MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)

Bogor, (Muslimahzone.com) – Buruknya kondisi ketahanan keluarga Indonesia saat ini menjadi latar belakang Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia kembali mengadakan sebuah forum tokoh umat yaitu Kongres Ibu Nusantara ke-4 (KIN 4).

Acara yang mengundang sekitar 1200 tokoh dari berbagai profesi ini, digelar di Braja Mustika Convention Center pada ahad, (25/12/2016) kemarin.

Mengusung tema “Negara Soko Guru Ketahanan Keluarga”, acara ini menghadirkan 4 narasumber yang menyampaikan materi-materi yang luar biasa. Adapun materi yang disampaikan bertajuk :

  1. Liberalisasi Penghancur Ketahanan Keluarga oleh Ibu Ir. Hj. Shoffiyah
  2. Sistem Pendidikan Islam Wujudkan Insan Kamil oleh Ibu Wiwing Noerainini S.Pi
  3. Sistem Ekonomi Islam, Menyejahterakan dan Membangun Ketahanan Keluarga oleh Ibu Rezkiana Rahmayanti, S.P
  4. Sistem Hukum Islam Melindungi Keluarga oleh Ibu Wahyuningsih S.Pd

Berikut hasil wawancara muslimahzone dengan Ibu Ir. Riril Nuril Huda dari Lajnah Fa’aliyyah MHTI DPD2 Kota Bogor seusai acara berlangsung :

Tanya : Apa tujuan dilaksanakannya Kongres Ibu Nusantara ini?

Jawab : Tujuannya itu sebenarnya ingin mencerdaskan, ingin mengajak para muslimah khususnya dan perempuan pada umumnya menyadari bahwa saat ini ketahanan keluarga kita itu sedang rapuh bahkan berada pada titik darurat ketahanan keluarga. Karena kita lihat realitas sekarang ini fenomena yang berkembang sudah banyak sekali kemaksiatan. Kita lihat dari segi moralitas, yang rusak itu bukan hanya dari kalangan remaja tapi dari kalangan orangtua pun juga sekarang sudah ada tren kesana. Bagaimana angka perceraian semakin meningkat, kekerasan dalam rumah tangga. Kalau dulu KDRT yang melakukan ibu tiri, kalau sekarang ibu kandung juga sudah bisa melakukan yang seperti itu. Bunuh bayinya, mutilasi bahkan, minum racun bersama-sama. Belum lagi kita lihat tawuran remaja, bahkan di Bogor ini ada informasi yang miris bahwa Bogor saat ini sudah mencapai peringkat pertama se-Jawa Barat dalam kasus HIV/AIDS. Ini menimbulkan tanda tanya, sebetulnya apa yang terjadi saat ini. Karena bagaimanapun juga generasi muda lahir dari keluarga. Saat ini pertahanan terakhir bagi umat itu adalah keluarga. Ketika keluarganya rapuh, tidak berjalannya fungsi-fungsi keluarga maka tidak mungkin dilahirkan generasi yang berkualitas. Yang terjadi justru kehancuran keluarga, kehancuran masyarakat, bahkan kehancuran negara. Karena krisis pemimpin, krisis orang-orang yang mampu membawa umat ini menuju kehidupan sejahtera.

Tanya : Apa makna dari tema yang diusung yaitu ‘Negara Soko Guru Ketahanan Keluarga’?

Jawab : Soko guru itu yaitu pilar utama. Ketika soko guru ini hancur maka bangunan itu akan ambruk. Kita memandang bahwa negara ini adalah yang paling berperan dalam menciptakan daya dukung pada ketahanan keluarga. Kenapa? Karena negara inilah yang menetapkan kebijakan apapun yang berkaitan dengan pengurusan urusan rakyatnya. Sehingga ketika negara ini tidak melakukan kebijakan-kebijakan yang pro pada ketahanan keluarga maka kita tidak bisa berharap ketahanan keluarga itu akan bagus.

Tanya : Siapa saja sasaran dari diberlangsungkannya acara ini?

Jawab : Acara ini dihadiri insya Allah 1200 tokoh se-Bogor Raya, Bogor Kota dan Kabupaten. Dari mubalighoh, intelektual dan praktisi, kalangan pengusaha, birokrat, partai politik bahkan ada kalangan dari kepolisian yang kita undang. Dan memang kalau kita lihat ya, ketahanan keluarga saat ini kenapa rapuh karena semua beban itu diserahkan kepada keluarga. Beban ekonomi, serangan dari luar, arus informasi atau apapun sekarang bebannya kepada keluarga. Sementara negara tidak banyak, kalaupun ada Undang-undang yang diterapkan ternyata UU itu kadang kontradiktif antara kebijakan yang satu dengan kebijakan yang lain. Kita bisa lihat contohnya ketika kita ingin mengentaskan masalah kenakalan remaja atau masalah kriminalitas, UU tentang kriminalitas sudah diketok palu tapi ternyata UU yang menyebabkan kriminalitas bisa terjadi ternyata tidak dihapus contohnya, kriminalitas bisa terjadi karena maraknya khamr, karena ketika orang itu mabuk dia tidak bisa lagi mengontrol dirinya kan, sehingga dia bisa saja melakukan perbuatan maksiat bahkan mencelakakan orang lain. Ketika ingin mengurangi angka kriminalitas, perusahaan khamr tidak ditindak bahkan sekarang perda-perda syari’ah terkait dengan khamr dihapus dengan alasan ini bertentangan dengan UU atau Perpu diatasnya. Nah ini menunjukkan kontradiktif.

Tanya :  Apa harapan setelah acara ini ke depannya?

Jawab :  Harapannya yang jelas yang pertama muslimah menyadari bahwa memang perlu ilmu, perlu bekal tsaqofah Islam, pemahaman Islam supaya bisa menjalankan fungsinya sebagai muslimah. Bisa menjalankan peran utamanya sebagai muslimah yaitu sebagai ummun wa rabbatul bait, sebagai pengatur rumah tangga. Kemudian dengan ilmu, dengan kesadaran itu muncul keinginan dan upaya-upaya untuk berIslam secara kaffah. Karena bagaimanapun setiap muslim punya kewajiban itu ya, berislam secara kaffah. Nah, sehingga dorongan inilah yang akan menggerakkan para muslimah khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk bersama-sama kita mewujudkan sistem yang mampu menjamin ketahanan keluarga ini menjadi kokoh. Sebuah sistem yang mampu menjamin bahwa masyarakat ini bisa hidup dengan sejahtera dunia dan akhirat. Bisa hidup mulia dunia dan akhirat. Yaitu memperjuangkan sebuah sistem yang datangnya dari Al Khaliq, sistem Islam yaitu sistem khilafah islamiyah.

Tanya :  Bagaimana sebelum adanya sistem Islam, peran keluarga atau kita sebagai muslimah seperti apa?

Jawab : Yang jelas adalah dengan melakukan pembinaan-pembinaan khususnya kepada para muslimah karena muslimah itu sasarannya harus muslimah, ga boleh ke muslim. Nah membina para muslimah sehingga muslimah itu bisa cerdas dan mempunyai pengetahuan yang mumpuni untuk menjalankan fungsinya. Itu yang bisa dilakukan. Tidak bisa tinggal diam, muslimah bisa melakukan aktifitas-aktifitas politik. Artinya bukan aktifitas politik dalam legislatif bukan akhirnya kita harus duduk di kekuasaan, tidak. Tapi berdasarkan definisi Rasulullah bahwa politik itu adalah ri’ayatussu’unil ummah fii dakhili wal khariji. Jadi mengurusi urusan ummat di dalam dan di luar negeri. Bahwa ummat itu memang punya urusan berbagai macam yang harus diurusi dengan sudut pandang Islam. Nah itulah, muslimah yang cerdas politik maka dia akan memperhatikan lingkungannya, masyarakatnya, memperhatikan keadaan bangsanya dan aktif memberikan pencerdasan-pencerdasan, memberikan solusi-solusi berdasarkan perspektif Islam. Karena yang mampu menjadi solusi tuntas adalah yang berdasarkan kepada Islam.

(fauziya/muslimahzone.com)

No Responses

Leave a Reply

Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
Menutup Aurat Hanya Musiman
Polemik Zakat Profesi Bulanan
Perbedaan Pendapat tentang Golongan yang Berhak Menerima Zakat Fithr
Ketika Mubahalah Telah Dipilih Sebagai Jalan Keluar
Ketika Tiga Kekuatan Menyatu di Bulan Ramadhan
Ada Keindahan Dibalik Ujian
Malam 1000 Bulan Pasti Hadir, Tidak Perlu Sibuk Mencari Tandanya
Sejauh Mana Kita Berbekal?
Adakah Rumah Tangga Ideal?
Kesederhanaan dalam Resepsi Pernikahan
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
Nak, Silaturrahim Tak Hanya Saat Lebaran
Kunci Agar Anak Gemar Beribadah
Kunci Anak Agar Remaja Anda Jauh dari Kenakalan
Ma, Diperkosa Itu Diapain?
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Hindari Fitnah Wanita, Istri Shalihah Gantinya
Halal Buat Kami, Haram Buat Tuan…
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
Dibalik Ketenaran Blewah di Bulan Ramadhan
Tetap Sehat Berpuasa Ketika Hamil
Cara Mengatasi Anak Susah Makan
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Tips Merebus Telur yang Baik
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
7 Tips Menyapih Anak
Biji Ketapang Gurih dan Empuk
Renyah dan Gurihnya Kue Garpu
Menu Sahur : Pepes Tahu Teri Pedas
Es Cendol Segar untuk Keluarga Saat Berbuka