Menuntut Perintah Tanpa Penjelasan

Muslimahzone.com – Apakah seorang anak harus selalu memahami perintah dan larangan yang ditujukan untuknya? Apakah ia harus memahami sebab-sebab perintah dan larangan?

Tentu saja ada waktu-waktu khusus dimana anak harus menaati semua perintah orangtua tanpa harus mengerti dan harus memahami sebabnya. Namun umumnya, sudah menjadi kewajiban orangtua untuk memberikan penjelasan kepada anak tentang sebab dari perintah yang ditujukan padanya dengan tenang dan bijaksana, terlebih bila orangtua menginginkan anaknya melaksanakan perintah tersebut dengan senang hati.

Orangtua terkadang melarang atau menolak suatu keinginan anak. Salahsatu cara menghormati anak adalah dengan memberinya pemahaman atas semua penolakan kita sebagai orangtua terhadap semua keinginan si anak dengan cara yang layak.

Akan tetapi kenyataannya, orangtua jarang membangun dialog yang interaktif dengan anak-anak mereka. Kata-kata yang keluar dari mulut orangtua  lebih banyak bersifat perintah yang harus dilakukan oleh anak. Ucapan yang tidak jauh dari kalimat-kalimat: cepat pakai bajumu! Duduk yang rapih!, Kerjakan PR! Cepat mandi!,  dan sejenisnya. Atau seperti kalimat larangan: Jangan main!, Jangan keluar!, Jangan bercanda!, Tidak boleh!, dan sejenisnya.

Efeknya adalah anak menganggap orangtuanya diktator dan akan berimplikasi pada perilaku buruk. Anak akan meniru gaya orangtua dalam melakukan penolakan tersebut ketika diminta melakukan sesuatu.

Dari penjelasan diatas, nampak sekali pentingnya memberikan pemahaman kepada anak atas setiap perintah yang ditunjukan kepada anak. Meskipun demikian, kenyataan yang ada tidak harus membuat kita berdiam diri bila anak melanggar perintah ataupun larangan yang ada. Umumnya, anak melanggar perintah atau larangan dikarenakan ia terlalu mengikuti hawa nafsurnya yang merusak. Hal ini hanya bisa diatas dengan melakukan dialog interaktif melalui bahasa yang mudah dipahami oleh nalar dan pikiran anak-anak.

Umumnya, kita menganggap bahwa memberikan perintah tanpa suatu penjelasan merupakan satu pendidikan bagi anak. Dengan demikian ada baiknya kita mempertanyakan  dari awal mula terjadinya penyimpangan yang terjadi pada banyak pemuda. Semua itu bolehjadi terjadi karena mereka tidak puas dan tidak paham terhadap nilai, prinsip, dan etika moral yang harus mereka patuhi. Wallahua’lam.

*Diringkas dari 20 Kesalahan dalam Mendidik Anak karya Muhammad Rasyid Dimas

(esqiel/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Menikah Muda Why Not ?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Anak-anak dan Membaca
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Wanita Muslimah yang Tangguh
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Tips Kecantikan ala Aisyah Istri Nabi
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk