Permasalahan Kita Terhadap Al Qur’an

MuslimahZone.com – Banyak kita lihat saat ini sebagian besar orang termasuk mahasiswa misalnya, sering kali membesar-besarkan guru mereka, dosen atau manusia-manusia lainnya. Mereka memberikan pujian yang luar biasa. Tetapi banyak dari mereka lupa. Mereka meninggalkan ayat-ayat Allah, meninggalkan wahyu tentang kebesaran Allah, kebesaran Al Qur’an, kebesaran tentang perintah dan larangan yang dikandung Al Qur’an, dan mereka berbelok arah untuk memuliakan kepribadian manusia.

Pernahkah kita melihat seseorang pulang dari Masjid. Dia lalu menceritakan tentang bacaan qori’ yang baik, begini dan begitu…

Di Ramadhan misalnya, dalam sebulan setiap kali pulang dia hanya menceritakan tentang orang yang membaca Alqur’an dengan baik, suaranya indah, dan sebagainya. Mengapa jarang sekali kita mendengar seseorang yang pulang dari Masjid dan berkata, “Demi Allah, ayat-ayat yang aku dengar benar-benar mengguncangkan hati.” Atau pernahkah dia berbicara tentang satu ayat saja tentang perintah dan larangan Allah dalam ayat yang didengarnya.

Dia berbicara tentang ini dan itu tentang seseorang yang membuat orang yang mendengarnya terpesona dengan suaranya. Dia berbicara tentang dosen yang membuat terpesona mahasiswanyadengan gaya mengajarnya yang begitu baik. Atau khatib jum’at yang berkhutbah dengan penampilan memukau.

Tapi dia tidak pernah berbicara tentang Rabb dari hamba. Dia tidak berbicara tentang Pencipta yang membuat Al-Qur’an itu dengan ayat-ayat-Nya yang tegas dan menjelaskan dengan jelas. Dia yang Maha Bijaksana, Maha Mengetahui, Maha Besar, bebas dari cacat! Bagaimana Allah itu Maha Sabar !? Bagaimana kasih sayang Allahpada ciptaan-Nya !?

Demi Allah, tidak ada hak yang disia-siakan lebih daripada hak Allah. Kita melihat seseorang kembali ke rumah, berbicara tentang begitu dan begitu, padahal ayat-ayat Allah yang dibacakan kepadanya adalah ayat yangtelahditurunkan di sebuah gunung, yangharusnya dapat mengguncangkan hatinya, namun tidak ada lagi rasa takut kepada Allah di hati mereka.

Dia tidak pergi ke rumahnya dan memberitahu anak-anaknya, “Anak-anakku, aku berdoa di belakang Imam dan mendengar Allah berkata,” Hai orang yang beriman, takutlah kepada Allah dan berkumpulah bersama orang-orang yang benar.”

Apakah salah satu dari kita kembali ke rumah, berbicara tentang perintah Allah atau salah satu dari larangan-Nya?

Sumber: Disadur dari Idealmuslimah.com

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
Keutamaan Ilmu
Tata Cara Mandi Haid dan Mandi Junub
Peran besar muslimah dalam dakwah Islam
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
Neraka Jahannam Sepanjang Hidup, Surga Sepanjang Hidup
Rizki di Tangan Allah
Pada Suatu Titik
Mencari Jalan Pulang
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
Kenapa Anakku Susah Banget Sih Disuruh Sholat?
Aku Peduli Iman Anakku
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Cara Mengatasi Anak Susah Makan
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
Tips Merebus Telur yang Baik
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
7 Tips Menyapih Anak
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
Tips Merebus Telur yang Baik
Resep Aneka Olahan Singkong
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga