Para Wanita, Mengapa Penting Menyembunyikan Amalan Kita?

MuslimahZone.com – Zaman sekarang, susah mencari orang yang benar-benar tulus untuk beramal. Banyak diantara kaum selebritis atau pejabat yang menampakkan amalnya di media saat akan menyumbang sesuatu, ditambah menyebutkan jumlahnya sekalian. Seolah, seluruh dunia wajib mengetahui amalannya, tentu ingin mendapatkan pujian dan terkenal sebagai orang yang suka berderma.

Padahal sahabat Ummi, jika hal itu dilakukan dengan sengaja tentu akan mengurangi nilai ibadah, amalannya, bahkan mendapatkan dosa karena bersifat riya. Mari kita berkaca dengan kisah inspiratif yang berikut ini agar mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan amalan tersembunyi?

Amru bin Tsabit berkisah, pada suatu waktu ia sedang memandikan jenazah Ali bin Husain, cucu Ali bin Abi Thalib. Tiba-tiba pandangannya tertuju pada punggung Ali yang kehitam-hitaman. Diantara yang memandikan jenazah saling bertanya-tanya, ada apa dengan punggungnya. Namun ada seseorang yang menyimpulkan bahwa dulu Ali bin Husain sering memanggul berkarung-karung gandum pada malam hari untuk dibagi-bagikan kepada fakir miskin di kota Madinah. Karenanya penduduk kota Madinah berkata,”sepeninggal Ali bin Husain tak pernah lagi terdengar Shadaqah sir (sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi).

Sebenarnya Ali bisa saja menyuruh orang lain untuk memanggul karung itu dan dibagi-bagikan pada fakir miskin, namun ia tak lakukan itu. Ia lebih memilih memanggul sendiri karungnya, bukan di siang hari dimana orang-orang masih terjaga. Ia memilihnya pada malam hari yang gelap gulita, agar kebaikannya tak diketahui oleh banyak orang.

Untuk menjaga keikhlasan terkadang harus menempuh cara yang di luar kebiasaan, terkadang sedikit merepotkan. Terkesan tidak umum, namun di mata Allah justru yang lebih disukai karena lebih terjaga niat dan rasa keikhlasan. Makanya ada istilah dalam agama untuk memberi dengan tangan kanan, seolah-olah tangan kiri tak mengetahuinya. Abu Bakar pun memilih bersedekah menjelang subuh. Hal ini juga dimaksud agar kebaikannya tersembunyi.

Keikhlasan memang harus diupayakan dari awal sampai akhir, memperjuangkan memberi tanpa ujub bukan hal yang mudah. Karena perusak keikhlasan sekecil apapun memang harus diusir jauh-jauh. Ada sebuah riwayat, yang merupakan contoh buat seseorang untuk sembunyikan jasa walau di tengah keramaian.

Abdullah bin Mubarak, yang mampu membuktikan itu, saat ada peperangan antara muslim dan kafir. Saat pertempuran akan dimulai, orang kafir meminta satu lawan satu terlebih dahulu. Pihak muslim menyetujui. Namun atas kehendak Allah satu persatu prajurit muslim kalah, dan gugur. Dengan sombongnya pasukan kafir berteriak menantang siapa lagi yang berani maju, satu lawan satu.

Tiba-tiba Abdullah bin Mubarak merangsak maju dan dibabatnya orang kafir yang sombong tadi sekaligus beberapa orang lagi, sebagai balasan telah membunuh pasukan muslim tadi. Setelah itu Abdullah berlalu tanpa berucap sedikitpun, atau merayakan kesuksesannya menumpas kesombongan pasukan kafir. Ia khawatir ucapannya malah membuat ujub atau sombong dan merusak rasa ikhlasnya dalam berjihad.

Ikhlas itu sesuatu yang tak diucap, apalagi diberitahukan kepada orang lain. Karena bisa jadi itu indikasi bentuk ketidakikhlasan. Dari keikhlasan itu sendiri butuh ikhlas. Sesuatu yang berlapis, dan memang agak sulit untuk diurai. Salah satu bentuk ketidakikhlasan apabila kita memberikan sesuatu yang bersifat duniawi hanya ingin dipuji saja, mendapat jabatan atau dengan tujuan untuk mendapatkan sesuatu keuntungan yang lebih.

Abu Musa Asy’ari pernah meceritakan, seorang lelaki datang kepada Rasul dan bertanya,”Bertempur karena harta rampasan, bertempur karena ingin terkenal, dan yang lain bertempur supaya dilihat posisinya, siapa yang diantara mereka berada dijalan Allah? Siapa yang berperang untuk menegakkan kalimat La illaha illallah maka ia ada di jalan Allah, jawab Rasul”.

Dan Qatadah pun berkata, siapa orang yang beramal niatnya adalah dunia, maka Allah akan membalas di dunia karena kebaikannya, namun di akhirat tak ada ganjarannya, namun bila ia beramal karena Allah, maka ganjarannya kebaikan dunia dan Akhirat”.

Untuk itu, kita tetap harus belajar, ikhlas untuk ikhlas. Berderma bukan untuk dipuji atau mendapat suatu keuntungan, atau disebut sebagai dermawan. Luruskan niat, bersihkan hati dan diri, agar surga nan indah menanti.

Penulis: Candra Nila Murti Dewojati

Sumber: Ummi Online

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
Keutamaan Ilmu
Tata Cara Mandi Haid dan Mandi Junub
Peran besar muslimah dalam dakwah Islam
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
Neraka Jahannam Sepanjang Hidup, Surga Sepanjang Hidup
Rizki di Tangan Allah
Pada Suatu Titik
Mencari Jalan Pulang
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
Kenapa Anakku Susah Banget Sih Disuruh Sholat?
Aku Peduli Iman Anakku
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Cara Mengatasi Anak Susah Makan
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
Tips Merebus Telur yang Baik
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
7 Tips Menyapih Anak
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
Tips Merebus Telur yang Baik
Resep Aneka Olahan Singkong
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga