Saat Rasulullah Hadapi Kesulitan

MuslimahZone.com – Sebagai seorang suami, Rasulullah Saw pun pernah mengalami kesulitan taktala para istrinya menuntut kenaikan nafkah.

Rasulullah Saw telah mengisi kehidupan yang normal bersama para istrinya. Ada kemanisan, dan ada juga kepahitan. Karena itu, pasti dalam kehidupanya itu beliau dihadapkan pada beberapa permasalahan. Akan tetapi, setiap kali dihadapkan pada masalah, Rasulullah Saw mampu memecahkan dengan bijaksana.

Salah satu persoalan yang dihadapi Rasulullah Saw sebagai seorang suami adalah permasalahan ekonomi.

Sudah dimaklumi bahwa Rasulullah Saw menjalani kehidupan dalam keadaan fakir. Walaupun beliau bisa saja mengambil harta fai yang menjadi haknya sehingga bisa mencukupi keluarganya, beliau lebih memilih untuk hidup sederhana (sekedar bisa memenuhi kebutuhanya) dan menginfakkan harta tersebut menjadi sesuatu yang membantu kehidupan umat. Banyak riwayat dari Aisyah, Abu Hurairah, dan yang lainnya menerangkan bahwa Muhammad Saw dan keluarganya sering tidak pernah kenyang memakan makanan tiga hari berturut-turut hingga beliau dimakamkan.

Bagaimanapun kita bercerita perihal istri-istri beliau, tetap saja kita tidak bisa mengabaikan mereka dengan sifat, cara pandang, dan keinginannya sebagai manusia biasa.

Sesungguhnya pada suatu hari mereka tetap berkumpul dan meminta nafkah dari Rasulullah Saw, lalu Rasulullah duduk dalam keadaan berduka. Kemudian Abu Bakar dan Umar datang menemuinya. Rasulullah Saw diam saja.

Umar lalu berkata, “Aku akan mengajak Rasulullah berbicara, mudah-mudahan ia bisa tertawa. Umar lalu berkata, “Wahai Rasulullah Saw, seandainya saja engkau mengetahui anak perempuan Zaid—yakni istri Umar—tadi telah meminta nafkah dariku, lalu aku memukul lehernya.” Nabi Saw tertawa sehingga tampak gigi gerahamnya. Lalu beliau bersabda, “Mereka pun yang ada di sekeliling ku, meminta nafkah dariku.” Kemudian Abu Bakar berdiri mendekati putrinya, Aisyah, dan bermaksud memukulnya. Umar pun berdiri mendekati putrinya, Hafsah, dan bermaksud memukulnya pula. Keduanya lalu berkata, “Kalian berdua telah meminta Nabi Saw sesuatu yang tidak dimilikinya.” Akan tetapi, Rasulullah Saw mencegah mereka untuk memukul kedunya.

Rasulullah Saw tidak pernah mengingkari hak mereka untuk memperoleh nafkah. Akan tetapi, beliau tidak bisa menempatkan hak para istrinya itu di atas hak Islam dan umat yang lebih membutuhkan pertolongan. Sesungguhnya makna setiap mereka sebagai seorang istri Rasulullah Saw dan seorang ibu dari orang-orang yang beriman, tiada lain bahwa setiap mereka harus menjadi orang yang membantu Rasulullah Saw dalam mengemban tanggung jawabnya dan menghormati pengorbanannya sebagai pemimpin yang mengendalikan jalanya bantuan bagi Islam dan umat Islam; bukan malah menjadi orang yang merintangi beliau dalam pergerakannya menolong Islam dan umat Islam.

Ketika titik temu antara dua tuntutan tidak mungkin tercapai, tuntutan nafkah dan menikmati perhiasan kehidupan dunia dengan tuntuan untuk berkorban dan mengemban tanggung jawab pemimpin perjalanan dakwah menuju kemenangan —maka Rasulullah Saw harus mengambil keputusan yang jelas dan tegas; beliau harus memberikan dua pilihan kepada para istrinya,  kemudian turunlah firman Allah Swt;

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu. “Jika kalian menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya. Maka marilah supaya kuberikan kepada kalian mut’ah dan engkau ceraikan kalian dengan cara yang baik. Jika kalian menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat maka sesungguhnya Allah Swt menyediakan bagi siap yang berbuat baik di antara kalian pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 28-29).

Mut’ah adalah suatu pemberian yang diberikan kepada perempuan yang telah diceraikan menurut kesanggupan suami.

Kemudian Rasulullah Saw berkata, “Aisyah, aku memberitahukan kepada engkau satu perkara; engkau jangan tergesa-gesa dalam memutuskan sehingga engkau memberitahukan perkara ini kepada kedua orang tuamu.” Lalu beliau membacakan kedua ayat tersebut. Aisyah berkata, “Sesungguhnya aku lebih menginginkan Allah, Rasul-Nya dan negeri akhirat. Aku tidak perlu berunding terlebih dahulu kepada kedua orang tuaku (dalam masalah ini).”

Rasulullah Saw memberitahukan kepada para istri-istri beliau lainnya perihal keputusan Aisyah. Mereka semua berkata, “Kami mengatakan sesuatu sebagaimana yang Aisyah berkata.”

Begitulah Rasulullah Saw menyelesaikan permasalahan tersebut dengan teguh hati. Tanpa ragu-ragu beliau lebih mengutamakan kepentingan dakwah dan jamaah.

(fauziya/suaraislam/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
Keutamaan Ilmu
Tata Cara Mandi Haid dan Mandi Junub
Peran besar muslimah dalam dakwah Islam
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
Neraka Jahannam Sepanjang Hidup, Surga Sepanjang Hidup
Rizki di Tangan Allah
Pada Suatu Titik
Mencari Jalan Pulang
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
Kenapa Anakku Susah Banget Sih Disuruh Sholat?
Aku Peduli Iman Anakku
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Cara Mengatasi Anak Susah Makan
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
Tips Merebus Telur yang Baik
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
7 Tips Menyapih Anak
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
Tips Merebus Telur yang Baik
Resep Aneka Olahan Singkong
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga