Saya Mengundurkan Diri Dari Jabatan Saya

Muslimahzone.com – Banyak pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari akhlak para ulama pendahulu kita. Betapa mereka begitu memuliakan Allah dan Rasul-Nya. Betapa mereka takut untuk tidak menjalankan syariat-Nya.

Simaklah sebuah kisah berikut, semoga dapat diambil pelajaran darinya :

Suatu ketika seorang ulama yang Masyhur, yaitu al-Imam al-Qadhy Syekh Yusuf Bin Ismail An-Nabhani yang menjabat sebagai Qadhy (Hakim) di Lebanon pada masa itu dihadapkan pada suatu kasus pembunuhan.

Saat persidangan berlangsung, didatangkan pemuda yang menjadi tersangka pembunuhan.

Terjadilah dialog antara Syekh Yusuf An-Nabhani selaku Qadhy dengan pemuda tersebut.

Syekh Yusuf Pun Bertanya :
“Apa betul kamu telah melakukan suatu pembunuhan?”

Sang pemuda menjawab :
“Iya, betul…saya telah membunuh seseorang wahai Syekh…”

Lalu Syekh Yusuf bertanya lagi :
“Kalau boleh kau jelaskan apa motif dari pembunuhanmu wahai anak muda?”

Dijawab oleh Sang pemuda :
“Orang Itu…telah menghina Rasulullah SAW terang-terangan….saya tidak sanggup lagi menahan amarah saya terhadap orang-orang yang mencaci Rasulullah SAW di hadapan saya…lantas saya membunuhnya.”

Syekh Yusuf diam sejenak…Lalu bertanya lagi :
“Tangan yang mana kau gunakan untuk membunuh orang itu…kanan atau kiri?”

Dijawab olehnya:
“Tangan kananku ini wahai Syekh…”

Lalu Tiba-tiba Syekh Yusuf An-Nabhani turun dari singgasana Hakim menuju ke arah pemuda tadi. Meraih tangan kanannya lalu menciumnya berkali-kali seraya berkata :
“Tangan Ini kelak yang akan membawamu ke surga….
Wahai hadirin sekalian…
Saksikanlah, mulai hari ini saya mengundurkan diri dari jabatan saya selaku Qadhy di sini, karena saya tidak akan pernah sanggup menghukum seseorang yang telah membunuh, yang disebabkan membela kehormatan Rasulullah SAW…!!”

Demikian cinta dan hormatnya Syekh Yusuf An-Nabhani Kepada Rasulullah SAW dan agamanya…

Berbeda dengan ulama-ulama yang sekarang, meski belajarnya sampai ke Australia atau Eropa, tapi sibuk membela orang kafir meski telah jelas-jelas melecehkan ayat suci al-Qur’an. Ayat yang dibawa oleh Rasulullah tercinta. Bayangkanlah bagaimana perjuangan Rasul ketika menyadarkan umat agar meyakini Al-Qur’an dan Islam. Rasulullah rela dihina dan disakiti demi menyampaikan kalam Allah ini.

Jika kini ada yang menghina Al-Qur’an dan tidak ada rasa marah sedikitpun di hati kita bahkan mencari-cari dalih untuk membela orang yang menghina. Tanyakanlah kembali pada hati kita, apakah masih ada iman di sana yang bisa menyelamatkan kita dari api neraka?

Wallahu’alam.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk