Nafas Keluarga Ibrahim Al Khalil; Innii Dzaahibun ilaa Rabbiy..

Muslimahzone.com – Membangun keluarga dengan visi yang hidup benar-benar diperlukan. Visi yang hidup inilah yang kemudian menjadi dasar pijakan seluruh anggota keluarga dalam menjalankan masing-masing perannya.

Sungguh, keluarga muslim tak pernah kehabisan teladan. Allah telah memberikan kita teladan keluarga yang memiliki visi yang demikian hidup, ia adalah keluarga Ibrahim Al Khalil.

Visi hidupnya pertama kali diuji ketika raja Namrudz yang lalim itu memasukkan Ibrahim ke dalam api. Kisah ini diabadikan dalam Al Quran surat Ash Shaffat: 98- 99,

“Maka mereka bermaksud memperdayainya dengan (membakar)nya, (namun Allah menyelamatkannya), lalu Kami jadikan mereka orang-orang yang hina. Dakhidmn dia (Ibrahim) berkata, Sesungguhnya aku harus pergi menuju Rabbku. Dia akan memberi petunjuk kepadaku.”

Ibrahim pun hijrah bersama istrinya Sarah, dari Mesopotamia (sebelah barat Baghdad) menuju Mesir. Di Mesir, Sarah dihadiahi oleh raja seorang budak wanita bernama Hajar. Budak yang begitu khidmat kepada Sarah.

Kemudian Ibrahim, Sarah dan budak wanitanya, Hajar, hijrah menuju Palestina. Sarah diuji oleh Allah dengan belum juga dikaruniai keturunan. Namun visi yang ditanamkan Ibrahim demikian hidup dalam jiwanya, Sarah berhasil melewati ujian ini, ia pun meminang budaknya yang ia sayangi untuk menjadi madunya.

Langkah yang luar biasa bagi seorang istri, semua semata-mata ia lakukan agar lahir seorang anak yang dapat melanjutkan estafet dakwah tauhid suaminya. Saat itu Sarah pun bernafas dengan visi yang sama dengan Ibrahim, Innii dzaahibun ilaa Rabbiy..sesungguhnya aku pergi menuju Rabbku.. Ya, hanya demi mendapatkan keridhaan Allah Sarah melakukan itu semua.

Kerinduan Ibrahim dan Sarah dijawab oleh Allah, Hajar pun mengandung dan melahirkan seorang anak, Ismail. Tapi kebahagiaan ini diuji kembali oleh Allah, Allah tak hendak menjadikan kecintaan Ibrahim terhadap keluarganya melebihi kecintaannya kepada Allah. Ibrahim harus membawa Hajar dan Ismail hijrah menuju Mekkah, kemudian meninggalkannya di sana, di padang gurun yang tandus dan tidak berpenghuni.

Kembali, visi keluarga innii dzaahibun ilaa Rabbiy yang diemban Ibrahim sejak awal ternyata sudah mendarah daging pula dalam diri Hajar. Hajar berkata dengan penuh keyakinan, “jika Allah yang memerintahkan ini, tentu Ia tak akan menyia-nyiakanku”.

Hajar membesarkan Ismail sendiri, namun visi Rabbaniyah itu terus hidup menjadi nafasnya, membersamainya dalam mendidik Ismail muda. Hajar terbukti sukses menampilkan profil Ibrahim ke dalam benak Ismail sebagai ayah yang shalih dan luhur yang wajib dihormati dan ditaati, bukan sebagai ayah yang tidak bertanggung jawab karena telah meninggalkan mereka berdua di tempat yang tak berpenghuni. Maka, ketika Ismail bertemu sang Ayah setelah sekian lama berpisah, Ismail begitu menunjukkan takzimnya. Ma syaa Allah.

Hingga mimpi suci berupa perintah untuk menyembelih sang Anak yang sudah begitu dirinduinya datang. Visi keluarga Ibrahim kembali  Allah uji. Dengan tenang dan hati-hati ia mengabarkan mimpi tersebut kepada putranya, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!”.

Rupanya keyakinan yang sama sudah berhasil Hajar tanamkan dalam diri Ismail. Ismail pun telah bernafas dengan nafas yang sama dengan ayahnya, ibu tirinya, dan ibu kandungnya, innii dzaahibun ilaa Rabbi.. Dengan penuh pengertian dan motivasi terhadap sang Ayah dan keyakinan yang teguh atas visi keluarganya, Ismail menjawab, “Wahai Ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; in syaa Allah Engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Ma syaa Allah. Allahu Akbar wa lillahilhamd.

Disarikan dari kajian Al Bayan Nisa, Tafsir QS. Ash Shaffat: 99-102 bersama Ust. Ahmadi

(esqiel/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
Keutamaan Ilmu
Tata Cara Mandi Haid dan Mandi Junub
Peran besar muslimah dalam dakwah Islam
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
Neraka Jahannam Sepanjang Hidup, Surga Sepanjang Hidup
Rizki di Tangan Allah
Pada Suatu Titik
Mencari Jalan Pulang
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
Kenapa Anakku Susah Banget Sih Disuruh Sholat?
Aku Peduli Iman Anakku
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Cara Mengatasi Anak Susah Makan
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
Tips Merebus Telur yang Baik
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
7 Tips Menyapih Anak
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
Tips Merebus Telur yang Baik
Resep Aneka Olahan Singkong
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga