman-temannya di sekolah, orangtua sudah terlanjur bangga, padahal sebenarnya anak itulah yang biasa mengambil makanan temannya tanpa izin. Lebih repot lagi jika orangtua mempercayai anak secara total tanpa mau menelisik kebenaran, sementara segala perkataan guru maupun orang lain yang bertentangan dengan cerita anak dianggap angin dan bahkan fitnah. Akibatnya, tindakan buruk anak di sekolah tidak dapat dibenahi dengan segera. Orangtua yakin sepenuhnya anak tidak punya masalah sedikit pun, padahal sebenarnya sedang menabung masalah.

Nah.
Kadangkala penyebab sulitnya menangani masalah anak yang muncul di sekolah bukanlah beratnya masalah, tetapi karena orangtua sudah menutup diri dengan keyakinannya bahwa anaknya baik. Tidak ada masalah. Ia lupa bahwa sebagian masalah itu bersumber dari rumah, tetapi anak melampiaskannya di sekolah.

Tetapi kadang terjadi pula guru menganggap bahwa masalah yang terjadi di sekolah pasti bermula dari rumah, padahal sungguh-sungguh bersumber dari sekolah. Dalam hal ini, memetakan masalah dengan baik dan menelisik sebabnya secara jernih akan sangat membantu guru menyelesaikan masalah yang muncul akibat perilaku buruk satu atau dua anak. Tidak setiap kenakalan anak itu memiliki kaitan dengan rumah. Kadang ada yang murni bersumber dari sekolah. Tetapi kerja-sama dengan orangtua akan tetap bermanfaat, meskipun tentu saja sebabnya harus dikaji secara cermat. Jika sebabnya ada di sekolah, orangtua lebih bersifat membantu mempercepat penyelesaian masalah. Bukan memperparah. Tetapi yang perlu diselesaikan, tetaplah sebab yang ada di sekolah. Adapun penyebab yang berada di rumah, mau tidak mau orangtua perlu berperan, kecuali jika sekolah memiliki team dan prosedur penanganan yang sangat memadai.

oleh: Mohammad Fauzil Adhim

(hidayatullah/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk