Mengajari Anak Konsep Kepemilikan

Muslimahzone.com – Ketika di pengajian, anak itu selalu menginginkan mainan orang lain dan selalu ingin makanan yang dimakan orang lain, kalau tidak diberikan akan pasang senjata merengek atau menangis sekencang-kencangnya agar mainan dan makanan itu diberi sama temannya. Biasanya anak ini memanfaatkan uminya untuk memintanya, sementara dia sendiri tidak berani meminta sendiri. Umi karena tidak mau suasana terganggu akhirnya membujuk anak orang lain itu untuk memberikan pinjaman atau berbagi, bukan mengendalikan keinginan anaknya. “ Boleh pinjam mainannya ya…..boleh minta makanannya ya…..Dan setiap momen seperti ini seringkali terjadi yang akhirnya setiap kemanapun, ke rumah siapapun yang ditunjuk oleh anak ini adalah milik orang lain dan pengen memilikinya.

Parahnya setiap bertamu selalu menjamah semua benda yang ada, masuk kamar yang punya rumah, menguasai mainan dan peralatan anak yang punya rumah akhirnya pas ketemu dengan anak yang tidak mau diganggu mainannya berantem dan berani merebut hingga anak yang punya rumah menangis. Parahnya si umi bukannya mendidik anaknya agar paham arti kepemilikan, namun sambil ketawa-ketawa di depan anaknya bilang ke ibu-ibu yang lain, dia memang begitu susah diatur, biasalah anak-anak sukanya begitu. Kemudian kepada anak yang direbut mainannya tadi si umi ini mohon pengertiannya, pinjam dulu ya, pake yang ini dulu ya, nanti juga dikembalikan, kan anak sholeh suka berbagi sama saudaranya. He he , ini umi aneh menurut saya, anak orang lain bisa dia didik sesuai dengan Islam tapi anaknya sendiri tidak berusaha untuk dia pahami bagaimana seharusnya menyikapi milik orang lainnya.

Fase anak egosentris memang akan kita alami, dimana anak sangat dekat dengan benda-benda apalagi benda miliknya, sebenarnya sisi lain anak sedang belajar bekerja sama. Memang tidak bisa instan untuk membuat anak memahami arti sebuah kepemilikan, akan tetapi melewati begitu saja proses pendidikan di usia-usia ini kisaran 1-2 tahun akan membuat anak menjadi serba boleh menguasai milik orang lain, khususnya mainan. Sisi lain anak juga harus diajarkan bagaimana berbagi dan bisa saling bekerjasama dengan temannya yang lain walau benda itu miliknya sendiri.

Menanamkan arti dari sebuah kepemilikan kepada anak sejak usia dini sangat penting, sebagai sebuah pola pendidikan yang mengonsep dirinya agar selalu meminta izin terhadap barang siapapun bila dia ingin meminjamnya, dan bila tidak diperkenankan untuk dipinjamkan temannya tidak mengapa karena tak ada izin. Akhlak yang satu ini sangat besar pengaruhnya bagi anak dan bagi umi yang mendidiknya, sebuah pengendalian ego yang sangat luar biasa sehingga anak menghargai setiap kepemilikan orang lain dan tidak merampasnya.

Biasakanlah menggunakan kata pinjam untuk barang orang lain bukan kata meminta, karena kata meminjam berarti anak harus mengembalikan, sisi lain tanamkan bila tidak diizinkan jangan memaksa. Bila penanaman ini sukses dilakukan, maka anak akan terbiasa untuk tidak rebutan mainan, atau rebutan makanan bila itu bukan miliknya. Akan besar dampak positifnya bagi umi ketika mau halqoh akan kondusif, ketika bertamu tidak recokin anak orang lain dan tidak akan mengakui benda orang lain sebagai miliknya sehingga berniat untuk membawanya pulang ke rumah.

Itu untuk menyikapi milik orang lain. Bagaimana ketika menyikapi benda kepunyaan anak sendiri, ajari dia untuk berbagi walau akhirnya dia gak kebagian, ajarkan dia meminjamkan mainan kepada temannya sebagai bentuk kebaikan yang agung dan menasehati temannya agar mainan itu dijaga baik-baik jangan sampai rusak.

Bagaimana membiasakan anak agar terbiasa meminta izin terlebih dulu terhadap barang orang lain dan terbiasa juga berbagi……? Beberapa tips di bawah ini bisa dicoba, terlebih lagi bila anaknya banyak :

  1. Umi selalu membiasakan meminjam dulu mainan atau barang milik anak-anak sebelum menggunakannya, minta persetuuannya , kemudian berjanji akan mengembalikannya utuh.
  2. Kepada setiap anak-anak, perjelas kepemilikan mereka dan harus saling minta izin dulu bila hendak menggunakan punya saudaranya, biasanya anak lebih meminta persetujuan umi atau minta umi yang meminjamkan, berkomitmenlah bahwa yang akan menggunakan adalah anak bukan umi, maka sampaikan sendiri keinginannya.
  3. Bila umi memberi makanan biasakan anak-anak saling berbagi dan mengatur sendiri bagian-bagian mereka sehingga mereka terbiasa berbagi.
  4. Hindari umi meminta izin kepada temannya agar barangnya bisa dipinjam, biasakan anak meminjam sendiri.
  5. Jangan biasakan anak tertarik dengan milik orang lain, ajari dia qonaah dengan memiliki mainan atau barangnya sendiri.

Oleh : Yanti Tanjung

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
Keutamaan Ilmu
Tata Cara Mandi Haid dan Mandi Junub
Peran besar muslimah dalam dakwah Islam
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
Neraka Jahannam Sepanjang Hidup, Surga Sepanjang Hidup
Rizki di Tangan Allah
Pada Suatu Titik
Mencari Jalan Pulang
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
Kenapa Anakku Susah Banget Sih Disuruh Sholat?
Aku Peduli Iman Anakku
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Cara Mengatasi Anak Susah Makan
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
Tips Merebus Telur yang Baik
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
7 Tips Menyapih Anak
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
Tips Merebus Telur yang Baik
Resep Aneka Olahan Singkong
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga