Setelah Mereka Pandai Membaca

MuslimahZone.com – Barangkali tidak kita bayangkan sebelumnya bahwa sulung kita  kini sudah mampu membaca segala kata yang dilihatnya. Padahal rasanya baru saja kemarin kita mencari-cari metode membaca untuknya. Rasa syukur kita membuncah-buncah melihat ia asik dengan buku-buku yang kita hadiahkan untuknya. Alhamdulillah bini’matihi tatimmush shalihah..

Kemampuan membaca merupakan kemampuan dasar yang berfungsi sebagai salah satu alat untuk memasuki lautan ilmu Allah yang sangat luas. Dan sebenarnya Allah jua lah yang telah memberikan kemampuan membaca pada anak kita. Kemampuan yang menagih tanggung jawab kita sebagai orang tua untuk menjaganya. Ada amanah baru yang terpanggul di bahu-bahu kita ketika anak-anak kita kini sudah mampu membaca. Kita dituntut untuk menjaga agar kemampuan membaca mereka senantiasa berada dalam koridor fitrahnya.  

Menyediakan Atmosfer Membaca yang Benar

Mari kita hilangkan perasaan bahwa tugas kita mengajar membaca telah selesai ketika anak-anak kita lancar mengkhatamkan satu buku ceritanya. Karena ada tugas yang lebih besar dan berat, yakni senantiasa menyediakan bahan bacaan yang bermutu yang sesuai dengan taraf perkembangan anak-anak, serta selalu menumbuhkan dan menjaga semangat mereka untuk mencintai ilmu, memahami ilmu, dan mengamalkan ilmu.

Memilih jenis buku seringkali menjadi hal yang agak sulit. Buku-buku yang dipilih dan diminati anak terkadang bukan merupakan buku yang baik bagi mereka. Sudah tentu kitalah yang dituntut mengarahkan mereka dengan jalan musyawarah dan dan memberikan alasan-alasan yang tepat. Sehingga di sini menjadi ladang pahala baru bagi orang tua untuk terus meng-update wawasannya tentang bacaan-bacaan yang cocok dengan tahapan perkembangannya.

Ibnul Qayyim Al Jauziah dalam kitab Tuhfatul Wadud menasihatkan agar anak-anak dijaga dari perkara-perkara yang menakutkan (dalam hal ini buku-buku yang isinya menakutkan), karena hal ini akan melemahkan akal anak-anak. Buku-buku dengan konten porno, informasi-informasi takhayul dan dongeng-dongeng yang sarat kesyirikan dan dusta juga harus amat kita waspadai. Karena kini anak-anak kita sedang dalam masa emasnya. Masa di mana semua informasi terekam dengan sangat baik. Tentu kita harus sekuat tenaga mengisi memori emas mereka dengan informasi-informasi yang baik dan akidah mengakar kuat.

Buku-buku kisah para nabi, rasul, sahabat, ulama tabiin dan tabiut tabiin, juga biografi ulama dan cendekiawan kontemporer sangat dianjurkan untuk dibaca agar anak dapat mengambil pelajaran serta meneladaninya. Buku-buku ilmu pengetahuan dan ensiklopedia pun tak kalah pentingnya untuk dibaca karena mereka lah yang kelak mengolah bumi dan alam ini. Tentu sambil terus kita jaga agar nafas mereka menyelami beragam ilmu pengetahuan hanyalah nafas tauhid.

Menjaga Kelurusan Niat

Rasa senang dan bangga ketika mengetahui mereka sudah pandai membaca terkadang mampu menggelincirkan kita. Tanpa sadar kita memperalat anak kita untuk mendemonstrasikan kebolehan anak dalam membaca dengan maksud tersembunyi yang sangat halus. Ada keinginan untuk menunjukkan betapa hebatnya kita mengajari mereka membaca, betapa tepatnya pilihan metode yang kita lakukan. Na’udzubillahi min dzalik

Ya. Ada niat yang harus senantiasa kita luruskan. Ada sekeping hati yang  harus terus kita sapa dengan kesadaran. Bahwa usaha-usaha kita mengajarkan mereka membaca, semata-mata untuk keridhaan Allah atas diri kita. Sebagai bukti syukur kita atas amanah anak-anak yang tak terhitung indahnya. Dan sebagai wujud usaha kita untuk tidak meninggalkan mereka dalam kelemahan. Dalam hal ini kelemahan ilmu.

Semoga dengan senantiasa menjaga kelurusan niat ini, ganjaran atas usaha kita mengajarkan mereka membaca tidak berhenti hanya pada decak kagum orang-orang, tapi terus mengalir hingga mereka benar-benar telah menjadi khalifah fil ardh. Khalifah yang senantiasa berujar, “Ya Allah sungguh tak ada kesiasiaan dalam setiap apa yang Kau ciptakan..”. Bahkan ganjaran itu mengalir terus dan terus melewati jumlah umur kita.

Allahumma aamiin. (esqiel/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Menikah Muda Why Not ?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Anak-anak dan Membaca
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Wanita Muslimah yang Tangguh
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Tips Kecantikan ala Aisyah Istri Nabi
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk