Sistem yang Buruk Berperan Dalam Fenomena Perkosaan

Muslimahzone.com – Kriminalitas yang semakin meningkat akhir-akhir ini tentu saja membuat keprihatinan kita, terlebih bila  menyebabkan trauma yang mendalam bagi korbannya. Perkosaan merupakan salah satu jenis kriminalitas yang bisa menimbulkan luka trauma dan memprihatinkan. Tingkat pemerkosaan ini kian hari makin meresahkan. Ditambah karena pengaruh globalisasi yang setiap orang dengan gampang mengakses budaya lain yang lebih bebas.

Tewasnya siswi kelas 5 SD di Jakarta, diduga korban perkosaan. Menambah daftar panjang korban-korban perkosaan yang terus berjatuhan. Kasus ini kembali mencengangkan perhatian masyarakat, khususnya orang tua untuk secara hati-hati menjaga putra/putri mereka dari cengkraman orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Terlebih kasus ini terjadi tidak berselang lama dengan kasus perkosaan sadis yang terjadi di India beberapa waktu lalu yang menimpa mahasiswi 23 th yang berujung pada meninggalnya korban. Kasus perkosaan di India ini menimbulkan protes dari berbagai kalangan dan demo besar-besaran di negara itu.

Akar Persoalan

Harus diakui, sistem kehidupan yang diterapkan saat ini telah sukses “memaksa” sebagian orang terjerumus ke dalam kubangan dosa. Sistem tersebut tidak lain berisi sekumpulan aturan dan undang-undang yang mendukung sekularisme, liberalisme dan kapitalisme di berbagai aspek kehidupan. Lihatlah bagaimana sistem yang diberlakukan saat ini menghasilkan generasi yang jauh dari aspek agama,  dengan melalui beberapa objek berikut:

1. Pendidikan sekular yang mendepak agama. Pendidikan sekular ini nyata-nyata menjadikan para remaja kita dibuat tidak matang secara intelektual, emosional apalagi spiritual. Akhirnya, mereka mudah terombang-ambing dan terjerumus ke dalam lembah maksiat.

2. Kemudahan mengakses sarana pornografi dan pornoaksi. Semua itu disediakan oleh raksasa industri yang menjadikan aurat dan syahwat sebagai core-business (bisnis inti) mereka dan dilegalkan Pemerintah. Para remaja terus-menerus dibombardir oleh berbagai sarana pornografi dan pornoaksi tersebut. Akibatnya, di tengah tidak adanya pegangan hidup yang kuat, hasrat seksual mereka pun tak terbendung lagi, yang akhirnya menyebabkan prilaku perkosaan.

Di alam sekuler-kapitalisme saat ini, perempuan semakin mudah kehilangan kehormatannya. Berita pencabulan, pelecehan seksual, pemerkosaan, perzinaan hingga video mesum tak habis-habisan setiap hari diulas media. Perempuan hanya dijadikan objek seksualitas. Apalagi kondisi mengarah ke sana tanpa terbendung seperti: maraknya produk porno, kebebasan berperilaku/berpakaian ala trend fashion umbar aurat, kebebasan pergaulan tanpa batas, makin bebasnya perempuan berkeliaran di ranah publik

3. Sanksi hukum yang longgar. Hingga hari ini, kasus pelaku pemerkosaan tidak mendapat sanksi yang berat. Pemerkosaan tak lagi dianggap kriminal. Akibatnya, orang tak akan pernah merasa takut untuk melakukannya.

Waspadalah kasus perkosaan mengintai kita

Melihat kasus dugaan pemerkosaan siswi kelas 5 SD yang berasal dari kalangan ekonomi kecil, yang orang tua korban hanya berprofesi sebagai pemulung serta dengan tingkat pendidikan yang rendah, menggambarkan bahwa perhatian dan pengawasan orang tua lemah serta pemahaman dalam mendidik anak secara baik juga minim. Sehingga tidak hanya kepolisian yang kesulitan mengurai kasus perkosaan ini.

Seperti biasanya, setelah ada kejadian, masyarakat mulai memperhatikan kasus yang telah terjadi. Padahal setiap saat kasus ini mengintai kita. Kasus perkosaan pada anak maupun pada perempuan dewasa memang sangat biadab, dan menghancurkan masa depan si korban.

Ada ancaman lain yang berkaitan erat dengan keselamatan putra-putri kita. Jika perkosaan dilakukan karena adanya pemaksaan maka hubungan bebas hingga melakukan seks di luar nikah juga sama bahayanya dengan kasus perkosaan. Kemudahan orang tua untuk melepas anak gadisnya berpergian dengan teman laki-lakinya, sejatinya juga memberikan ancaman yang sama bahayanya dengan kasus perkosaan. Hubungan seks di luar nikah juga menghancurkan masa depan apalagi jika sampai terjadi kehamilan yang tidak dikehendaki, maka anak yang menjadi korban.

Pengawasan harus dilakukan oleh keluarga dengan melalui pendekatan dialog yang berbasis keterbukaan dan saling memahami sehingga tidak muncul hal-hal yang tidak diinginkan. Memberikan pengertian kepada anak tentang halal dan haram. Pengawasan yang ketat jangan hanya dilakukan hanya pada orang-orang yang tidak dikenal, namun juga selektif pada orang-orang yang dikenal.

Dengan keterbukaan informasi dan kemajuan teknologi seperti saat ini, ancaman perkosaan bisa terjadi di mana dan dengan cara apa saja. termasuk di antaranya dengan cara halus yang dibingkai dengan perasaan suka sama suka.

Kebebasan yang kebablasan

Di antara bencana paling mengerikan yang menimpa seluruh umat manusia ialah ide kebebasan yang berlaku umum yang dibawa oleh sistem sekuler kapitalis. Sekuler kapitalis ini telah mengakibatkan berbagai malapetaka global serta memerosotkan harkat dan martabat masyarakat di negara-negara penganut sekuler.

Sementara itu, opini tentang ide-ide kebebasan semakin gencar dilakukan oleh negara-negara Barat terhadap negeri-negeri muslim, termasuk Indonesia. Opini ini telah berhasil mengubah pola pikir sebagian besar kaum perempuan. Atas nama kebebasan, yang didukung oleh paham feminisme, perempuan berbondong-bondong keluar rumah untuk berkarier dan menuntut persamaan kedudukan dan hak-haknya agar setara dengan kaum laki-laki.

Kebebasan berperilaku, juga telah menjadikan perempuan sebagai ajang eksploitasi kapitalis yang hanya dianggap sebagai komoditas dagang dan pemuas nafsu laki-laki semata. Banyak perempuan memamerkan tubuh mereka dengan dalih kebebasan. Secara sadar atau tidak, aurat mereka yang tidak ditutup juga mengundang kejahatan terhadap diri mereka sendiri.

Semakin maraknya perilaku seks bebas, meningkatnya aktivitas pornografi dan pornoaksi, serta berkembangnya perilaku menyimpang yang terjadi pada perempuan (lesbianisme) menunjukkan keberhasilan Barat dalam merusak kaum perempuan melalui ide-ide kebebasan.

Setelah melihat fakta-fakta di atas, ternyata, setelah perempuan dicekoki ide-ide kebebasan oleh kapitalisme, kedudukannya tidak bertambah mulia, tapi justru bertambah rusak moralnya. Sementara sistem yang ada juga gagal memberikan perlindungan atas kehormatan perempuan. Hukum sangat lemah mengganjar pemerkosa sehingga tidak ada efek jera bagi pelaku. Hal ini membuktikan bahwa ide-ide kebebasan yang ditawarkan sekluler-kapitalis tidak membawa kebaikan, kebahagiaan, dan kesejahteraan, tapi justru membawa kerusakan dan kesengsaraan di semua aspek kehidupan.

Dalam Islam, segala aspek kehidupan (sistem politik, ekonomi, sosial, budaya, dan lain-lain) dibangun di atas dasar akidah Islamiyah, sehingga berbagai aturannya akan bersifat spiritual (ruhiah), yaitu terkait dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, terkait dengan pahala dan dosa. Sistem yang demikian akan menentukan makna kebahagiaan bagi individu. Orang akan bahagia saat merasa telah menunaikan ketaatannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan merasa mendapat pahala dari-Nya. Sebaliknya, orang akan merasa khawatir saat berbuat maksiat dan merasa mendapat dosa kepada-Nya. Oleh karena itu, kebobrokan sistem  sekuler-kapitalis ini harus dihentikan.

Jelaslah bahwa masyarakat, khususnya kaum perempuan, harus sadar agar kembali kepada hukum Islam dan membuang jauh-jauh ide-ide kebebasan yang kufur, yang telah terbukti tidak membawa kebaikan dan kesejahteraan bagi kaum perempuan, tapi justru membuat perempuan jadi rusak, bejat, dan hidup dalam kehinaan dan kesengsaraan. Hanya Islam saja yang menjadi jalan keselamatan umat manusia, bukan yang lain. Wallaahu a’lam bi ash-shawab

Oleh: Heny/Ummu Ghiyas Faris

(zafaran/muslimahzone.com)

Tags:

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Menikah Muda Why Not ?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Anak-anak dan Membaca
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Wanita Muslimah yang Tangguh
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Tips Kecantikan ala Aisyah Istri Nabi
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk