Mensucikan Jiwa Adalah Jalan Kebahagiaan

Muslimahzone.com – Telah menjadi sebuah kewajiban bagi setiap orang yang mengharapkan pahala dari Allah dan kebahagiaan abadi di hari kemudian untuk memberikan perhatian secara khusus bagaimana agar ia mampu mensucikan diri. Karena keberuntungan dan kesuksesan seseorang itu dapat diraih tergantung bagaimana ia mau mensucikan dirinya (tazkiyatun nafs), sebagaimana firman-Nya :

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا

“Sesungguhnya telah beruntunglah orang yang mau mensucikan jiwanya.” (Qs. As Syams : 9)

Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah menyebutkan bahwa manusia itu terbagi menjadi dua golongan :

1. Golongan yang terkalahkan oleh nafsunya, sehingga setiap perilakunya dikendalikan oleh nafsunya.
2. Golongan yang mampu mengekang dan mengalahkan nafsunya sehingga nafsu tersebut tunduk pada perintahnya.

Dari dua golongan tersebut, maka manusia diberi pilihan oleh Allah untuk menentukan ingin menjadi golongan yang manakah ia. Golongan penyembah hawa nafsu atau golongan pengendali hawa nafsu.

Allah subhanahu wata’ala juga telah menyebutkan dalam firman-Nya yang lain :

فَأَمَّا مَن طَغَى {37} وَءَاثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا {38} فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى {39} وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى {40} فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى {41}

Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka nerakalah tempat tinggalnya. Sedangkan mereka yang takut pada kebesaran Rabb-Nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.” (Qs. An Nazi’at : 37 – 41)

Nafsu memang ada yang mengajak kepada kebaikan dan ada pula yang menyesatkan. Maka pilihlah yang mengajak pada kebaikan yaitu nafsu dalam mendekatkan diri kepada Allah, agar selamat di dunia dan akhirat.

Adapun nafsu kepada kejahatan, telah berkata Ibnu Qudamah dalam kitabnya Mukhtashor Minhajul Qoshidin : “Ketahuilah bahwa musuh bebuyutanmu adalah nafs kamu yang ada di sisimu. Dan telah diciptakan nafs yang menyeru kepada kejahatan, cenderung kepada kejelekan. Engkau telah diperintahkan untuk menghukuminya, mensucikannya dan menceraikannya dari sumber-sumbernya.”

Memang tidak mudah usaha untuk mensucikan jiwa ini, apalagi bagi manusia yang sudah terlalu sering melakukan kemaksiatan. Namun, bukan tidak mungkin perubahan itu terjadi karena Allah senantiasa membuka pintu-Nya untuk manusia menjemput hidayah. Sebelum hembusan nafas yang terakhir, marilah kita memulai untuk menjadi lebih baik dengan tazkiyatun nafs atas diri kita. Wallau’alam.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk