Proyek Dibalik Undangan SNSD ke Indonesia

Muslimahzone.com – Budaya ketimuran di Indonesia memang sudah terkikis sejak masuknya paham liberalisme ke Indonesia. Dan hal ini ternyata bukan hanya dialami di Indonesia tapi juga di Korea Selatan.

Sekulerisme memang seolah  telah mengakar dan menggantikan budaya kesopanan dan rasa malu. Perempuan menjadi komoditas pasar bahkan atas kemauannya sendiri.

Mirisnya lagi para pengusaha yang didukung pemerintah berkuasa memanfaatkan kondisi ini demi ambisi pribadi bahkan rela menjual nilai-nilai moral di negaranya. Jangankan nilai moral, nilai agama pun rela digadaikan.

Salah satu bukti penggadaian nilai oleh negara adalah terkait undangan dari pemerintah untuk girlband asal Korsel SNSD. Berikut analisa opini dari Lia Asani yang dipublis dalam akun facebooknya.

***

Dibalik Undangan Resmi Korean Girl Band ‘Girl’s Generation’ (SNSD)

Sebagian mungkin sudah viral soal permintaan unik anak bungsu presiden, tapi tulisan ini adalah booster dari beberapa data yang akhir-akhir ini menjadi viral namun terlupakan begitu saja. Sehingga ketika flashback berita yang lalu, ternyata semuanya menjadi tersambung dengan sangat rapi dan sempurna.

Pertama, kita coba kembali ke beberapa waktu yang lalu, akhir-awal bulan mengenai Investasi pemerintah yang getol sekali menawarkan aset negara agar pihak asing yang memiliki banyak modal mau menginvestasikan asetnya. Dari mulai India akhir Desember tahun lalu, Investor Ceo Australia, Arab, hingga Korsel.

Kemudian kita kembali di ingatkan pada 14 Maret 2017 yang lalu, pemerintah mengundang 400 lebih konglomerat (Ceo) dari Korea Selatan tanpa pemberitaan media. Dengan tawaran berbagai sektor, pemerintah berhasil membujuk masing-masing dari mereka untuk berinvestasi.

Selama ini, Korea Selatan telah berkontribusi dalam industri baja, petrokimia dan garmen. Untuk lebih melebarkan kerja sama pemerintah dengan calon investor seperti Ceo Hyundai motor, Samsung dan salah satu agensi hiburan raksasa Korea Selatan, SM Entertainment.

Pemerintah menawarkan secara terbuka bisnis yang sekiranya dapat menguntungkan untuk kedua belah pihak. Salah satunya adalah keinginan yang disampaikan oleh Lee Soo Man (LSM), Ceo Agensi raksasa SM Entertainment, agensi yang menaungi Girl Band ‘Girl’s Generation’ (SNSD).

Dalam pidatonya Lee Soo Man menginginkan Indonesia menjadi salah satu negara yang bisa membesarkan hallyu wave (istilah kpop) seperti halnya China dan Jepang. Dan ini disetujui oleh presiden, dimana beberapa waktu lalu, SM Ent menggelar audisi peserta training di beberapa kota besar di Indonesia.

Sedang Korea Selatan adalah negara yang sangat terkenal pengadopsi sekulerisme dari Amerika. Lihatlah bagaimana pakaian nenek moyang mereka (hanbook) sangat tertutup dan penuh sopan santun, sangat menjaga perilakunya, khas budaya ketimuran, kemudian bandingkan dengan sekarang.

Dan sekarang budaya sekulerisme yang mereka adopsi ingin diterapkan di Indonesia, dengan diberi kebebasan, wewenang penuh, legalitas tanpa batas, ditawarkan dan dipromosikan oleh pemerintah kita dengan cuma-cuma, yang sebelumnya harus membayar tiket hampir 2 juta, sekarang gratis.

Artinya pemerintah sudah menggadaikan budaya ketimuran yang selama ini terjaga demi investasi yang entah dananya akan kemana, karena infrastuktur yang dibicarakan justru masih merongrong modal lain seperti dana Haji. Sungguh ironi negeri ini membuat kita semua bosan mengelus dada.

Budaya pancasila yang dibicarakan justru sedang dihilangkan dan dijauhkan dari ummat, dengan tawaran menggiurkan siluet gadis-gadis menari dengan busana minim diatas panggung. Berharap agar ummat melupakan masalah besarnya, masalah aqidah, pemikiran dan akhiratNya.

“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” ( QS Al-A’raf : 96)

Lia Asani

Luzhou New Taipei City, 30 Juli 2017

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk