Pujilah Kebaikan Mereka Seperti Rasulullah ﷺ Memuji

MuslimahZone.com – Sebagai orang tua apakah Anda pernah memuji anak ketika mereka melakukan sebuah kebaikan? Hal ini mungkin sepele. Namun, hal ini ternyata berdampak bagi diri anak.

Rasulullah ﷺ pun telah memberikan teladan pada kita. Pada suatu ketika, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wasallam, “ Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling bahagia dengan syafaatmu pada hari kiamat?”

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Wahai Abu Hurairah, aku telah menduga bahwa tiada seorang pun yang pertama kali menanyakan hadits ini selain engkau, karena aku melihat betapa besar kegigihanmu dalam mencari hadits. Sesungguhnya orang yang paling bahagia dengan syafaatku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan ‘laa ilaaha illallaah’ secara ikhlas dari lubuk hatinya.”

Coba kita bayangkan bagaimana perasaan Abu Hurairah ketika mendengar pujian dan kesaksian yang begitu mengesankan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wasallam sudah menduga bahwa Abu Hurairah yang pertama kali akan menanyakan hal itu, karena dia gigih dalam mencari hadits.

Bayangkan, bagaimana dampak positif dari kegembiraan Abu Hurairah ini? Tentunya ia semakin gigih, semakin bersungguh-sungguh, dan semakin memberi perhatian yang penuh terhadap hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Demikian pula ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, “Wahai Abul Mundzir, ayat apakah yang paling agung dalam Al-Quran?”

Ubay radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Ayat Kursi.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Selamat berbahagia dengan ilmu ini, wahai Abul Munzir!”

Sesungguhnya metode ini, tidak lebih dari sekadar penggunaan kata-kata pujian atau ungkapan-ungkapan penyemangat. Tapi pujian yang sepertinya sepele ini, mampu menjadikan seorang pembelajar beralih menuju tingkat yang sangat tinggi dalam kegigihan dan kesungguhan.

Jiwa manusia, semulia apa pun ia, senantiasa cenderung dan senang kepada pengakuan orang lain pada keberhasilan dirinya. Tentunya, penyemangat atau pujian yang nyata (waqi’i) itu mendorongnya untuk melangkah jauh ke depan.

Referensi: Buku Metode Pengajaran Nabi, 2009, Syaikh Muhammad Al-Hazzaa’, Pustaka Elba, Surabaya.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk