Mengatasi Balita yang Meledak Amarahnya

Muslimahzone.com – Bunda pasti pernah mengalami ketika si kecil dalam kondisi marah tak terkendali entah karena penyebab apapun itu. Beberapa bunda mungkin akhirnya terpancing untuk marah atau mungkin bingung apa yang harus dilakukan apalagi jika itu terjadi di depan umum. Berikut tips dari balitapedia untuk mengetahui penyebab dan penanganan ketika bunda dihadapkan pada kondisi demikian.

Ledakan amarah terjadi ketika si kecil sedang marah dan tidak terkontrol. Pada kondisi ini biasanya si kecil akan menangis dengan suara yang sangat keras disertai dengan meronta, memukul, atau mempenturkan kepala. Sebagian besar anak dengan usia antara 18 bulan sampai 3 tahun sering mengalaminya, namun dengan frekuensi yang berbeda-beda .

Ledakan amarah lebih sering terjadi pada anak yang memiliki keinginan kuat daripada anak yang berkepribadian tenang. Kemarahan yang tidak terkontrol dapat terjadi pada anak laki-laki atau perempuan. Intensitas dan durasi ledakan amarahnya pun dapat berbeda antara satu anak dengan yang lainya. Sebagian anak dapat kembali tenang setelah beberapa menit, namun sebagian lain dapat berguling-guling di lantai, berteriak, melempar, atau memukul  dalam waktu yang lama.

Apakah normal jika si kecil sering marah?

Menurut ahli tumbuh kembang anak, ledakan amarah pada si kecil ada manfaatnya selama tidak terlalu sering. Emosi yang dikeluarkan si kecil melalui tangisan keras dapat membantu mereka untuk melepaskan rasa frustasi yang tertanam. Adalah tugas dari ayah bunda untuk mengontrol tingkat ledakannya. Sesekali mengalami ledakan emosi itu menandakan bahwa si kecil mempunyai emosi yang normal.

Jika si buah hati terlalu sering marah tentu dapat merepotkan ayah bunda, apa lagi jika terjadi di tempat umum. Oleh karenanya melatih si kecil untuk mengendalikan emosinya cukup penting dilakukan sejak dini, tentu dengan cara yang dapat diterima oleh mereka.

Apakah penyebab ledakan amarah pada balita?

1. Mencari perhatian. Si kecil yang masih ‘egosentris’ senang menjadi pusat perhatian, jika dia merasa tidak diperhatikan dia akan memintanya, dan salah satu caranya adalah dengan tangisan atau pelampiasan kemarahan.

2. Rasa frustasi. Si kecil belum bisa mengendalikan emosinya seperti orang dewasa. Jika dia merasa frustasi, misalnya karena tidak mendapatkan yang diinginkannya, dia akan mengekspresikannya dengan menangis atau ledakan amarah.

3. Meniru. Si buah hati dapat tiba-tiba menjadi pemarah karena melihat dan meniru anak lain atau orang dewasa yang sedang marah.

4. Kelelahan dan lapar. Ledakan amarah sering terjadi pada anak yang kelelahan atau sebelumnnya terlalu aktif saat bermain. Kondisi emosi ini juga dapat terjadi jika si kecil merasa sangat lapar.

5. Orang tua tidak konsisten. Menurut para ahli, ledakan amarah pada si kecil dapat disebabkan oleh pola pendidikan yang kurang tepat dari orang tua. Tidak mengenalkan konsep kesabaran dan kurang tegas dalam mendidik dapat menjadi salah satu faktor pemicunya.

Tips menghadapi ledakan amarah pada anak balita

1. Alihkan perhatiannya. Anak dibawah tiga tahun masih mudah untuk dialihkan perhatiannya. Tunjukkan sesuatu yang menarik perhatiannya sehingga dia lupa akan masalahnya.

2. Abaikan. Biasanya ledakan amarah akan cepat reda jika tidak ada yang melihat. Cara ini tidak disarankan untuk sering dilakukan. Akan lebih bijak jika bunda menggali apa yang menjadi penyebab kemarahan si kecil kemudian mencari solusi terbaik untuk mengatasinya.

3. Mainan di waktu marah. Berikan alternatif jalan untuk menyalurkan emosi dan frustrasi si kecil melalui mainan yang melibatkan aktifitas fisik seperti bermain drum, bermain sepeda roda tiga, atau memanjat.

4. Jangan terprovokasi. Memarahi atau bahkan memukul anak yang sedang mengalami ledakan emosi tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan dapat menimbulkan masalah lainnya. Bersikap sabar dan merespon kemauan si kecil tanpa harus menghilangkan ketegasan sebagai orang tua adalah langkah yang bijaksana.

Semoga bermanfaat.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Pesta Seks Bukan Nikmat Terbesar di Surga
Secular Radicalism, The Real Blasphemy
Biasakanlah Anak Minta Izin Ketika Masuk Kamar Orangtua
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Hati-hati Merusak Kebahagiaan Orang Lain Tanpa Sadar
Berhenti Menghujat Saudara Sendiri di Sosial Media
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Nasehat Tere Liye Seputar Jodoh
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Tepuk Anak Sholeh dan Benih Radikalisme
Kerap Terlupakan Orangtua Mendidik Adab Anak
Mengapa Ayah Lebih Sabar daripada Ibu
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Jika Telah Caesar 3x, Apakah Boleh Steril/Tubektomi?
Sharing : Melahirkan Hanya 3 Kali Mengejan
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk