Sempurna Bukanlah Standar Kebahagiaan Rumah Tangga

Muslimahzone.com – Kebahagiaan hidup rumah tangga tidak harus didapatkan dengan memiliki pasangan yang sempurna. Suami yang pintar, tampan, humoris, dan sederet kriteria yang dianggap ideal lainnya. Kebahagiaan tidak seperti kisah dalam drama.

Terkadang kebahagiaan justru didapat dari hal-hal yang sederhana. Kita tentu saja tetap bisa menikmati kebahagiaan bersama keluarga di tengah berbagai kekurangan yang kita miliki. Setiap orang memiliki caranya masing-masing dalam menghadirkan kebahagiaan. Bahagia adalah tentang mengelola rasa.

Tak ada suami sempurna. Namun kadang kita jumpai kasus seorang istri yang menuntut kesempurnaan suaminya agar dapat menjadi sosok pribadi tanpa cela. Tuntutan seperti ini tentu saja menjadi sesuatu yang tidak realistis dan hanya akan menimbulkan kekecewaan yang berkepanjangan.

Allah SWT menciptakan pasangan suami istri agar saling melengkapi. Karena itulah ketika menemui ketidaksempurnaan pada diri pasangan, tugas kita adalah melengkapinya. Seperti gembok dan kunci, saling bekerjasama untuk menjaga keutuhan rumah tangga.

Jika sebuah kesempurnaan menjadi tujuan utama setiap manusia, tentulah tidak akan ada saling menghormati karena setiap manusia akan menuntut satu sama lain untuk menjadi sempurna. Lagipula, bagaimanakah standar kesempurnaan sesungguhnya, kita tidak pernah tahu. Setiap orang mempunyai standarnya masing-masing. Ada orang yang menganggap sifat seperti ini baik, seperti itu tidak, yang lain bisa jadi standarnya berbeda.

Begitulah, akan selalu ada pro dan kontra jika berpegang pada standar manusia, apalagi jika menjadikan perasaan sebagai penentu. Tidak akan ada jalan keluar. Karena itulah setiap pasangan hendaklah berkomitmen untuk saling melengkapi setiap kekurangan dan terus berusaha memberikan yang terbaik dan menjadi lebih baik. Setiap kekeliruan harus dijadikan pembelajaran agar kesalahan yang sama tidak terulang.

Dan yang lebih penting yaitu bersama-sama menjadikan standar dalam menentukan setiap keputusan yang diambil adalah berdasarkan syari’at, bukan ego masing-masing. Dengan demikian, insyaAllah kita dapat membangun sebuah harmoni rumah tangga yang berjalan di atas tangga-tangga keridho’an Allah hingga kita dapat mencapai syurga-Nya. Wallahu’alam.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
Keutamaan Ilmu
Tata Cara Mandi Haid dan Mandi Junub
Peran besar muslimah dalam dakwah Islam
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
Neraka Jahannam Sepanjang Hidup, Surga Sepanjang Hidup
Rizki di Tangan Allah
Pada Suatu Titik
Mencari Jalan Pulang
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
Kenapa Anakku Susah Banget Sih Disuruh Sholat?
Aku Peduli Iman Anakku
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Cara Mengatasi Anak Susah Makan
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
Tips Merebus Telur yang Baik
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
7 Tips Menyapih Anak
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
Tips Merebus Telur yang Baik
Resep Aneka Olahan Singkong
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga