Orangtua dengan Tiga Fase

MuslimahZone.com“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan jangan lah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al Isra: 23)

Menjadi orangtua dan memegang teguh institusi pernikahan bukanlah hal yang mudah. Banyak hal yang harus dilakukan para orangtua untuk membangun rumah tangga dan keluarga mereka. Perjalanan menjadi orangtua dan menjaga mahligai keluarga agar tetap utuh adalah perjalanan yang berliku dan sarat perjuangan. Itulah mungkin mengapa ikatan pernikahan disebut mitsaqan ghalizan, sebuah ikatan kokoh yang setara dengan kenabian. Itulah mungkin mengapa Allah memberikan kewajiban berbuat baik kepada orangtua persis setelah perintah untuk tidak menyekutukanNya (QS. Al Isra: 23). Bahkan Allah sampai merinci wujud taat seperti apa yang harus diberikan oleh seorang anak kepada orangtuanya dalam lanjutan kalamnya yang suci tersebut, jangan kamu mengatakan ‘ah’, jangan membentak mereka, serta ucapkanlah perkataan yang mulia. Betapa mulianya kedudukan menjadi orangtua dalam pandangan Allah. Allahu Akbar!

Tiga Fase Orangtua

Menjadi orangtua diibaratkan melalui tiga fase, fase awal dan akhir adalah fase kebahagiaan dan fase tengah adalah fase perjuangan.

Setelah walimah pernikahan baru saja usai, calon orangtua memasuki fase bulan madu yang indah. Masa-masa sensitif namun penuh dengan kesediaan mafhum dan kesediaan memaafkan sehingga berbunga-bunga penuh warna. Fase ini dilalui beberapa waktu hingga tiba waktunya pasangan suami-istri memasuki fase sebagai orangtua yang ditandai saat istri hamil pertama.

Pada fase kedua inilah seluruh potensi suami-istri diuji. Ketegangan-ketegangan mulai banyak bermunculan dan kebutuhan mulai banyak bertambah. Pada fase ini pasangan suami-istri bahu-membahu membangun bahtera keluarga dan rumah tangga hingga bisa memenuhi semua kebutuhan materi dan non materi yang layak dimiliki oleh sebuah intitusi keluarga.

Kemudian fase terakhir adalah masa kebahagiaan, yaitu masa ketika orangtua hampir menyelesaikan tugas-tugasnya dalam mengemban tanggung jawab dalam keluarga, yang ditandai anak-anak mereka sudah mandiri dan bisa bertanggung jawab terhadap diri mereka secara maksimal. Pada tahap ini, orangtua memasuki “masa tua” yang penuh kemuliaan itu dan sudah seharusnya kini mereka menghabiskan masa tua didampingi oleh anak-anak yang berbakti pada mereka.

Semoga tulisan ini menjadi pengingat kepada para calon orangtua untuk benar-benar mempersiapkan diri menjadi orangtua juga menjadi penyegar semangat bagi para orangtua yang tengah berpeluh-peluh dan kepayahan dalam memerankan statusnya, ingat, perjuangan ini insya Allah tidak sia-sia. Percayalah fase akhir adalah kebahagiaan jika kita sungguh-sungguh pada fase perjuangan. Dan semoga pula menjadi pengingat bagi kita semua bahwa ada orangtua kita dengan perjuangannya yang senantiasa Allah tuntutkan bakti pada diri kita. (esqiel/muslimahzone.com)

Komentar Anda

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Menikah Muda Why Not ?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Anak-anak dan Membaca
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Wanita Muslimah yang Tangguh
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Tips Kecantikan ala Aisyah Istri Nabi
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk