Mendisiplinkan si Kecil

MuslimahZone.com Kunci kesuksesan dalam menerapkan disiplin adalah membangun otoritas atas anak, tanpa perlu bersikap ofensif terhadap anak, apalagi sampai terjadi perebutan kekuasaan antara orangtua dan anak.

Anak tidak selalu akan bereaksi dengan baik dalam mematuhi setiap perintah. Naluri mereka adalah memberontak dan reaksi alamiah hampir setiap orangtua adalah segera membalas dan menekan anak dengan kuasa yang dimilikinya. Hal ini dapat berubah menjadi pertempuran, dengan kekalahan di kedua belah pihak. Karena kedua belah pihak akan merasa marah, terhina, dan menyesal.

Oleh karena itu, anak-anak harus mendapatkan pesan bahwa: Disiplin itu berasal dari peduli (care) dan untuk kebaikan mereka sendiri.

Jika kita menerapkan disiplin terhadap anak tanpa konsistensi nilai (kepedulian dan Ā kebaikan bersama) alias disiplin hanya berdasarkan suasana hati, maka anak akan mempelajarinya kemudian menyiasatinya. Seringkali kita dapati anak sengaja mencari perhatian orangtua dengan menampilkan gangguan dan kenakalan-kenakalannya. Pada kesempatan ini, orangtua mungkin seperti tidak ada pilihan lain selain menghukum anak atas perilakunya tersebut.

Hal lain yang harus diingat orangtua adalah ketika mereka menegur anak, mereka harus menjadikan anak paham bahwa yang ditegur adalah perilaku yang ditampilkan itu bukan pribadi anak itu sendiri.

Anak harus merasa dia bukanlah orang jahat (bad person), tetapi dia hanya tidak berperilaku benar dalam situasi tertentu. Dan tidak ada gunanya meletakkan aturan jika orangtua sendiri pun tidak mematuhinya.

Namun, penerapan kedisiplinan tidak boleh digunakan sebagai balas dendam pribadi terhadap anak karena merasa kecewa, atau karena tidak mematuhi orangtua. Tidak boleh pula untuk menjadikan anak merasa dirinya buruk.

Kedisiplinan ini harus dituukan untuk menjadikan anak memahami konsekuensi dari tindakan yang telah mereka lakukan, dan untuk melatih mereka bertanggung jawab atas tindakan yang mereka lakukan tersebut.[]

*Diolah dari Parenting for Character Building, Andri Priyatna, Jakarta, Elex Media Komputindo, 2011

(esqiel/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk