Sombong, Biang Segala Penyakit Hati

Muslimahzone.com – Berbicara orang sombong rasanya tidak sah tanpa menyebut nama Namrudz di masa tugas Nabi Ibrahim atau Firaun di zaman dakwah Nabi Musa Alaihima as-salam (As).

Keduanya adalah contoh manusia angkuh di zamannya masing-masing.

Lebih dari itu, mereka pun kerap digelari ikon manusia terangkuh sepanjang sejarah kehidupan yang ada. Khusus nama yang disebut terakhir, sederet “prestasi” menjadi pengesah sematannya sebagai manusia paling sombong di dunia.

Aku adalah Tuhan kalian Yang Mahatinggi. Demikian deklarasi lancang Firaun saat didakwahi oleh Nabi Musa sekaligus jadi pamungkas dari rangkaian kesombongannya selama ini.

Padahal saat itu, dengan penuh santun, Nabi Musa hanya bermaksud menanyai Firaun, sekira ia mau membersihkan diri.

Selanjutnya Musa juga menawarkan diri, membimbing Firaun ke jalan yang lurus.

Apa daya, Firaun memilih berpaling dari kebenaran. Penyakit hatinya kumat lagi. Ia menantang Musa sekaligus mengaku sebagai Tuhan yang layak disembah.

Allah berfirman:   “Dan katakanlah (kepada Firaun): Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan). Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya? Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar. Tetapi Fir´aun mendustakan dan mendurhakai. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (Seraya) berkata: Akulah Tuhanmu yang paling tinggi. Maka Allah mengazabnya dengan azab di Akhirat dan azab di dunia. (QS. An-Naziat [79]: 18-25).

Dalam kehidupan sosial, sombong termasuk perilaku yang paling tak disukai manusia. Bisa dikata, jamak manusia tak senang berkawan dengan orang sombong.

Bahkan ada ungkapan populer, boleh sombong terhadap orang sombong.

Terlepas dari kebolehannya, sekurangnya ucapan itu menyuratkan ketidaksukaan orang-orang terhadap orang yang sombong.

Dari Seribu Alasan hingga Menjungkir Fakta

Berangkat dari ciri yang selalu sama, tak susah mengenali hati yang terjangkiti virus angkuh. Biasanya mereka sulit menerima kebenaran dan suka memandang rendah orang lain.

Kebenaran baginya harus sesuai dengan selera dan keinginan nafsunya. Sedang orang lain dihargai juga seukur dengan kepentingan yang mengikat.

Mirisnya lagi, orang sombong kerap menempuh segala cara yang dianggap bisa melanggengkan kepentingannya. Beribu alasan juga dengan mudah segera dihadirkan menutupi bobrok perbuatannya.

Larangan Sombong di Muka Bumi

Sekali lagi, mari tengok kisah Firaun, manusia sombong yang akhirnya binasa di tengah Laut Merah tersebut.

“Biarkanlah aku membunuh Musa….” Dengan sangat angkuh, Firaun menakuti Nabi Musa dengan teror pembunuhan.

Tak cuma berpaling dari dakwah, Firaun juga menentang dengan menantang.

“… Dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya.” Tandas Firaun congkak.

Liciknya, setelah teror yang melanggar kemanusiaan itu, Firaun masih juga memutarjungkirkan data dan fakta di lapangan.

“Aku khawatir Musa akan menukar agamamu dan menimbulkan kerusakan di muka bumi.” lanjut Firaun enteng.

Inilah bahaya laten virus sombong. Ia menjadi biang dari segala penyakit hati dan kerusakan.

Tidak heran, sejak dini Nabi mewanti-wanti umatnya agar menjauhi sifat tersebut.

Tips Deteksi Kesombongan

Tak hanya menciderai karunia hidayah, sombong bahkan menegasikan iman yang sebelumnya bercokol di hati seseorang.

Ibarat wadah iman berisi air, sombong adalah minyak yang tak bisa mencampurinya.

Nabi menegaskan, tidak masuk surga orang yang di hatinya terdapat bibit keangkuhan meski sebessar biji sawi.

Dalam ungkapan lain, ada dua golongan manusia yang tak mampu menerima ilmu, orang yang malu (tidak pada tempatnya) dan orang yang sombong (takabbur).

Alhasil, tak ada salahnya bermuhasabah diri di awal perjalanan tahun Masehi ini.

Sekira ada hati yang masih suka menunda kebaikan untuk dikerjakan atau diikuti.

Jika rupanya ada yang masih tersangkut rasa “lebih hebat” daripada saudara lainnya.

Maka patutlah ia memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala (Swt).

Sebab tiada lain, itu semua adalah bisikan halus setan dan godaan nafsu yang mengajak kepada kesombongan.

(hidayatullah/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk