Meninggalkan Bollywood untuk Menjalani Kehidupan Islami

MuslimahZone.com – Akhir-akhir ini pertelevisian Indonesia rasanya sedang demam Bollywood, berbagai drama dengan wajah-wajah India menghiasi layar kaca. Bahkan ada pula serial yang dianggap merusak citra Islam melalui kisahnya namun hingga kini masih tetap ditayangkan. Mungkin karena ratingnya yang tinggi.

Di sisi lain, kita mungkin bisa mengambil hikmah dari kisah Murcyleen Peerzada, seorang asisten sutradara dalam industri perfilman India yang akhirnya meninggalkan profesinya dan mulai mendalami Islam demi menemukan makna kehidupan yang sesungguhnya.

Berikut kisahnya yang diambil dari hidayatullah.com:

Sebelumnya dia biasa menghabiskan hari-harinya dengan berdandan terbaik, menggunakan pakaian glamor, dan makeup. Berbelanja di mall mahal merupakan gairah terbesarnya. Untuk shopaholic (begitu dia menyebut kebiasaan dirinya) ini, Dubai merupakan tujuan berbelanja paling disukai. Tapi itu sampai 2012.

Lahir dan dibesarkan di Mumbai, kawasan industri film di India, Murcyleen Peerzada (23 tahun) telah bekerja sebagai asisten sutradara untuk ‘Ek Tha Tiger’ saat berada di tahun terakhir kuliahnya. Ayahnya, Feroz Peerzada, seorang pengusaha kaya Kashmir yang bersahabat dengan Yash Chopra, seorang sutradara terkenal di India, selama tiga dekade. Feroz memperkenalkan Murcyleen kepada kepada Yash Chopra.

Feroz berkeinginan anaknya menjadi artis besar di layar perak. Tapi pada akhirnya Murcyleen memilih jalan hidup lain.

Murcyleen yang masih berdomisili di Mumbai, telah menyumbangkan semua pakaian mahalnya, segala aksesoris bermerek, dan peralatan make up ke panti asuhan. Ia pun menjalani hidup sederhana dan apa adanya. Perubahan dramatis ini datang setelah kematian sutradara terkenal Yash Chopra yang banyak membuat film romantis.

“Saya sangat dekat dengan Yash Ji (Yash Chopra). Kematiannya betul-betul mengguncangkan saya, dan saya mulai berpikir tentang kehidupan dan kekuatan yang lebih tinggi yang mengontrol segalanya. Saya sempat depresi selama tiga atau empat bulan. Saya sempat tidak bisa berbuat apa pun,” kata Murcyleen.

“Sambil mencari jawaban di internet, saya mendengarkan ceramah Islam dari orang-orang terkenal semacam Nouman Ali Khan dan Yasmin Mogahed di video,” katanya.

“Ketika mendengar Khan untuk pertama kalinya, sepertinya, ‘Ya Tuhanku! Dia seperti berbicara hanya kepada saya’. Nama saya memang seorang Muslim, tetapi bukan di dalam praktek. Tapi pemahaman yang saya peroleh dari Khan dan Mogahed memberikan kebangkitan. Itu adalah titik kehidupan, di mana saya mulai berdoa dua kali sehari. Dan saya meminta Allah untuk membimbing saya dan menunjukkan jalan yang benar,” katanya, seperti dilansir MV Media belum lama ini.

Murcyleen sekarang menjadi pembicara Islam dalam Yayasan Penelitian Islam Zakir Naik (IRF) di Mumbai. Baru-baru ini ia menjadi penyelenggara Konferensi Perdamaian Islam untuk kalangan wanita di kota ini.

“Saya berumur 19 tahun ketika mulai bekerja untuk Yash Raj Films (YRF) sebagai asisten sutradara untuk ‘Ek Tha Tiger’. Saya menjadikan ini sebagai batu loncatan untuk menjadi seorang aktris,” katanya tentang perjalanannya dari Bollywood ke Islam.

Dalam film berikutnya untuk YRF, ‘Shudh Desi Romance’, Murcyleen ditawari ikut tes peran di film.

“Sutradara untuk film ini dikenal banyak menampilkan wajah baru, jadi dia menawarkan saya ikut tes peran di film. Ketika saya menghadapi kamera, saya seperti orang yang terkena demam. Saya merasa seperti sebuah objek dengan semua mata tertuju pada saya. Saya menjadi tidak suka, kemudian pergi dengan mengatakan, ‘Saya tidak ingin melakukan ini lagi’,” katanya.

“Yash Chopra itu seperti kakek saya. Ketika saya bercerita tentang keputusan saya, kami berbicara tentang hal itu selama lebih dari satu jam. Kemudian saya memutuskan mengambil peran itu, dan Yash Ji merekomendasikan saya untuk peran sebagai Manish Malhotra,” katanya.

Tetapi Murcyleen tidak jadi berperan sebagai Malhotra ketika titik balik terjadi dalam hidupnya (saat kematian Chopra) pada Oktober 2012.

Saat browsing internet untuk pengetahuan Islam, dia menemukan sejumlah file dengan nama Allah berada paling atas.

“Terdapat transkrip video Zakir Naik (tokoh pembicara Islam) untuk topik ‘Wanita dalam Islam’. Ini langsung mencengkeram saya, seolah-olah saya menemukan tujuan hidup saya. Saya seperti mendapat pencerahan pada saat itu,” katanya.

Malam itu juga, dia memutuskan mengubah arah hidupnya dan mendaftar ke IRF untuk belajar tentang Islam di bawah bimbingan Farah Naik, istri Zakir Naik.

“Awalnya saya menjalaninya dengan liberal. Selama bulan pertama saya di IRF, saya tidak menutupi kepala saya, dan tak seorang pun memaksa saya melakukannya. Bahkan, rekan-rekan saya berpikir bahwa saya baru masuk Islam.

“Tetapi setelah saya memahami pentingnya jilbab bagi wanita, saya pun mulai menutupi kepala saya. Saya senang dengan transformasi saya dan saya ingin lebih banyak orang menuju ke jalan Allah, karena itulah satu-satunya kebenaran,” katanya.

Murcyleen sedang melakukan kursus lanjutan untuk menjadi seorang pendakwah IRF. Selain itu, dia sekarang mengikuti pendidikan Master untuk Studi Islam di Universitas Islam secara online di Qatar. Dia bermaksud akan mengorganisasi konferensi Islam bagi perempuan di Kashmir dalam waktu dekat.

“Saya melihat wanita Kashmir lebih tertarik gaya hidup Barat. Cara hidup mereka seperti yang saya lakukan beberapa tahun lalu. Saya tahu bagaimana tepatnya yang mereka rasakan. Generasi saya tidak dapat tergoda dengan dakwah yang marah. Oleh karena itu, saya ingin berhubungan dengan para kaum muda melalui konferensi perdamaian, di mana ulama berbicara panjang lebar tentang berbagai hal dengan cara yang halus,” tambahnya.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
Pesta Seks Bukan Nikmat Terbesar di Surga
Secular Radicalism, The Real Blasphemy
Biasakanlah Anak Minta Izin Ketika Masuk Kamar Orangtua
Meraih Sifat Qana’ah
Curahan Hati Petani
Babak Final Perjuangan Islam
Akhir Hidup Para Tiran
Jangan Sembarangan Menuduh Muslimah Sebagai Pelacur !
Nasehat Tere Liye Seputar Jodoh
Ketika Istri Marah
Mengukur Kembali Rasa Cinta
Agar Bahagia, Sesuaikan Harapan Pernikahan Anda
Mengapa Ayah Lebih Sabar daripada Ibu
Belajar Matematika Untuk Anak Usia Dini, Apa Dulu yang Diajarkan?
Pameran Kehebatan Anak
Apakah Pembicara Parenting Tak pernah Bermasalah dengan Anaknya?
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Mengenal Ulama Hadits Syu’bah bin Al-Hajjaj
Abdurrahman bin Auf ‘Manusia Bertangan Emas’
Ketika Bayi Menendang Perut Ibu
Menikmati Pengalaman Sebagai Ibu Menyusui
Dibalik Ketenaran Blewah di Bulan Ramadhan
Tetap Sehat Berpuasa Ketika Hamil
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Tips Merebus Telur yang Baik
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk