Muslimah Aussie Mengkritik ‘Pejuang’ yang Melarang Burqa

Oleh:

|

|

Sydney, MuslimahZone.com – Menghadapi kampanye baru terhadap kerudung dan makanan halal, seorang pemimpin Muslim terkemuka Australia telah menolak ‘pejuang’ yang mempropagandakan larangan burqa. Dia memperingatkan bahwa kampanye ini menghasut kebencian anti-Muslim di negara.

“Saya tidak ingin membuat asumsi. Saya percaya dia mungkin tidak mengerti dan dia mengatakan hal-hal seperti itu atas ketidaktahuannya, ” Maha Abdo, CEO Asosiasi Perempuan Muslim, mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Rabu (01/04/2015), seperti dikabarkan onislam.net, Kamis (02/04/2015).

“Tetapi dengan mempertahankan hal itu sehingga terjadi begitu lama, membuat saya berpikir bahwa dia hanya ingin menghasut ketakutan dan kecemasan dalam hati masyarakat Australia tentang ras dan agama tertentu.”

Komentar Abdo ini menyusul peluncuran 12-titik baru dari program parpol yang diantaranya adalah dukungan menghapus label makanan halal, mengurangi separuh anggaran bantuan luar negeri, oposisi dari setiap upaya untuk memperkenalkan hukum syari’ah ke Australia, minat khusus dalam semua hal yang berhubungan dengan veteran, juga melayani anggota angkatan pertahanan Australia dan keluarga mereka.

‘Jaringan’ politik baru ini didirikan oleh Senator Jacqui Lambie, yang terpilih di parlemen pada 2014 mewakili Serikat Partai Palmer (PUP), tetapi memisahkan diri pada November 2014.

Dalam rangka menemukan landasan bersama, Abdo mendebat Lambie di publik atas sikapnya mengenai burqa di televisi pagi di bulan Oktober tahun lalu.

Abdo juga menantang Lambie berulang kali untuk menjelaskan mengapa dia pikir burqa menimbulkan risiko, namun Lambie tidak menjawab.

Abdo juga mencoba di beberapa kesempatan untuk mengundang Lambie bergabung dengannya dan wanita Muslim lainnya untuk “diskusi sosialisasi.”

“Itulah cara orang Australia melakukan sesuatu,” kata Abdo, yang merupakan penerima medali Order of Australia dan Medali Multikultural NSW Premier ini.

Lalu tanggapan Lambie justru datang dalam bentuk tweet, yang menyatakan: ” Jacqui Lambie tidak akan mengunjungi masjid, karena itu bukan pendidikan moral saya”.

“Aku orang Australia,” tambahnya.

Melihat ide-ide ini sebagai ancaman terhadap integrasi Muslim di Australia, Abdo memperingatkan akan konsekuensi mengikuti politisi garis keras.

“Menggunakan sentimen anti-Muslim sebagai platform politik adalah sebuah kekhawatiran,” tambahnya.

Muslim, telah berada di Australia selama lebih dari 200 tahun, membentuk 1,7 persen dari populasi 20 juta nya.

2 Oktober lalu, gedung parlemen Australia menyetujui larangan cadar yang kontroversial, yang menyatakan bahwa perempuan mengenakan burqa atau niqab akan diarahkan ke galeri yang lebih tinggi di mana mereka bisa duduk di belakang kaca kedap suara.

Namun kurang dari tiga minggu kemudian, parlemen Australia menarik kembali larangan cadar yang dikenakan oleh perempuan Muslim.

Islam memandang hijab sebagai kode wajib berpakaian, bukan hanya simbol agama yang menampilkan afiliasi seseorang.

(fauziya/muslimahzone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *