Mendidik Anak dengan Adab

Muslimahzone.com – Ada banyak pertanyaan yang mungkin sering ditanyakan orangtua dalam rangka mendidik anak-anak mereka agar menjadi generasi yang diharapkan. Anak yang shalih dan shalihah. Maka disinilah ilmu berperan. Karena sebelum kita mendidik anak agar menjadi baik, didiklah dulu diri kita dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat dalam proses perkembangan anak kelak. Dan tentu saja, ilmu yang terbaik itu adalah yang datangnya dari ajaran Islam.

Di antara banyak pertanyaan yang acapkali ditanyakan oleh orangtua, berikut adalah 2 pertanyaan yang mungkin juga menjadi kasus sama yang dialami sebagian orangtua maupun guru selaku pendidik:

A. Bagaimana cara menghadapi anak umur 8 tahun ketika mereka sedang marah-marah atau temper tantrum? Dan bagaimana cara mengajari anak untuk bisa mengendalikan emosi ketika marah?

B. Bagaimana cara menyikapi anak-anak yang kurang sopan terhadap orang yang lebih tua, walaupun tidak ada ikatan lebih selain ikatan antara pelajar dan pengajar.. Bagaimana cara menasehati anak-anak tersebut, karena dinilai tidak sopan.. Dan apakah jika kami selaku pengajar mengingatkan dengan nada agak keras itu salah? Karena sudah terlalu sering didiamkan tapi tetap saja seperti itu.. Bahkan malah semakin menjadi-jadi. Afwan, bagaimana carannya mengajarkan anak-anak kecil sopan santun?

Dan inilah jawaban dari Ustadz Muhammad Na’im, semoga bermanfaat.

Mendidik anak adalah merupakan kewajiban pokok bagi orang tuanya. Hendak dikemanakan si anak itu maka sangat tergantung kepada perhatian orang tuanya dalam mendidik anak-anaknya. Karena Rasulullah shallallaahu’alaihi wasallam bersabda :

“كلمولوديولدعلىالفطرةفأبواهيودانهأوينصرانهأويمجسانه “

Semua bayi yang lahir, terlahir dalam fitrahnya, maka kedua orang tuanyalah yang menjadiakannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.

Tidak bisa orang tua hanya bersandar kepada badan pendidikan tertentu, kemudian lepas tanggung jawab, maka harus ada ta’awun kerjasama yang baik antara orang tua dan pendidik.

Rasululah shallallaahu’alaihi wasallam bersabda :

” مانحلوالدولدهأفضلمنأدبحسن ” ( رواهالتؤمذي )

Tidak ada pemberian orang tua kepada anak yang lebih baik dari memberi adab yang baik.” ( HR. Tirmidzi )

Kemudian sebagai seorang pendidik, menghadapi anak yang mudah marah, maka harus tetap merujuk kepada metode Al-Qur’an, yang seimbang antara tarhib dan targhib. Perhatikan banyak kisah dalam Al Qur’an yang selalu mengetengahkan dua sisi ini. Misal : ketika membicarakan orang kafir, maka disebutkan pula kisah orang mu’min, ketika disebutkan surga, disebutkan pula neraka, ketika disebut janji pahala, disebutkan pula ancaman siksaan. Semua itu tiada lain agar manusia selalu seimbang.

Demikian pula menghadapi seorang anak yang baru berumur 8 tahun atau umumnya anak-anak, maka seorang pendidik hendaknya jangan kehabisan akal untuk membuat mereka bisa seimbang. Karena kalau terlalu ditekan, maka boleh jadi secara tidak langsung akan mematikan karakter kemampuan motorik anak. Demikian pula tidak dibiarkan lepas tanpa kendali, yang akan menjadikan anak semaunya sendiri, tidak ada rasa hormat kepada orang lain, tidak bisa menghargai jasa orang lain, yang akhirnya tidak akan bisa mensyukuri dengan ni’mat Allah ta’ala.

Berikanlah mereka hadiah meskipun nilainya kecil, sebagai tanda bahwa anak itu dihargai, atau sekali-sekali dipuji dan diangkat hatinya agar merasa diberi empati. Sebagaimana juga ditegur dan diingatkan dengan cara yang baik, juga dido’akan agar senantiasa dalam pertolongan Allah, seperti ucapan : barakallah fiik, jazaakallaah khairan, a’anakallah, waffaqakallaah, ashlakallah dan yang semisalnya, sebagai pengganti dari meluapkan kemarahan kita kepada anak.

Demikian pula, anak juga membutuhkan qudwah dan teladan yang baik, maka perlihatkanlah kepada anak dengan hal-hal yang baik, agar tertanam dalam jiwa mereka, benih-benih kebaikan yang akan menghujam dalam sanubari mereka, terbawa dalam setiap sikap dan perilaku mereka. Perhatikan kisah Umar bin Abi Salamah radhiyallaahu’anhuma :

Aku dahulu adalah seorang anak dalam asuhan Rasulullaah shallallaahu’alaihi wasallam, ketika itu tanganku bergerak merambah ke seluruh nampan, maka Rasulullah shallallaahu’alaihi wasallam bersabda : “ Wahai anakku, ucapkanlah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari yang terdekat dengan dirimu.” (Muttafaqun’alaihi)

Perhatikan kesalahan yang dilakukan oleh Umar bin Abi Salamah ketika masih anak-anak, dan perhatikan pula bagaimana Rasulullah shallallaahu’alaihi wasalam menegurnya! Apakah beliau menghardik, membentak, menunjuk-nunjuk kesalahannya? Perhatikan bagaimana dampak dan pengaruhnya terhadap kepribadian seorang Umar bin Abi Salamah, yang sampai dewasa selalu terngiang dalam benaknya akan wasiat dan nasehat Rasulullaah shallallaahu’alaihi wasallam.

Maka demikianlah hendaknya seorang pendidik yang selalu menanamkan kepribadian yang baik, bukan sekedar menyelesaikan target kurikulum, tanpa memperhatikan dampak dan pengaruh kepada anak didiknya di kemudian hari. Wallaahu a’lam bishawab.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk