Ormas Asing Untuk Siapa?

Muslimahzone.com – Turunnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 59 Tahun 2016 tentang Ormas yang Didirikan oleh Warga Negara Asing (WNA) “hanyalah” aturan teknis dari penjabaran UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas. Namun, karena PP terbit di tengah merebaknya isu ”bahaya asing,” wajar jika menimbulkan keresahan masyarakat. Wakil Ketua DPR Fadli Zon memahami kegelisahan masyarakat, sebagai bentuk ketidakpercayaan terhadap pemerintah.

Isu ini menyebabkan perasaan insecure masyarakat, di tengah merebaknya penetrasi modal dan tenaga kerja asing, dua tahun belakangan ini. Terutama investasi ataupun TKA dari Tiongkok. Fadli mencontohkan sejumlah peristiwa yang menambah perasaan insecure masyarakat. Di antaranya, diterobosnya area militer di kawasan Bandara Halim Perdana kusuma oleh TKA asal Tiongkok terkait dengan pembangunan proyek kereta cepat Jakarta–Bandung. Juga, ditemukannya tanaman cabai yang mengandung bakteri berbahaya yang ditanam TKA ilegal asal Tiongkok pula di Bogor, Jawa Barat.

Sementara itu, ahli hukum tata negara Margarito mengingatkan potensi bahaya legalisasi ormas luar negeri. Dia menuturkan, PP tersebut bisa mengikis nasionalisme. PP itu ibarat pintu masuk paham-paham asing seperti liberalisme, kapitalisme, bahkan radikalisme. Ormas yang dimaksud tidak hanya di bidang keagamaan, tapi juga lingkungan, sosial, pendidikan bahkan organisasi profesi.

Keberadaan ormas asing juga bisa mengikis independensi bangsa. Bila suatu urusan ditangani ormas, sering kali persoalan dibawa-bawa ke ranah internasional. Indonesia jadi tidak punya kemampuan lagi untuk membuat kebijakan yang independen atas persoalan tersebut. Sebab, ada intervensi-intervensi dari luar negeri (radarbogor, 20/12/16)

Komentar dari Mba Asri Supatmiati :

Selama ini, ormas asing berbentuk yayasan, lembaga sosial dan sejenisnya memang sudah eksis cukup lama. Mereka menyusupkan paradigma berpikir asing secara halus, melalui jalur konsultasi pendidikan, bantuan sosial, kepedulian lingkungan, bidang kesehatan, penanggulangan penyakit menular, dll.

Hampir semua ormas asing, tentu tidak berbasis ideologi Islam. Tidak menawarkan solusi berdasar Islam. Sebaliknya, tanpa disadari telah menanamkan ideologi asing, nilai-nilai Barat, seperti sekulerisme, kapitalisme, demokrasi, materialisme, toleransi, dan gaya hidup bebas.

Nah, PP diharapkan lebih tegas mengatur dan mengendalikan keberadaan mereka. Namun, yang menjadi persoalan, untuk apa hakikat pendirian ormas asing tersebut? Karena, benarkah mereka begitu tulus dan peduli bekerja untuk warga Indonesia? Khususnya, untuk memajukan umat Islam?

Kenapa tidak sekalian saja ormas asing dilarang, jika malah merusak aqidah dan atau menanamkan nilai-nilai yang bertentangan dengan Islam? Tidak cukupkah ormas-ormas dari warga Indonesia sendiri yang bekerja siang malam untuk kemaslahatan umat?

Ironisnya, ormas-ormas dalam negeri, yang tulus ikhlas bekerja siang malam demi kemaslahatan umat; amar ma’ruf nahi munkar; menegakkan kebenaran dan menghilangkan kemaksiatan; menjaga aqidah umat dari serbuan ajaran sesat sekulerisme-kapitalisme; malah kerap difitnah, dicitraburukkan, dan dimonsterisasi.

Bahkan diancam-ancam akan diawasilah, dibubarkanlah, karena dianggap membahayakan NKRI-lah, memecah kebinekaan-lah, tidak toleransilah, dll. Buka mata, buka hati, buka telinga, buka pikiran. Janganlah bahaya kekuatan asing di depan mata dianggap maslahat, sementara potensi kebaikan umat dianggap bahaya.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk