Menikmati Pengalaman Sebagai Ibu Menyusui

Muslimahzone.com – Sebagai seorang ibu, fase menyusui adalah fase yang sangat penting dan sayang untuk dilewatkan.  Disinilah fase dimana seorang ibu, selain memenuhi kewajibannya menyempurnakan penyusuan yaitu selama 2 tahun, ia juga dapat menyaksikan tumbuh kembang si kecil dan memberikan seluruh kasih sayang terbaik.

Namun, ada saja kendala yang membuat kelancaran dari proses menyusui ini terhambat. Di antaranya adalah dari sisi kesehatan. Untuk itu berikut adalah tips melancarkan ASI dari Ida Susmiati, seorang ibu rumah tangga yang dikutip dari lancarasi :

Sejatinya banyak faktor yang mempengaruhi produksi ASI dan produksi ASI di dalam tubuh bergantung terhadap dua hormon yaitu prolaktin dan oksitosin.

Prolaktin sendiri sangat berpengaruh terhadap produksi ASI. Sedangkan untuk hormon oksitosin berpengaruh terhadap proses pengelauran ASI.

Semakin banyak nutrisi yang masuk ke sang Ibu maka semakin banyak hormon prolaktin, dan semakin banyak pula produksi air susunya.

Oleh karena itu banyak yang menghimbau terhadap ibu-ibu yang menyusui untuk selalu memperhatikan makanan yang mereka makan agar makanan tersebut juga bisa menghasilkan nutrisi yang bertujuan untuk memperlancar dalam memproduksi ASI.

Untuk Oksitosin sendiri bekerjanya hormon ini tergantung akan sering atau tidak puting susunya dihisap oleh bayi mereka.

Semakin sering dihisap maka akan semakin banyak produksi hormon oksitosin yang berdampak terhadap lancarnya ASI yang keluar.

Hormon oksitosin ini sering disebut juga dengan hormon kasih sayang, karena berhubungan dengan susasana hati dan perasaan seorang ibu pada saat mereka meyususi bayinya.

Akan tetapi jika kedua hormon ini tidak bekerja secara lancar maka ada beberapa tips untuk membuat kedua hormon ini bekerja secara optimal tapi sebelum itu ibu harus fahami dahulu penyebabnya.

Penyebab ASI Tidak Keluar atau Keluar Hanya Sedikit

Jika ditanya penyebab ASI tidak keluar atau keluar tapi hanya sedikit maka secara sederhana saya mengelompokkan menjadi 3 hal.

1. Karena “Penyakit”

Kanker, produksi ASI juga bisa berkurang karena faktor penyakit seperti kanker payudara. Jika penyebabnya ini maka Anda harus periksakan ke dokter dan pelajari cara mencegahnya

Faktor Genetika atau keturunan, jika ibu mengalami ini solusinya juga sama yaitu konsultasikan kepada dokter kepercayaan atau dokter spesialis yang ibu percaya.

Untuk masalah seperti ini harus Anda bawa ke dokter kerena tidak mungkin ibu atasi sendiri, bukankah mencegah lebih baik.

2. Karena “Proses”

Pasca persalinan, perlu ibu ketahui sejak usia kehamilan 16 minggu atau berkisar empat bulan kehamilan produksi ASI sudah mulai ada, tetapi dihambat oleh kadar hormon kehamilan yang tinggi.

Baru pada hari ke-2 atau ke-3 pasca melahirkan, kadar hormon kehamilan turun drastis dan hormon yang memengaruhi produksi ASI (hormon prolaktin) semakin dominan.

Saat itulah ASI mulai dikeluarkan dari payudara. Jadi secara alamiah payudara mulai membengkak pada hari ke-2 atau ke-3 pasca persalinan.

3. Karena “Gaya Hidup”

Penyumbatan pada saluran Air Susu, tanda penyumbatan pada saluran air susu adalah adanya benjolan kecil yang keras jika dipijat. Penyebabnya bisa karena ukuran Bra yang tidak sesuai, pemberian ASI yang tidak tuntas atau kurang sering, pompa ASI yang kurang bagus, dll

Kurangnya asupan gizi atau nutrisi yang dibutuhkan, hal ini sangat mempengaruhi produksi dan kualitas ASI. Ibu menyusui membutuhkan asupan gizi yang cukup dan terbaik.

Stress atau tekanan batin/ pikiran, seringkali ASI tidak keluar karena ibu mengalami stress. Beban pekerjaan kantor, atau kerjaan di rumah yang banyak bisa mempengaruhi psikologis ibu. Hubungan dengan suami dan lingkungan juga bisa.

Kecilnya kapasitas penyimpanan ASI. Hal ini tidak ada hubungannya dengan besar payudara. Jika kapasitas penyimpanan ASI anda kecil maka sebaiknya sering-seringlah memberikan ASI atau memompanya, dan mengosongkan cadangan ASI. Sehingga ini akan merangsang produksi ASI kembali.

Cara Melancarkan ASI secara Alami yang Aman untuk Ibu dan Bayi

Setidaknya ada 4 cara yang bisa ibu praktikkan untuk meningkatkan produksi ASI, tapi cara ini digunakan khususnya untuk menyelesaikan masalah ASI yang keluar sedikit atau tidak keluar karena faktor “gaya hidup” seperti yang saya jelaskan diatas.

1. Penuhi Kebutuhan Nutrisi

Sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi secara seimbang dan baik. Hal ini bertujuan agar ASI yang keluar dapat lancar dan eksklusif. Nutrisi bisa didapat dari berbagai makanan yang dapat berfungsi melancarkan ASI seperti :

  1. Ikan salmon
  2. Daging sapi tanpa lemak
  3. Kacang-kacangan
  4. Bluberi
  5. Beras coklat atau beras merah
  6. Jeruk
  7. Telur
  8. Roti gandum
  9. Sayuran berwarna hijau
  10. Air

2. Meningkatkan Frekuensi Menyusui, Memompa dan Memeras ASI

Hal ini bertujuan untuk menciptakan produksi ASI yang banyak. Dapat diketahui bahwa semakin jarang si bayi disusui oleh ibunya, maka semakin berkurang produksi ASI oleh sang ibu.

Jika sang ibu pun sibuk bekerja, jarang bekerja dan takut akan berkurangnya produksi ASI, maka sang ibu tersebut dapat menggunakan alat khusus yang berfungsi untuk memompa payudara agar produksi ASI tetap banyak.

Tapi sebisa mungkin jangan menjadwalkan pemberian ASI, susuilah bayi pada saat dia meminta dan hentikan hanya setelah dia merasa cukup.

3. Meminimalisir Tingkat Stres dengan Breastfeeding Father

Stres sendiri dapat mengakibatkna produksi ASI berkurang. Ini terjadi karena sang ibu tidak dalam keadaan rileks, tenang, dan senang.

Faktor kejiwaan pun menjadi penyebab berkurangnya ASI dan berakibat buruk terhadap sang bayi karena jumlah ASI yang mereka hisap semakin sedikit.

Peran ayah juga sangat penting saat ibu menyusui.

Cinta kasih Ayah yang luar biasa dan kesadarannya mendampingi Ibu dalam menjalani proses pemberian ASI adalah sebuah bentuk komitmen dalam keluarga yang sangat diperlukan. Bukan hal yang mudah, namun Ayah bisa berperan penting dalam proses ini karena dukungan emosionalnya dapat mempengaruhi produksi ASI serta keputusan Ibu untuk menyusui sang Buah Hati.

Pemberian ASI secara eksklusif sejak dini menjadikan tumbuh kembang sang Buah Hati lebih berkualitas. Produksi ASI sangat berkaitan erat dengan kondisi emosional Ibu. Jika Ibu merasa cemas, takut ataupun khawatir, tentu akan mempengaruhi produksi ASI.

Asupan ASI yang kurang dapat mengganggu tumbuh kembang Si Kecil. Susu formula dapat diberikan jika ada indikasi medis tertentu sesuai dengan rekomendasi dokter, namun tetap ASI adalah sumber nutrisi yang terbaik untuk sang Buah Hati.

Suasana kehangatan dan kebersamaan yang dibangun dari hubungan Ayah dan Ibu ikut mempengaruhi kualitas menyusui. Karena peranan Ayah sangat penting dalam proses menyusui, jadi Ibu tidak akan sendirian saat merawat sang Buah Hati. Proses ini tentu akan menjadi ritual yang seru dan menyenangkan untuk Ibu, Ayah & sang Buah Hati!

Dukungan emosional, spiritual, moral dan fisik adalah jenis dukungan yang Ayah perlu berikan untuk Ibu, peranan Ayah dalam fase ini disebut sebagai ‘Breastfeeding Father’.

Dukungan Breastfeeding Father ini datang saat Ibu memasuki fase menyusui. Ibu akan merasa lebih nyaman dan tentram ketika dukungan ini datang, sehingga produksi ASI akan lancar dan berlimpah.

4. Konsumsi Minuman Pelancar ASI

Jika masih kurang, atau Anda kerepotan dalam memilih dan menyiapkan makanan penambah ASI Alami. Saat ini banyak produk herbal yang dapat dikonsumsi untuk melancarkan ASI tetapi bukan obat. Pilihlah produk yang berkualitas untuk bayi Anda tercinta.

Selamat menikmati proses menyusui.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk