Saudariku, Jangan Kalian Meniru Wanita Jahiliyah Modern!

MuslimahZone.com – Seorang akhwat aktivis dakwah di akun Facebook-nya mengeluhkan ada seorang laki-laki tak dikenal mengirim pesan singkat berisi kata-kata yang kurang berkenan di hatinya ke nomor HP (handphone) nya. Padahal, katanya, dia tidak pernah memberikan nomor HP sembarangan kepada laki-laki. Jika akunnya dilihat, dia suka mengupdate akunnya dengan tulisan dan foto-foto selain yang berkaitan dengan hal-hal yang penting seperti dakwah dan ilmu, juga hal-hal yang remeh-temeh seperti aktivitas makan, makanan yang disukai dan jalan-jalan.

Seorang istri dari ustadz kaliber internasional juga mengeluhkan di status Facebook-nya ada laki-laki yang mengomentari dengan kata-kata yang kurang berkenan di hatinya. JIka dilihat, di akunnya dia suka dan sering mengupdate statusnya dengan tulisan dan foto-foto aktivitas-aktivitas pribadi dan keluarga  seperti jalan-jalan dan rekreasi.

Seorang Muslimah yang berkarir sebagai guru dan sudah bersuami, di Facebook dan di BBM (Blackberry Messenger), bukan hanya suka mengupdate dengan foto-foto close up, tulisan dan foto-foto tentang aktivitas pribadinya di rumah dan di sekolah dan aktivitas keluarga, tapi juga bahkan dengan kata-kata manja yang hanya pantas ditujukan kepada suaminya seperti kata-kata “I miss u all” dan “Kalau kangen sama aku ping aku di BBM, PIN ku….”.

Seorang Muslimah lain yang berkarir sebagai PNS dan juga sudah bersuami di akun Facebook-nya selain sering meng-update-nya dengan foto-foto close-up juga dengan kata-kata yang menggambarkan suasana rumah seperti yang lagi sepi dan suasana hatinya seperti merasa kesepian.

Dalam akun keempat wanita tersebut, setiap teman mereka, tidak terbatas yang wanita saja, tapi juga yang laki-laki bisa mengikuti dan mengomentari setiap status mereka. Dengan alasan media sosial adalah dunia maya yang bebas, ada saja laki-laki yang memang suka iseng atau yang lagi ingin iseng memberikan komentar-komentar yang “nakal” seperti “Aku juga kangen” “Wah, bu guru cantik sekali” dan “Mbak secantik bunga di samping mbak”.

Kita berbaik sangka, mereka adalah wanita-wanita yang beriman. Kita berbaik sangka, mereka tidak berniat caper dari laki-laki ajnaby (asing yakni bukan suami dan muhrimnya). Yang menjadi masalah adalah, berniat caper ataupun tidak, segala ekspresi wanita dalam bentuk tulisan dan foto akan bisa menarik perhatian laki-laki untuk membaca tulisan, melihat foto dan memberikan komentar termasuk yang  “nakal”. Dengan demikian, meskipun mereka tidak berniat caper, perbuatan mereka bisa  dikategorikan sebagai perilaku jahiliyah karena bisa menimbulkan fitnah.

Lain halnya dengan wanita-wanita jahiliyah modern, yakni wanita-wanita kafir di masa kini. Mereka memang tidak tahu dan tidak ingin tahu akan batas-batas dan tidak peduli akan akibat dari pelanggaran batas. Karena kejahiliyahannya, mereka dengan sengaja memposting apa saja untuk caper dari laki-laki.

Media sosial memang dunia maya, bukan dunia nyata, dimana setiap orang bisa mengekspresikan diri dengan sebebas-bebasnya. Dan memang yang ada di dalam media sosial sekadar foto dan tulisan. Tapi meskipun begitu setiap kata dan gambar pasti ada pengaruhnya dalam jiwa, hati dan pikiran siapa saja, baik pemilik akun maupun teman-temannya. Bohong jika pemilik akun mengatakan tidak merasa senang dan puas setelah setiap mengekspresikan diri di akunnya, apalagi jika dikomentari dengan kata-kata yang menunjukkan perhatian. Siapa juga bisa terkena penyakit jiwa berupa ketagihan, ingin selalu mengekspresikan diri dan ingin selalu mendapatkan perhatian dari orang lain, baik perempuan maupun laki-laki.

Ketagihan adalah satu dampak negatif media sosial. Satu dampak negatif lainnya yang lebih berat mudharatnya adalah timbulnya fitnah pada diri pribadi, keluarga hingga negara. Satu fitnah yang sudah kerap terjadi di jaman ini pada diri pribadi wanita adalah pelecehan seksual mulai dari kata-kata melalui tulisan dan lisan hingga “aksi nyata”. Di lingkup keluarga adalah rusaknya keharmonisan antar anggota keluarga, antara suami dan istri, serta antara anak dan orangtua. Di lingkup negara, termasuk di negara kita adalah dari tahun ke tahun makin meningkat jumlah kasus perceraian.

Oleh: Abdullah al-Mustofa

(fauziya/hidayatullah/muslimahzone.com)

Komentar Anda

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Menikah Muda Why Not ?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Anak-anak dan Membaca
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Wanita Muslimah yang Tangguh
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Tips Kecantikan ala Aisyah Istri Nabi
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk