Mendidik Remaja Harusnya Lebih Mudah

Muslimahzone.com – Apakah Anda merasa kesulitan dalam mendidik remaja Anda? Mereka rasanya lebih nyaman bercerita dengan temannya atau lebih menuruti kemauan temannya daripada Anda, orangtuanya sendiri?

Berikut secercah nasihat dari Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari atau yang biasa dikenal dalam akun twitternya dengan panggilan @abahihsan :

Jika benar mendidik anak 12 taun pertama, maka selanjutnya tinggal menuai karakter yang kita tanam.

Tentu tidak berarti mudah, mereka masih butuh dididik, dibimbing, tapi mendidik anak 12 tahun ke atas harusnya tidak sesulit mendidik anak kecil.

Berlawanan dengan sebagian orang yang mengatakan mendidik “abege” itu lebih susah, sebenarnya mendidik anak remaja tidak lebih sulit.

Entah Anda, saya yang diamanahi dua orang “teenager” dibandingkan 4 anak saya lainya yang masih dibawahnya, saya setidaknya merasa: nalar mereka sudah jalan, tubuh mereka sudah besar, kosakata mereka sudah jalan, kemandirian sudah terlatih, banyak hal yang sudah dapat mereka lakukan sendirian. Harusnya orangtua gak lebih repot dong?

Jika ada anak abege bermasalah, bukan karena perubahan tubuh yang lagi masa puber yang dijadikan biang kerok. Toh dari kecil pun tubuh mereka juga terus berubah.

Saya tidak percaya bahwa masa remaja adalah masa topan dan badai (galau) atau “storm und drung”. Menurut GS Hassel, yang disebut Bapak Psikologi Anak, dari Pensylvenia University, tidak ada tuh istilah topan badai saat remaja.

“Tapi kenapa sejak jadi abege anak saya suka mendebat saya? Padahal dulu manut benar sama saya?” kata sang tua.

Anak-anak abege yang bermasalah tidak tiba-tiba atau ujug-ujug bermasalah dengan sendirinya. Dari kecil pun sebenarnya bibit bermasalah sudah ada, hanya orangtua yang tidak menyadari.

Kenapa munculnya saat abege? Karena eh karena, waktu dulu belum berani naik motor sendiri. Belum berani naik kendaraan umum sendiri. Kosakata masih terbatas. Sekarang selain itu tadi, tubuhnya sudah tambah kuat. Otaknya sudah banyak variasi “softwarenya” yang entah siapa yang mengisinya (jika orangtua tidak mengisi).

Jadi sebenarnya abege yang bermasalah ia akumulasi dari perlakuan-perlakuan sebelumnya.

“Tapi saya merasa sejak bergaul sama si Ajis (nama samaran, mohon maaf jika ada kesamaan nama), teman SMP yang baru ia kenal 1 tahun ini saja anak saya bermasalah. Sebelum-sebelumnya nggak kok!”

Wahai sang penaung anak, anak kita lebih duluan kenal kita, orangtuanya atau Ajis (atau siapapun nama temannya).

Wahai sang pemegang amanah anah, anak kita lebih lama hidup dengan kita, orangtuanya atau Ajis?

Saya tidak yakin jawaban Anda bukan Ya. Kecuali dari kecil anak tidak tinggal bersama Anda. Jika jawabannya Ya, pengaruh siapa yang harus lebih banyak? Orangtua bukan?

Masuk akalkah, anak kita yang baru 1-2 tahun kenal Ajis tiba-tiba  rusak gara-gara pengasuh Ajis?

Masuk akal, jika orangtua tidak urus anak, sibuk sendiri, masa bodoh dll. Masuk akal jikapun diurus, tapi salah urus karena membesarkan anak tanpa ilmu. Lah beternak ayam yang baik pun ada ilmunya, apatah lagi membesarkan makhluk bernama: manusia

(fauziya/muslimahzone.com)

No Responses

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk