Menyikapi Diri yang Gagal dan Jiwa yang Kalah oleh Hawa Nafsu

Muslimahzone.com – Dalam setiap muhasabah, kita akan menemukan kegagalan-kegagalan dalam menjaga kehambaan dan taqwa. Sebab kita manusia, maka kegagalan itu niscaya. Hanya orang-orang tertipu yang dalam muhasabahnya akan merasa berjaya tanpa cela. Nah, apa yang harus dilakukan pada diri yang gagal dan jiwa yang kalah oleh hawa nafsunya ini?

Imam Al-Ghazali mengusulkan mu’aqabah.

“Diri yang merasa sempurna,” demikian menurut beliau, “takkan dapat mengenali jalan menuju kebaikannya. Sebab dia memang tak merasa perlu berbenah. Diri yang bermuhasabah, juga perlu terbukti imannya jika dia merasa berbahagia dengan ketaatannya dan merasa berduka atas maksiatnya. Diri yang bermuhasabah juga seyogianya menghukum pribadinya jika berdosa, sebagai tanda sesal paling nyata, agar kelak Allah mengampuninya. Inilah mu’aqabah.”

“Bertakwalah kepada Allah di mana pun kau berada. Susuli setiap keburukan yang terlanjur kau lakukan dengan kabikan supaya dapat menebusnya. Dan bergaullah pada manusia dengan akhlaq yang mulia.” (H.R. At-Tirmidzi, dan Ad-Darimi)

Bentuk paling baik mu’aqabah di lapis-lapis keberkahan, tentulah sebagaimana yang Rasulullah sabdakan pada Abu Dzarr Radhiallahu ‘Anhu dalam hadits di atas. Yakni agar kita segera menyusuli keburukan dengan kebaikan.

Pada diri Sang Syahidul Mihrab ‘Umar ibn Al-Khaththab, kita menjumpai hakikat ini dalam wujudnya yang tegas. Suatu hari di pasar Madinah, Aslam menyaksikan Sang Khalifah memanggul beban berat lagi lagi kotor di pundak hingga kepalanya. “Apa ini, wahai Amirul Mukminin?” tanya Aslam.

“Tadi aku merasa kagum pada diriku sendiri,” kata ‘Umar berkaca-kaca, “lalu kuangkat beban ini ke kepala dan pundakku untuk mengingatkan diri bahwasanya aku tetaplah seorang hamba yang hina di hadapan-Nya.”

Suatu hari menjelang panen, ‘Umar ibn Al-Khaththab mengunjungi kebunnya di Madinah. Tandan-tandan telah menua, kurma-kurma sudah ranum. Sulur-sulur telah berkerut, anggur-anggur sudah manis. Sejuk dan teduh terasa di dalam kebun itudengan naungan tandan-tandan yang membentangkan hijau dedaunan.

Ketika ‘Umar keluar dari kebunnya, ternyata jama’ah shalat ‘Ashar di Masjid Rasulillah telah bubar. Betapa menyesalnya al-Faruq Radhiallahu ‘Anhu. Gara-gara terlena dalam syahdunya di kebun yang menjelang panen, dia kehilangan jama’ah shalat yang selama ini menjadi penjaga kehambaan dan penyambung ketaqwaannya. Beliau kemudian menghadap Rasulullah.

“Ya Rasulullah, aku sedekahkan kebunku ini untuk jalan Allah. Ambil dan pergunakanlah!”

“Bukankah engkau sangat menyukai kebunmu itu, wahai ‘Umar?” tanya Sang Nabi, “Mengapa kau lakukan ini?”

“Sebab ia telah melalaikanku dari shalat berjama’ah bersamamu.”

“Pertahankanlah kebunmu itu, wahai ‘Umar,” sahut Rasulullah dengan teduh, “dan sedekahkan hasilnya saja.”

“Aku dengar dan aku ta’ati, ya Rasulullah.”

Di lapis-lapis keberkahan, mu’aqabah adalah amal shalih yang menyusuli amal salah, agar jiwa kian terlecut untuk terus berketaatan. Di lapis-lapis kebekahan, mu’aqabah adalah semangat untuk kembali pada ruh kehambaan, setelah sejenak terlena oleh hawa nafsu kesenangan. Di lapis-lapis keberkahan, mu’aqabah adalah penebusan dunia atas kesalahan kita, agar di akhirat berkuranglah sesal menyiksa.

Dikutip dari buku Lapis-Lapis Keberkahan, karya Ustadz Salim A. Fillah

(fatima/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
Keutamaan Ilmu
Tata Cara Mandi Haid dan Mandi Junub
Peran besar muslimah dalam dakwah Islam
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
Neraka Jahannam Sepanjang Hidup, Surga Sepanjang Hidup
Rizki di Tangan Allah
Pada Suatu Titik
Mencari Jalan Pulang
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
Kenapa Anakku Susah Banget Sih Disuruh Sholat?
Aku Peduli Iman Anakku
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Cara Mengatasi Anak Susah Makan
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
Tips Merebus Telur yang Baik
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
7 Tips Menyapih Anak
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
Tips Merebus Telur yang Baik
Resep Aneka Olahan Singkong
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga