Menteladani Mujahidah Pecinta Akhirat, Ummu Sinan

Muslimahzone.com – Jika bercermin pada sosok para Muslimah di masa Nabi, maka kita akan temukan bahwa begitu banyak dari mereka yang perjuangannya amat berperan dalam kancah peradaban Islam.

Satu diantaranya adalah Ummu Sinan Al-Aslamiyah. Dialah salah seorang mujahidah yang mulia. Ia juga seorang shahabiyah (sahabat wanita) yang mengikuti berbagai peristiwa bersama Rasulullah, baik dalam keadaan aman maupun jihad.

Pada saat Rasulullah dan kaum Muslimin akan berangkat ke Khaibar. Ummu Sinan mendatangi Rasulullah dan memohon izin untuk turut berjihad. “Wahai Rasulullah, aku akan berangkat bersamamu dalam menghadapi musuh. Aku bisa memberi minum orang yang kehausan, mengobati orang-orang sakit dan terluka,” ujarnya.

Rasulullah pun mengizinkannya turut berjuang. “Baiklah, berangkatlah kau dengan barakah Allah. Kau juga mempunyai beberapa rekan yang akan turut serta. Aku telah mengizinkan mereka dari kalangan wanita dan beberapa orang lainnya dari kaummu. Terserah kau, apakah kau ikut bersama kaummu atau ikut rombongan kami?” kata Rasulullah.

Ummu Sinan menjawab, “Aku akan beserta rombonganmu.”

“Baiklah, kau berangkat bersama Ummu Salamah, istriku,” kata Nabi SAW.

Maka berangkatlah Ummu Sinan bersama Ummu Salamah menuju medan Perang Khaibar. Beliau, Ummu Sinan adalah muslimah yang memiliki wawasan luas berkenaan dengan peran wanita ketika berada di tengah-tengah barisan para mujahidin.

Salah satu perannya adalah memberi minum para prajurit yang terluka dan mengobati mereka yang cedera. Bahkan Ummu Sinan memiliki keterampilan dalam menunggang kuda dan seni peperangan.

Berkat peran dan kontribusinya dalam jihad, tak jarang Ummu Sinan mendapatkan harta rampasan perang. Beliau berkata, “Ketika penaklukan Khaibar, Rasulullah mengucurkan sebagian harta rampasan perang. Beliau memberiku untaian kalung berwarna merah dan perhiasan dari perak yang didapat dari harta rampasan perang. Beliau juga memberiku kain beludru dan selimut dari Yaman serta kuali dari kuningan.”

Setelah penaklukan Khaibar, Ummu Sinan pulang bersama Ummu Salamah. Ia mengendarai unta milik Nabi. Ketika hampir memasuki Kota Madinah, Ummu Salamah berkata kepadanya, “Unta yang engkau tunggangi adalah milikmu, Rasulullah telah memberikannya kepadamu.”

Demikian pula, ketika meletus Perang Tabuk pada bulan Rajab tahun ke-9 Hijriyah. Rasulullah menyeru dan mengimbau kaum Muslimin untuk berjihad dan mengeluarkan sedekah untuk biaya peperangan. Saat itu, kaum Muslimin laki-laki berlomba-lomba menafkahkan harta semampu mereka.

Demikian juga kaum wanita, mereka mengirimkan apa yang mereka sanggup untuk mereka infakkan. Tak terkecuali Ummu Sinan. Dia juga berkontribusi besar dalam Perang Tabuk, sebagaimana para Muslimah yang lain.

“Aku menyaksikan kain terbentang di hadapan Rasulullah di rumah Aisyah, Ummul Mukminin. Di atas kain tersebut terdapat gelang, kalung, dan cincin. Dan para wanita pembantu dikirimkan untuk membantu para prajurit mempersiapkan segala perlengkapannya,” kata Ummu Sinan, mengenang persiapan Perang Tabuk.

Di samping itu semua, Ummu Sinan juga memiliki keutamaan dalam meriwayatkan dan menghafal hadits dari Rasulullah. Beberapa orang juga anak perempuannya, Tsabitah binti Hantalah Al-Aslamiyah, juga meriwayatkan hadits dari Ummu Sinan.

Demikianlah Ummu Sinan. Seorang mujahidah yang amat mencintai kehidupan akhirat. Ia tak segan-segan meninggalkan urusan duniawi demi menggapai kemuliaan yang abadi. Maka pantaslah jika ia menjadi bagian dari mereka yang namanya diabadikan dalam sejarah Islam. Wallahu’alam.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk