Mereka Maunya Anda Diam

Muslimahzone.com – Era sosial media memang memiliki sisi positif dan negatif. Walaupun masih banyak yang memanfaatkannya dalam menyebarkan dakwah kebaikan namun tidak sedikit juga yang menjadikannya ajang berbuat kemaksiatan. Mereka memprovokasi, menghina dan menebarkan kebencian.

Tulisan Felix Siauw berikut adalah gambaran tentang apa yang diinginkan mereka yang membenci kebenaran melalui sosial media.

***

Mereka Maunya Anda Diam

Ada orang memukul saudaranya tanpa sebab apapun, lantas saat saudaranya marah dia berkata “Sabar dong, kita kan sama-sama saudara, cinta damai dong!”

Ada lagi yang mencuri barang kawannya, ketika kita meminta kembali malah dibilang “Bukankah kawan itu berbagi? Jangan pelit deh, dunia nggak akan dibawa mati!”

Ada juga yang memaki-maki temannya, saat temannya marah lantas ia bicara, “Tidak ada gunanya marah, tak ada gunanya mencela, mari kita cari solusinya sama-sama”

Ada pencuri kepergok, yang memergoki kemudian berteriak, lantas sang pencuri malah bicara “Jangan berisik, Kamu mengganggu ketentraman masyarakat!”

Persis sama, ketika ada yang menista agama, memprovokasi dengan menstigmatisasi Islam secara negatif, saat diklarifikasi, malah meracau, “Jangan provokatif!”

Jangan melongo, jangan heran, jangan terperangah, inilah logika yang sedang dibangun buzzer media sosial liberalis, komunis, yang sepaket dengan penista agama

Mereka mau memukul tapi tak ingin konsekuensinya, mau menghina tapi tak mau balasannya, “blame the victim”, sudah makan korban, salahkan korban juga

Dalam situasi internasional, gaya begini sama dengan Yahudi Israel, mereka sebut Muslim Palestina teroris, saat mereka membantai sebutannya “Preemptive Attack”

Siapa yang memainkan peran penting “blame the victim” ini? Tentu saja media, dalam masa sekarang, ya media sosial. Maka tak heran banyak buzzer berkeliaran untuk itu

Lihat saja, ulama-ulama kita yang menyampaikan dalil dari Kitabullah dan Sunnah dicap sebagai provokator, intoleransi dan memecah kesatuan bangsa, semua cap buruk

Kita tak perlu ambil pusing, dalam Islam jelas ada konsep amar ma’ruf nahi munkar, dan semuanya distandarkan dengan syariat yaitu Kitabullah dan Sunnah, semua sudah jelas

Yang diinginkan orang-orang bersuara miring dan nyinyir itu, adalah Anda diam terhadap seluruh kemunkaran yang mereka lakukan, bahkan kalau bisa Anda mendukungnya

Sayangnya, kita tak perlu dengan ucapan manusia, tak peduli dengan penilaian manusia. Kita yakin ketika kita sesuai dan taat pada Allah, Allah akan mudahkan semuanya

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk