Saya Kaya Apabila

Muslimahzone.comThomas Jefferson dan John Adams, mereka 2 dari 3 deklarator amerika. Mereka berteman sepanjang hidup namun memiliki perbedaan yang sangat besar. Selama bertahun-tahun presiden kedua dan ketiga amerika ini tidak bertegur sapa dan akhirnya berdamai kembali.

Jeferson seorang bangsawan tuan tanah tradisional yang memiliki lahan ratusan hektar sedangkan Adams adalah seorang pengacara yang berasal dari keluarga sederhana, petani miskin. Namun pada hari kematian mereka, perhatikan, harta Adams yang ditinggalkan $100.000 dan Jeferson berhutang $100.000, ia kehilangan semuanya.

Saya memiliki beberapa teman punya banyak uang, penghasilan Milyaran per bulan, mereka bekerja siang dan malam, duduk di belakang meja kasir untuk memastikan uang masuk, dan menghitungnya setiap hari. Mereka bekerja menjaga agar bisnisnya tetap berjalan dan menghasilkan uang, selalu bangun pagi dan tidur ketika sudah larut.

Pertanyaannya, Apakah mereka kaya?

Saya mendifinisikan KAYA = PASSIVE INCOME > GAYA HIDUP.

Kekayaan tidak sama dengan uang, kekayaan tidak diukur berdasarkan besaran penghasilan. Kekayaan diukur menurut waktu. Waktu adalah hal terpenting dalam bisnis, melebihi uang. Jika saya punya tabungan Rp 100.000.000 dan biaya hidup sebulan saya 10.000.000 maka kekayaan saya sama dengan sepuluh hari. Kekayaan adalah kemampuan bertahan hidup selama hari-hari ke depan. Kekayaan adalah kemampuan kita menghasilkan passive income (mendapatkan uang tanpa melakukan apa-apa) lebih besar dari pada gaya hidup kita setiap waktu.

Jika untuk membayar gaya hidup anda saat ini dibutuhkan 20.000.000 setiap bulan, maka kaya itu adalah jika anda memiliki passive income lebih besar dari 20.000.000 itu tadi. Kebanyakan orang tidak kaya karena mereka bekerja hanya untuk uang, bukan untuk membangun kekayaan ini sendiri. Ada perbedaan yang sangat besar diantara keduanya.

Uang yang banyak kita hasilkan dengan bekerja pagi siang sore hingga tengah malam tidak otomatis menjadikan kita kaya, malah sebaliknya bisa jadi membuat kita menjadi hamba uang yang selalu tak pernah puas untuk mengejarnya, mengorbankan waktu-waktu terbaik dengan anak-anak kita, merelakan kesehatan dan masa muda berlalu tanpa manfaat bagi kemanusiaan yang lebih besar karena semua waktu, tenaga dan aktifitas habis hanya untuk menghasilkan uang. Jika ini yang sedang anda alami, maaf anda belum kaya.

Sebagian besar kita tidak menjadi kaya karena hanya menghabiskan waktu pada tahapan pertama, hanya membangun bisnis yang tak akan ada ujungnya. Mengapa orang tidak menjadi benar-benar kaya, bisa jadi karena ketika bisnisnya mulai sedikit berkembang, dapat uang lebih banyak, yang dilakukan adalah menghabiskannya dengan membeli mobil baru, rumah lebih luas, tv lebih besar atau benda lain yang tidak memberikan kekayaan kepadanya.

Inilah mengapa Rasulullah jauh hari telah menyampaikan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori bahwa, “Yang namanya Kaya (Ghina’) bukanlah dengan banyaknya harta, namun yang namanya Ghina’ adalah hati yang selalu merasa cukup

Tidak peduli berapa pendapatan yang bisa kita hasilkan, selama semua pendapatan itu pada akhirnya HABIS untuk membiayai Gaya hidup kita yang tidak pernah merasa cukup. Selama setiap kali setelah mendapatkan Gaji kemudian harus dipakai untuk bayar sana bayar sini dan habis tak bersisa atau bahkan kurang, maka kita belum Kaya.

Banyak yang berbisnis dengan tujuan membangun kekayaan, bisa punya banyak waktu untuk dakwah dan keluarga, mampu banyak bersedekah untuk agamanya, namun yang terjadi adalah membangun kemiskinan, semakin banyak hutang, semakin sedikit waktu, semakin susah hidupnya… semua hanya karena belum tahu ilmu bisnis yang benar.

Oleh : Fitra Jaya Saleh (FJS)

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk