Persiapkan Juga Mudik ke Kampung Akhirat

MuslimahZone.com – Indonesia adalah negeri yang unik. Salah satunya adalah kekayaan dalam pemandangan arus mudik yang tak dimiliki negeri lain di dunia.

Fenomena berseri di setiap jelang Hari Idul Fithri. Asap-asap knalpot menyesakkan pernafasan. Kemacetan bak ular yang lama terurai. Jalan tol bebas hambatan jadi mitos berkepanjangan. Konon tol panjang jadi alat pembunuh massal. Kedisiplinan pengguna jalan menjadi  barang langka. Asal cepat biar selamat nekatpun mantap, begitu semangat empat lima pekik pemudik. Anak-anak dan perempuan dalam himpitan bejibun manusia sambil menenteng tas dan kardus yang berat, berisi buah tangan sanak saudara di kampung halaman.

Panas terik keringat mengucur jadi santapan yang harus dinikmati. Semua dilakukan demi mudik, pulang kampung.

Pulang kampung dambaan setiap  orang yang merantau di tanah orang, jauh dari jengkal kampung kelahiran. Demi menyambung kehidupan hijrah pun dilakukan. Kota-kota besar tujuan menggiurkan tempat mengadu nasib. Dengan segala sumber daya yang berbeda-beda, catur kehidupan dimainkan. Hidup adalah pilihan. Menurut kaca mata sederhana nasib ditentukan akumulasi kesungguhan, kebiasaan dan pilihan.

Dari seluruh pelosok negeri berduyun-duyun satu tujuan menuju kampung halaman. Tak heran kota-kota besar, seperti dikuras habis menjelang hari raya. Jalanan kota yang biasanya bising oleh kemacetan hari itu sepi tak berpenghuni. Bahkan  katanya buat futsal pun bisa. Saat semua mudik, kota besar menjadi lega.

Kembali

Mudik mengingatkan manusia bahwa segala sesuatu akan kembali ke tempat asal.  Dunia fana ini segalanya kembali berpusat kepada Dzat Yang Maha Kuasa, Pencipta dari tidak ada menjadi ada. Jagat raya beserta isi hakikatnya milik Allah Subhanahu Wata’ala. Segala kenikmatan yang bisa dirasa oleh manusia berupa rizki hanyalah titipan sementara. Harta, rumah, perhiasan, anak, kendaraan, kesehatan, bahkan umur titipan semata. Adakalanya Allah Subhanahu Wata’ala mengambilnya barang sementara atau bahkan selamanya.

ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ ١٥٦

” (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.” (QS: Al-baqarah [2]:156)

Yang patut untuk kita catat adalah semua musibah yang merenggut (mengambil kembali) kenikmatan banyak disebabkan karena perbuatan kita sendiri.

وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍ ٣٠

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”(Q.S.42:30)

Sehingga jangan sampai kenikmatan yang telah Allah anugerahkan melupakan kita kepada Sang pemilik hakiki kenikmatan tersebut. Dengan sangat mudah Allah Subhanahu Wata’ala sewaktu-waktu mengambil kenikmatan tersebut.

Kesalahan yang diperbuat manusia berupa maksiat berdampak besar bagi kehidupan sesuai dengan tingkatan kemaksiatannya. Apabila kemaksiatan tersebut ekskalasinya besar maka dampak kerusakannya juga meluas. Kemaksiatan sistemik membawa dampak kerusakan sistemik pula.

ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ ٤١

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Q.S.30:41)

Mudik Akhirat

Mudik juga mengingatkan kita, bahwa kita semua akan kembali ke tempat akhir muara manusia yaitu kampung akhirat. Bila ajal telah tiba tak kuasa manusia berkat-kata. Semua manusia akan kembali keharibaannya. Digiring satu persatu tanpa ada yang terselip barang satupun.

ُوَ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن طِينٍ ثُمَّ قَضَىٰٓ أَجَلًا ۖ وَأَجَلٌ مُّسَمًّى عِندَهُۥ ۖ ثُمَّ أَنتُمْ تَمْتَرُونَ ٢

“Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu).”.(Q.S.6:2)

وَجَآءَتْ سَكْرَةُ ٱلْمَوْتِ بِٱلْحَقِّ ۖ ذَٰلِكَ مَا كُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ ١٩

“Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.“(Q.S.50:19)

Mudik ke akhirat tak mengenal waktu dan usia. Tidak ada pengumuman terlebih dahulu. Tidak harus sakit, tidak menunggu tua renta. Kapanpun dimanapun bila ajal tiba. Maka saat itulah malaikat datang menjemput.

Jika demikian, kematian bukan suatu yang perlu ditakutkan. Yang perlu dipersiapkan adalah bekal atau ‘oleh-oleh’ yang harus kita bawa untuk perjaalanan akhirat yang panjang dan tak bertepi. Apa bekal terbaik yang harus kita bawa? Ya, Ketaqwaan adalah bekal terbaik. Karena ketaqwaan adalah predikat terbaik manusia.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ ١٨

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.59:18)

 ۗ وَتَزَوَّدُوا۟ فَإِنَّ خَيْرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقْوَىٰ ۚ وَٱتَّقُونِ يَٰٓأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ ١٩٧

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.” (Q.S.2:197)

Salah satu wasilah yang Allah Subhanahu Wata’ala berikan kepada manusia dalam merajut ketaqwaan adalah puasa ramadlan (QS. Al-Baqarah : 183). Maka sudah seyogyanya kita bersikeras  lulus sebagai alumni ramadlan mendapat gelar taqwa.

Pastikan perjalanan mudik kita aman dan selamat sampai tujuan. Hidup bukan barang mainan yang dihabiskan untuk mainan. Hidup adalah pertanggungjawaban yang besar. Berbekallah dengan taqwa. Pakailah sabuk pengaman. Sebaik-baik ‘sabuk pengaman’ adalah iman. Berhati -hatilah dijalan kehidupan. Tengok kanan dan kiri. Tengoklah mana yang halal dan haram. Kenalilah petunjuk jalan. Al-Quran dan As-Sunnah  sebaik-baik dan sejelas petunjuk jalan. Sampai jumpa semoga kita bertemu di surgaNya.

(hidayatullah/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk