Mengenal Masa Subur ( KB Alami Bagian 1)

MuslimahZone.com – Sekian banyak kasus kekacauan hormonal dan gangguan alat reproduksi pada para ibu merupakan dampak dari penggunaan kontrasepsi hormonal (pil, suntik, implan) maupun teknik (IUD/spiral, kondom).  Hal ini insya Allah dapat kita antisipasi jika kita melakukan program KB alami.

Allah Subhanahu wata’ala memberikan perempuan siklus hormonal yang jika itu kita amati agak mendalam sangat membantu kita dan suami untuk merencanakan dan menghindari kehamilan. Dan pengamatan ini insya Allah tidak terlalu sulit atau menyita banyak energi, sangat ringan dan sederhana karena siklus ini berulang setiap bulan.

Apa Itu Masa Subur?

Jika suami selalu dalam kondisi subur, maka seorang istri  memiliki siklus kesuburan pada setiap bulannya. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan masa subur bagi perempuan? Singkatnya, masa subur perempuan adalah masa dimana kemungkinan sel telur (ovum) matang akan dilepaskan oleh indung telur (ovarium).

Menurut dr. Ahmad Yasa Sp.OG dalam uraiannya di Milis Sehat artikel tahun 2004 menyebutkan bahwa dalam setiap bulan atau dalam setiap satu siklus haid, normalnya hanya ada sebuah sel telur saja yang matang, dan kemudian dikeluarkan oleh kandung telur ke mulut saluran yang menuju rongga rahim (ovulasi). Namun sel telur matang ini setelah keluar dari kandung telur, ternyata masa suburnya hanya berlangsung sebentar saja, karena sel telur matang ini hanya mampu bertahan hidup beberapa jam saja. Bila pada saat ovulasi atau tepat pada hari ketika keluarnya sel telur matang ini dilakukan hubungan suami istri, dan sel sperma berhasil membuahi sel telur matang ini, maka akan terjadi kehamilan, asalkan tidak terdapat faktor kelainan atau penghambat.  

Hal ini karena dalam setiap satu siklus bulanan, masa subur wanita hanya terjadi pada satu hari ketika ovulasi saja. Adapun sperma, masa suburnya itu terjadi setiap hari, sehingga setiap saat keluar ketika hubungan badan, sel sperma normalnya selalu dalam keadaan subur.

Jadi secara teori, hanya hubungan badan yang dilakukan disekitar ovulasi saja yang bisa menyebabkan kehamilan. Sedangkan hubungan suami istri yang dilakukan di luar ovulasi atau diluar masa subur wanita maka tidak akan menyebabkan kehamilan, karena di luar masa subur tersebut tidak akan ada sel telur matang yang bisa dibuahi. Namun, kaidah ini hanya merupakan tataran kausalitas (sebab-akibat) kita pada ranah usaha, tidak boleh kita jadikan i’tiqad karena penciptaan adalah hak Allah. Illa masya Allah.

Justru ada hikmah yang dapat kita petik dari fenomena ovulasi yang kita tidak dapat pastikan kapan tepatnya ini, karena seperti diuraikan bahwa perempuan normalnya hanya melepaskan sebuah sel telur setiap bulannya dan usia sel telur tersebut hanyalah beberapa jam saja. Sungguh ajaib jika bertepatan saat sel telur itu hidup itu sepasang suami istri diberikan insting untuk melakukan hubungan suami istri, sehingga sel telur istri bertemu dengan sel sperma suami, sehingga terjadi pembuahan dan kehamilan. Kita memang bisa mengira-ngira kapan terjadi ovulasi, tapi kita tak pernah tahu kapan tepatnya sel telur matang itu keluar dan bertahan hidup. Jadi memang benar kehamilan dan penciptaan adalah hak Allah.

Masa Subur, Ujian bagi Kaum Hedonis

Masa ovulasi perempuan ini pula ternyata dapat menjadi ujian bagi kaum hedonis, para pemuja kesenangan sesaat. Mereka yang senang melakukan seks bebas seringkali ketempuhan karena perzinaannya yang dilakukan tergesa-gesa itu bertepatan dengan masa ovulasi pasangan perempuannya. Terjadilah kehamilan, namun tidak diharapkan dan menjadi aib yang melekat dan ditanggung seumur hidup, bahkan sampai akhirat. Lihatlah, betapa banyak remaja-remaja linglung yang hanya melakukan satu kali perzinaan lantas hamil. Illa masya Allah. Allahu akbar. Na’udzubillahi mindzalik.

Semoga Allah menjaga diri dan keluarga kita agar selalu menjadikan fenomena-fenomena yang ada pada diri kita sebagai pelajaran hanya dan hanya untuk memaksimalkan ketaatan kita padaNya.

 Insya Allah pada artikel ini berikutnya akan diuraikan tentang kapankah masa subur itu terjadi. Wallahu’alam.

(esqiel/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk