Saudi Semakin Longgar, Al-Ghamdi Membolehkan Wanita Bepergian Tanpa Mahram

Muslimahzone.com – Seorang ulama Saudi yang berpengaruh telah mengeluarkan Fatwa, yang memungkinkan perempuan untuk bepergian tanpa mahram, dapat mengungkap wajah mereka dan makan bersama manusia.

Dalam pernyataan yang diposting di Twitter, Syeikh Ahmed Bin Qassim al-Ghamdi, mantan Kepala  Komite Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan di Makah, mengatakan: “Hal ini diperbolehkan bagi orang untuk melihat apa yang tidak dilarang pada wanita seperti wajah mereka dan lengan mereka. ”

Dalam pernyataan lainnya ia mengatakan, wanita dapat melakukan perjalanan tanpa mahramnya asalkan ada jaminan keselamatan.

“Mereka yang menentang pencampuran antar jenis kelamin adalah  bertentangan sendiri dengan kehidupan mereka, karena yang paling sederhana mereka melakukan juga  percampuran dengan lawan jenis setiap harinya, seperti memiliki pembantu wanita,” kata Sheikh al-Ghamdi.

Al-Ghamdi menguatkan pendapatnya dengan referensi perkataan oleh para sarjana Muslim terkemuka . Al-Ghamdi dikenal  sebagai ulama yang mendukung hak-hak perempuan di kerajaan Saudi. Sebelumnya, ia mengeluarkan Fatwa mengatakan bahwa pencampuran jenis kelamin adalah “diperbolehkan dalam Islam dan merupakan bagian alami dari kehidupan,”

***

Laporan terakhir menunjukkan bahwa perempuan di Arab Saudi dipantau oleh sistem elektronik HP/GPS yang melacak lintas-perbatasan aktifitas gerakan mereka. Mahram atau wali para wanita tersebut bisa memantau pesan teks sms pada ponsel mereka dengan informasi posisi lokasi wanita tersebut.

Suami yang istrinya bepergian menerima pesan teks (SMS) dari pihak imigrasi yang memberitahukan bahwa istrinya telah meninggalkan bandara internasional.

Badriya al-Bishr, seorang kolumnis mengkritik sistem ini karena menyerupai seperti perbudakan kerajaan. Perempuan tidak diizinkan untuk meninggalkan kerajaan tanpa izin dari wali laki-laki mereka, yang harus memberikan persetujuan dengan menandatangani apa yang dikenal sebagai formulir “lembar kuning” di bandara atau perbatasan.

“Pihak berwenang menggunakan teknologi ini untuk memantau perempuan,” kata al-Bishr.

(esqiel/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Menikah Muda Why Not ?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Anak-anak dan Membaca
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Wanita Muslimah yang Tangguh
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Tips Kecantikan ala Aisyah Istri Nabi
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk