Pameran Kehebatan Anak

Oleh:

|

|

Muslimahzone.com – Sering kita saksikan orangtua yang memamerkan kehebatan anaknya di depan umum atau malah di sosial media. Entah dengan tujuan apa kita tidak bisa menghakimi. Anak adalah amanah yang besar dari Allah kepada orangtua. Untuk itu, sebagai orangtua memang harus memberikan perhatian yang khusus terhadap hal ini.

Berikut pendapat Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari yang dipublis dalam akun abah ihsan official, semoga bermanfaat sebagai bekal dalam menjalankan amanah sebagai orangtua.

***

Ada yang tanya: abah ihsan, dari tulisan abah, abah itu “manusia biasa” kayak kita-kita. Abah kok jarang pameran kehebatan anak abah. Gak pernah upload anaknya dapat piala apa, gak pernah upload nilai raport, atau laporan hafalan sudah berapa juz, anaknya sudah bisa apa. Kenapa?

Tanggapan:

Mengapa saya gak suka pamer? Bukan karena gak ada yang bisa dipamerin. Teman-teman satu sekolah anak saya seperti teh salma pasti tahunya; harusnya bisa kalau mau pamer. Tapi soal prestasi akademik, hafalan quran dan kehebatan lainnya, sedapat mungkin saya memilih tidak untuk dipublish (dipamerkan).

Kenapa?

1. Faedahnya pameran anak apa? ya klo buat orang lain semangat. lah klo buat orang lain baper gak jelas?

2. Hidup itu lari marathon. berbangga dengan prestasi sekarang, 20 tahun lagi? juga soal pameran keshalihahan anak, ampun deh, dijamin masih terjaga? Shalih sekarang, 30 tahun lagi?

3. Anak berprestasi bagi saya bukan ranking, juara apa, sudah mencapai apa. tidak! yang utama bagi saya bagaimana anak memiliki mental mandiri, akhlakul karimah, aqidah yang lurus. amin. ini pun gak boleh puas dengan sekarang..karena harus dilatih.. dibiasakan.

4.Jika pun benar anak kita punya kehebatan. Kehebatan itu darimana?

IQ cerdas, sehingga jago matematika, hafalan qurannya banyak, yang ngasi siapa? Allah

Wajah cantik ganteng, yang ngasi siapa? Allah

Anak suaranya bagus, ngajinya bagus, nyanyinya bagus, yang ngasi siapa? Allah

Terus kenapa dibanggakan?

5.Kalau tujuan memotivasi gimana?

Selama yang diceritakan “bagaimana” bukan “apa yang dicapai” silahkan Anda tulis dan pamerkan. Semoga jadi kebaikan.

Kalau Anda pameran silahkan. Itu urusan masing-masing. Saya gak ikut campur. Saya tidak nge-judge siapapun. Saya hanya menjawab yang bertanya pada saya.

Memang apa sih salahnya pameran? ya sudah jelas… jangan disepelekan. Pameran itu adalah sifat UJUB, membangkan diri. UJUB itu modal dari sifat TARAFFU (menonjolkan diri). TARAFFU itu modal dari KIBR atau TAKABUR (sombong).

Saya beristighfar semoga mengampuni perbuatan itu jika khilaf melakukannya. Semoga juga yang membaca ini.!

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

‎لَوْ لَمْ تَكُوْنُوْا تُذْنِبُونَ لَخِفْتُ عَلَيْكُمْ مَا هُوَ أَكْبَرُ مِنْ ذَلِكَ الْعُجْبُ الْعُجْبُ

“Jika kamu tidak berbuat dosa, sungguh aku mengkhawatirkan kamu pada perkara yang lebih besar dari itu, yaitu ‘ujub, ‘ujub (kagum terhadap diri sendiri)” [Hadist Hasan Lighairihi, sebagaimana di dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 658, karya syaikh Al-Albani]

(fauziya/muslimahzone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *