Para Ibu Agar Terus Belajar Empati

Muslimahzone.com – Empati sepertinya adalah salah satu barang langka di kehidupan saat ini. Kita masih harus senantiasa belajar.

Salah satu tulisan dari Jayaning Hartami ini semoga dapat bermanfaat dalam membangun empati diri.

***

YA ELAH, GITU DOANG..

Mungkin pernah suatu hari terbaca kita status fb seorang ibu baru yang bolak balik posting di timeline tentang hebohnya perubahan hidup dan lelah yang dia rasakan setelah punya bayi, lalu kita yang udah merasa jadi emak senior ini berucap dalam hati,

“Ya elah, gitu doang perasaan ngeluh mulu sihh..”

Atau suatu ketika lagi lagi mendengar curhat sedih seorang kawan yang gagal lagi hasil testpack-nya padahal baru juga menikah beberapa bulan, mungkin kita yang sudah dikaruniai anak ini berucap pelan,

“Ya elah, gitu doang.. sabar dikit napa sih. Baru juga kawin berapa bulan..”

Atau melihat seorang teman -sesama ibu ibu-, beranak satu. Yang full semua pekerjaan rumah tangganya dikerjakan oleh pembantu. Mungkin kita yang anaknya lebih banyak dan mengerjakan ini itu sendiri, muncul jumawa dalam diri,

“Ya elah, gitu doang pake pembantu. Manja amaaat..”

Mengetahui ada seorang ibu, yang memilih menggunakan jasa catering untuk makanan di rumah. Mungkin kita yang setiap hari terbiasa masak sendiri, sedikit mencibir,

“Ya elah, gitu doang pake catering. Masak sendiri dong. Itu kan bukti cinta buat keluarga!”

Mungkin pernah juga berulang mendapati cerita sesama ibu yang maju mundur rencana resign kerja-nya. Ingin membersamai anak di rumah tapi kondisi finansial tetap harus dikalkulasi hati hati.. kita yang serba berkecukupan dari suami ini mungkin tak tahan untuk bergumam nyinyir,

“Ya elah, gitu doang.. ragu amat sih sama rejeki dari Allah!”

***

Dears,

Satu hal penting yang ku pelajari dari ilmu psikologi adalah bahwa penghayatan tiap orang dengan masalah yang ia punya, gak bisa disamaratakan dengan standar kita.

Ada yang merasa bahwa menjadi ibu baru sungguh membolak balikkan ritme hidupnya. Mengurangi porsi istirahatnya dengan kadar tak terkira. Membuatnya lelah dalam kondisi yang sulit dideskripsikan dengan kata kata.

Mungkin dulu kita gak ngalamin hal yang sama. Fase newborn terlewati dengan baik baik saja, riang dan gembira.

Tapi ukuran kita gak sama dengan ukurannya. Maka, belajarlah untuk empati..

Ada yang baginya persoalan memiliki anak adalah hal segera yang ia nantikan sejak lama. Dikejar tenggat usia. Belum lagi komentar pedas dari keluarga. Maka hasil test pack negatif berulang sungguh menyayat hatinya.

Mungkin dulu tak kita lalui pengalaman yang sama.

Tapi tentu, ukuran kita bukan ukurannya. Gak akan bisa disama rata. Maka belajarlah untuk menghargai sedih yang ia punya..

Ada yang sungguh harus dibantu mengerjakan segala urusan rumah tangga. Bukan perkara manja, tetapi ia ingin menyimpan tenaga terbaiknya untuk bermain bersama anak anak tercinta. Atau mungkin ia punya kondisi fisik khusus yang membuatnya ga bisa terlalu kelelahan.

Lagipula toh suaminya punya alokasi dananya. Berbagi rizqi dengan orang lain untuk bantu membereskan pekerjaan rumah yang ada, kenapa tidak?

Mungkin kita berbeda. Bangun paling pagi dan tidur paling malam sudah biasa. Mengerjakan semua sendiri pun bisa dihandle dengan sangat tertata. Gak perlu menggunakan jasa asisten rumah tangga..

Tapi lagi lagi, ukurannya bukan ukuran kita. Bagi kita biasa saja, mungkin bagi dia akan menyebabkan kelelahan luar biasa.

Siapa yang tahu apa yang terjadi sebenarnya?

Maka belajarlah untuk memahami. Bahwa masing masing rumah tangga pasti punya pertimbangannya tersendiri..

***

Sepatu kita mungkin akan sempit jika dipakai di kakinya, dan baju yang ia punya mungkin akan kebesaran saat digunakan oleh kita.

Begitulah penghayatan manusia pada masalah yang ia hadapi : pasti berbeda dan ga bisa dipukul rata.

Masalah hidup yang kita anggap enteng dan remeh temeh, bisa jadi dirasa sangat mengguncang oleh ibu lain di luar sana.

Dan bisa jadi sebaliknya,

Masalah yang menurutnya sepele, ternyata sungguh terasa berat saat dialami sendiri oleh kita.

Penghayatannya berbeda. Begitu pun emosi yang menyertainya.

Pegang erat empati,

Ketika bertemu orang lain dengan kondisi dan pilihan hidup yang gak sama dengan yang kita punya.

Kedepankan baik sangka,

Bahwa apapun pilihan hidup yang ia pilih sudah pasti sesuai dengan kondisi keluarganya.

Tugas kita masih banyak, Bu.

Kita sering menyebut bahwa it takes a village to raise a kid. Tapi lupa..

Bahwa it also takes a village to support a Mom. Dibutuhkan satu kampung pula untuk bisa jadi supporting system bagi para ibu yang saling memberdayakan. Bukan menjatuhkan.

Every person you meet is fighting a battle you know nothing about. So, be kind. Always.

Jayaning Hartami 

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Pesta Seks Bukan Nikmat Terbesar di Surga
Secular Radicalism, The Real Blasphemy
Biasakanlah Anak Minta Izin Ketika Masuk Kamar Orangtua
Meraih Sifat Qana’ah
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Hati-hati Merusak Kebahagiaan Orang Lain Tanpa Sadar
Berhenti Menghujat Saudara Sendiri di Sosial Media
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Nasehat Tere Liye Seputar Jodoh
Tepuk Anak Sholeh dan Benih Radikalisme
Kerap Terlupakan Orangtua Mendidik Adab Anak
Mengapa Ayah Lebih Sabar daripada Ibu
Belajar Matematika Untuk Anak Usia Dini, Apa Dulu yang Diajarkan?
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Jika Telah Caesar 3x, Apakah Boleh Steril/Tubektomi?
Sharing : Melahirkan Hanya 3 Kali Mengejan
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk