Pentingnya Makanan Sehat untuk Keluarga

Muslimahzone.com – Tidak diragukan lagi, peran keluarga sangat berpengaruh dalam pola hidup kita, dan salah satunya adalah pola makan sehari-hari. Seseorang yang terbiasa dengan pola makan tertentu biasanya akan sulit untuk menghilangkan kebiasaannya tersebut. Untuk itu, orangtua khususnya kaum ibu perlu mengetahui bagaimana caranya membiasakan anak dan keluarga dengan pola makan sehat.

Kenalkan Sejak Dini

Kita bisa mulai mengenalkan makanan sehat sejak anak kita lahir. Memberikan ASI pada anak-anak kita sebenarnya merupakan awal yang baik untuk memulai. Seperti kita ketahui, ASI merupakan makanan terbaik dan tidak bisa ditandingi dengan susu formula semahal apapun. Setelah anak berusia 6 bulan dan siap mendapatkan MPASI (makanan pendamping ASI), maka hendaknya kita memilihkan mereka makanan yang alami dan sehat. Meskipun banyak makanan instan yang sangat praktis, namun makanan pendamping ASI buatan sendiri lebih variatif dan kaya dengan zat-zat gizi yang dibutuhkan dalam pertumbuhan anak. Semakin bertambah umur anak, kebutuhan mereka pun semakin meningkat, karena anak-anak kita mulai sekolah dan memiliki banyak aktivitas yang menyita tenaga dan pikiran. Untuk itu, tetap pantau pola makan anak, jangan sampai anak berangkat sekolah tanpa sarapan, dan ingatkan anak untuk tidak terlambat makan meski banyak kegiatan. Apalagi saat ini makin banyak kasus sakit gastritis (maag) yang menyerang anak usia sekolah.

Anak Meniru Kebiasaan Orangtua

Jika orangtua mempunyai kebiasaan “sarapan” dengan segelas kopi saja, suka terlambat makan, tidak doyan sayur, dan gemar  makanan instan, maka biasanya kebiasaan-kebiasaan seperti ini akan ditiru oleh anak. Jika kita ingin anak-anak kita sehat dan cerdas, tentu kita akan berusaha untuk menerapkan pola makan sehat dalam keluarga. Kita perlu menjelaskan kepada anak-anak mengenai pentingnya memilih makanan yang sehat. Jangan biasakan anak jajan sembarangan dan tunjukkan pada anak-anak kita bahwa kita selalu berusaha memilih yang terbaik untuk mereka. Tunjukkan pada anak-anak jajanan mana yang boleh mereka pilih dan mana yang tidak boleh.

Perbanyak Konsumsi Serat!

Kebiasaan makan sayur dan buah masih sangat kurang di kalangan masyarakat Indonesia. Rata-rata konsumsi serat pangan penduduk Indonesia baru memenuhi 10,5 gram per hari, ini berarti hanya memenuhi kebutuhan serat sekitar sepertiga dari kebutuhan serat yang ideal (30 gram) setiap hari. Hal ini mengakibatkan penyakit degeneratif (penyakit ketuaan), seperti penyakit jantung, stroke, dan lain-lain meningkat tajam. Serat memiliki banyak manfaat antara lain : meningkatkan kesehatan saluran pencernaan dengan cara meningkatkan motilitas (pergerakan) usus besar, memperlancar proses buang air besar, mengurangi risiko wasir (ambeyen), dan mencegah kanker usus besar. Makan sayur dan buah dalam jumlah yang cukup juga berfungsi ganda , yaitu selain sebagai sumber serat juga merupakan sumber vitamin dan mineral, yang kesemuanya itu dibutuhkan untuk pemeliharaan kesehatan tubuh yang optimal.

Jangan Asal Pilih

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan ketika memilih sayur dan buah, tentunya supaya manfaat yang diperoleh bisa maksimal. Berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika memilih buah :

  • Pilihlah buah yang masak dan utuh. Buah yang masak optimal memiliki rasa manis yang segar.
  • Pilihlah buah yang memiliki kulit yang licin, segar, dan tidak keriput.
  • Warna buah harus terlihat segar dan padat.
  • Pilihlah buah yang berbau harum (untuk beberapa jenis buah tertentu)
  • Belilah buah tepat pada musimnya.

Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan ketika memilih sayuran, antara lain :

  • Sayuran daun, pilihlah yang masih utuh dan segar, berwarna cerah, belum menguning, dan tidak buram. Batang daunnya dapat dipatahkan dengan mudah dan tulang-tulang daunnya masih terlihat jelas.
  • Sayuran buah, pilihlah yang masih utuh, tidak pecah atau memar, tidak berair, serta tidak lunak dan berbau busuk. Pilihlah yang sudah tua atau masak (untuk cabai dan tomat), serta yang masih muda (untuk terung dan labu)
  • Sayuran polong, Pilihlah polong yang masih muda, tidak berlubang-lubang, atau berbintik-bintik, berbentuk silindris, berwarna hijau tua, dengan batas antara biji polong belum terlihat jelas. Pilihlah yang dapat dipatahkan dengan mudah dan tidak berlendir. Sedangkan untuk polong yang diambil bijinya, pilih yang sudah tua.
  • Sayuran umbi, pilihlah umbi yang tidak berlubang-lubang, tidak lunak atau berair, kulit umbi tidak terluka atau memar. Untuk kentang, pilihlah yang tidak berlekuk agar pengupasannya mudah. Untuk bawang merah dan bawang putih, pilihlah yang kering tapi tidak keriput. Untuk wortel, pilihlah yang masih muda dengan warna jingga cerah.

Jangan Asal Simpan

Meski akan lebih baik jika kita segera mengolah bahan makanan yang telah kita beli, namun karena pertimbangan tertentu, adakalanya kita membeli dalam jumlah banyak untuk persediaan. Untuk itu, perlu diketahui bahwa tidak semua sayur dan buah membutuhkan kulkas dalam penyimpanannya. Pilihlah buah dan sayuran segar yang tidak cacat atau rusak jika akan menyimpannya dalam kulkas. Jangan mempunyai anggapan bahwa semua jenis buah dan sayuran bisa disimpan di dalam kulkas dan akan memperpanjang masa simpannya, karena tidak semua buah dan sayuran cocok disimpan dalam kulkas.

Ada 4 kelompok buah dan sayuran, jika ditinjau dari suhu penyimpanan dan kelembabannya yaitu :

  • Kelompok yang membutuhkan suhu dingin dan kelembaban tinggi. Kelompok ini membutuhkan kulkas dalam penyimpanannya supaya bisa tetap awet dan segar, misalnya anggur, brokoli, dan jagung manis.
  • Kelompok yang membutuhkan suhu sejuk dan kelembaban tinggi. Kelompok ini merupakan komoditi yang memerlukan kulkas dalam menjaga kesegarannya. Antara lain : terung, paprika, dan tomat hijau.
  • Kelompok yang membutuhkan suhu dingin dan kelembaban rendah. Komoditi yang masuk kelompok ini tidak memerlukan kulkas dalam penyimpanannya, misalnya bawang putih dan bawang bombay.
  • Kelompok yang membutuhkan suhu hangat dan dan kelembaban rendah. Kelompok ini juga tidak membutuhkan kulkas dalam penyimpanannya, misalnya labu dan ubi jalar.

Ada beberapa buah dan sayur yang tidak dianjurkan untuk dimasukkan dalam kulkas, karena bisa mengalami kerusakan dingin (chilling injury) yang ditandai dengan perubahan warna kulit atau daging buahnya. Buah dan sayuran seperti ini sebaiknya tidak disimpan dalam kulkas, antara lain : pisang, alpukat, melon, jeruk, pepaya, dan kiwi, serta sayuran seperti timun, bawang, dan kentang.

Agar Anak Gemar Makanan Sehat

Setiap orangtua pasti akan senag senang jika anak-anaknya mudah dalam hal makan dan menyukai makanan yang sehat. Berikut beberapa kiat yang bisa diterapkan orangtua :

  • Sediakan selalu menu sehat di meja makan keluarga, tentu saja dengan mengurangi yang instan dan memperbanyak sayur serta buah-buahan.
  • Beri contoh pada anak bahwa orangtuanya gemar makan makanan sehat.
  • Batasi uang jajan anak dan hendaknya orangtua selalu berpesan supaya anak memilih jajanan yang sehat.
  • Biasakan sarapan pagi supaya anak bisa konsentrasi belajar dan secara tidak langsung bisa mengurangi minat jajan anak yang berlebihan.
  • Untuk anak yang masih kecil, sajikan sayur dan buah agar bisa menarik minat anak. Jika tidak suka dimakan secara langsung, sesekali bisa dibuat jus atau sari buah.
  • Sekali waktu, sempatkan untuk membuat sendiri makanan favorit anak. Selain bebas bahan tambahan makanan seperti pemanis buatan, pengawet, dan penyedap rasa, dengan memasak bersama anak akan memberi kesan tersendiri bagi anak kita.

Sehat Tidak Harus Mahal

Bahan makanan yang sederhana bisa diolah sehingga menjadi makanan yang menarik dan tentu saja sehat, seperti tahu dan tempe misalnya. Sayuran hijau yang harganya cukup murah juga bisa menjadi sajian penuh gizi bagi keluarga. Jika membeli buah terasa berat di kantong, bisa disiasati dengan membelinya ketika sedang musim, karena biasanya harganya relatif lebih murah. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi untuk selalu menyajikan makanan sehat bagi keluarga kita.

dr. Avie Andriyani

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk